Pengajian Muslimat Hidayatullah Kota Jayapura Perkuat Ukhuwah dan Konsistensi Amal Sholeh

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.
JAYAPURA — Muslimat Hidayatullah Kota Jayapura menggelar pengajian pada Sabtu (26/9/2026) di Pondok Pesantren Hidayatullah Entrop, Kota Jayapura. Kegiatan yang diikuti seluruh anggota Muslimat Hidayatullah Kota Jayapura tersebut menjadi momentum untuk memperkuat ukhuwah, meningkatkan ketakwaan, serta menumbuhkan semangat dalam menjalankan amanah kelembagaan.
Pengajian menghadirkan Ust. Muhammad Panji, S.Pd., Anggota Dewan Murabbi Hidayatullah Papua, sebagai pemateri. Dalam tausiyahnya, beliau menyampaikan sejumlah kisah yang sarat dengan pelajaran tentang keimanan, pengorbanan, ukhuwah, dan pentingnya menjaga konsistensi dalam beramal.
Salah satu kisah yang disampaikan adalah kisah tiga sahabat dalam Perang Yarmuk yang saling mendahulukan saudaranya ketika hendak memberikan seteguk air. Kisah tersebut menggambarkan kuatnya persaudaraan dan sikap itsar, yaitu mendahulukan kepentingan saudara meskipun diri sendiri berada dalam keadaan membutuhkan.
Dari kisah tersebut, Ust. Muhammad Panji mengajak para anggota Muslimat Hidayatullah untuk mengambil beberapa hikmah, di antaranya mendahulukan saudara seperjuangan, menjaga ukhuwah Islamiyah, membangun kesabaran dan ketakwaan, serta terus berupaya menyempurnakan keimanan.
“Semoga kisah ini menjadi inspirasi dan motivasi bagi kita selama Allah masih memberikan kita kesempatan berupa kesehatan untuk berbuat baik, beribadah, dan melaksanakan tugas-tugas kelembagaan,” ungkapnya.
Setiap Kader Perlu Memiliki Amal Sholeh
Selain kisah Perang Yarmuk, Ust. Muhammad Panji juga menyampaikan kisah tiga orang yang terjebak di dalam gua. Dalam kisah tersebut, ketiganya berdoa kepada Allah dengan menyebutkan amal sholeh yang pernah mereka lakukan dengan penuh keikhlasan. Atas izin Allah, batu yang menutup pintu gua akhirnya bergeser hingga mereka dapat keluar.
Kisah tersebut menjadi pelajaran penting bahwa setiap Muslim hendaknya memiliki amal sholeh yang dilakukan dengan ikhlas dan istiqamah. Amal tersebut dapat menjadi bekal dan wasilah ketika seseorang berada dalam kondisi sulit.
Karena itu, Ust. Muhammad Panji mengingatkan seluruh anggota Muslimat Hidayatullah Kota Jayapura agar tidak hanya berorientasi pada banyaknya aktivitas, tetapi juga memastikan adanya amal yang dilakukan secara konsisten dan ikhlas.
“Kalau kita di Hidayatullah tidak perlu khawatir amal sholeh apa yang harus dilakukan. Fokus dan konsisten saja di GNH, insya Allah itu sudah kompleks,” pungkasnya.
Ia kemudian mengingatkan pentingnya membangun kebiasaan dalam menjalankan amalan-amalan sunnah secara konsisten. Menurutnya, seseorang perlu terus melatih diri hingga amalan tersebut menjadi bagian yang melekat dalam kehidupannya.
“Lakukanlah amalan-amalan sunnah itu hingga amalan sunnah tersebut mencintai pelakunya. Jika hal itu sudah terjadi, maka dalam kondisi apa pun kita akan tetap dengan mudah melaksanakannya atas izin Allah. Bukan kita yang mencintai amalan sunnah, tetapi amalan sunnah tersebut yang mencintai kita,” pungkasnya.
Ust. Muhammad Panji yang juga merupakan Ketua Yayasan Pondok Pesantren Hidayatullah Holtekamp menekankan bahwa kesempatan untuk berbuat baik merupakan nikmat yang perlu disyukuri dengan amal nyata. Konsistensi dalam menjalankan amanah, baik dalam keluarga, masyarakat maupun kelembagaan, menjadi bagian dari upaya menjaga kualitas keimanan dan pengabdian.
Pengajian tersebut diharapkan tidak berhenti sebagai kegiatan rutin, tetapi mampu melahirkan refleksi dan perubahan dalam kehidupan para anggota. Nilai ukhuwah, kesabaran, ketakwaan, serta konsistensi dalam amal sholeh diharapkan terus tumbuh dan diwujudkan dalam aktivitas sehari-hari.
Melalui kegiatan pembinaan yang berkelanjutan, Muslimat Hidayatullah Kota Jayapura terus mendorong para anggotanya untuk memperkuat ruhiyah, meningkatkan kualitas diri, serta menjalankan amanah kelembagaan dengan penuh keikhlasan dan tanggung jawab.
- person

Saat ini belum ada komentar