light_mode
light_mode

Pesan Umi Lathifah: Menjadi Sebaik-baik Manusia Dengan Berdakwah

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.


BERDAKWAH
baginya adalah harga mati yang tak dapat ditawar. Hal tersebut dikatakan oleh seorang daiyah senior Hidayatullah, Umi Lathifah. Daiyah yang telah berkecimpung di dunia dakwah selama 25 tahun ini bercerita tentang perjalanan dakwahnya.

“Dari perjalanan dakwah tersebut, nyaris tidak ada pahitnya,” aku Umi Lathifah dalam menuturkan perannya sebagai da’iyah yang aktif mengajar majelis ta’lim di beberapa daerah di Kota Balikpapan.

Menjalani peran ganda sebagai ibu rumah tangga dan dai’yah tentu bukan hal yang mudah. Satu sisi urusan keluarga harus diprioritaskan. Namun di sisi lain, urusan ummat juga tak mungkin diabaikan. 

Pernah suatu ketika, istri dari Ust. Anwari Hambali ini mengajar dari satu majelis taklim ke majelis taklim yang lain. Saat itu anak-anaknya masih kecil, sedangkan beliau dalam keadaan hamil. 

Perjalanan yang jauh ke tempat taklim, di tempuh sambil menggendong anaknya yang masih batita, menuntun anaknya yang berusia balita, dan merasakah beban yang tak ringan dari calon buah hati di dalam rahim. Hebatnya, beliau menjalani itu semua dengan sepenuh hati. Tak ada keluhan yang terbersit dalam hatinya.  Ajrun ghairu mamnun (pahala yang mengalir) bagi Umi Lathifah adalah motivasi untuk tetap istiqomah dalam berdakwah.

Meski memiliki tugas di luar, namun seorang ibu rumah tangga juga harus mengutamakan urusan keluarga. Untuk itu, dukungan suami dan keluarga tentu sangat dibutuhkan dalam amanah dakwah. Selain itu perlu adanya pemahaman dan persamaan perspektif dalam keluarga agar amanah sebagai da’iyah dapat berjalan lancar.

“Saling mendukung dan saling menopang antara suami istri,” ujar Umi Lathifah. Beliau pun menuturkan bahwa seringkali sang suami membantunya dalam mengurus pekerjaan rumah tangga.

Dengan segala tantangan dan hambatan yang ada, da’iyah yang berdomisili di Gunung Tembak Balikpapan ini berusaha akan selalu bertahan di jalan dakwah. Beliau meyakini bahwa jalan dakwah yang ia tempuh ialah panggilan hati sebagai bekal untuk kehidupan akhirat. 

Sebagaimana hadits Rasulullah yang diriwayatkan oleh Imam Thabrani “Sebaik-baik manusia adalah yang bermanfaat bagi orang lain.” Untuk itu, Umi Lathifah berharap bahwa dengan manfaat yang disebarkan melalui ta’lim dan dakwah yang diserukan, ia akan menjadi sebaik-baik manusia sebagaimana yang disebutkan dalam hadits Rasulullah.

Untuk diketahui, Muslimat Hidayatullah akan menggelar Musyawarah Nasional V secara virtual. Acara berpusat di Pondok Pesantren Hidayatullah Depok, Kota Depok, Jawa Barat. Dengan dihadiri 33 peserta sebagai perwakilan tiap Pengurus Wilayah (PW) Mushida yang ada di berbagai provinsi.

Dengan Munas V Mushida tersebut, Umi Lathifah berharap hal ini menjadi ajang silaturahim antar sesama anggota maupun pengurus Mushida.

“Kalau memungkinkan dibentuk persaudaraan. Misal, antar anggota daerah Mushida Surabaya dipersaudarakan dengan anggota Mushida Bandung, anggota Mushida Balikpapan dengan anggota Mushida Aceh, dan seterusnya,” tuturnya. Terjalinnya persaudaraan ini, menurutnya, sebagaimana yang dilakukan oleh Rasulullah yang mempersaudarakan kaum Anshar dan kaum Muhajirin.

Perhelatan akbar lima tahunan itu akan digelar pada 26-27 Desember 2020 dengan mengusung tema “Meneguhkan Integritas Muslimah Demi Tegaknya Peradaban Islam.”  

“Berjuang dan berkorbanlah. Semua yang kita punya, baik harta, tenaga, dan pikiran untuk lembaga Hidayatullah, belum ada apa-apanya dibandingkan dengan pengorbanan mempertaruhkan nyawa,” pesan beliau kepada semua kader Mushida di seluruh Indonesia.*/Arsyis Musyahadah

  • person
Bagikan Threads
Tulis Komentar
×

forum Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Pelatihan Kewirausahaan PP Mushida Resmi Dibuka

    • calendar_month Sabtu, 26 Agt 2023
    • account_circle admin
    • 0Komentar

    (Depok, mushida.org) Dalam rangka menguatkan kapasitas muslimat dalam kemandirian dan sekaligus meneguhkan ketahanan keluarga, Pengurus Pusat Muslimat Hidayatullah menggelar Pelatihan Kewirausahaan dengan tema “Pemberdayaan Ekonomi Ummahat Menuju Kemandirian dan Ketahanan Keluarga.” Pelatihan Kewirausahaan PP Mushida ini diselenggarakan secara hybrid di Kampus Utama Pondok Pesantren Hidayatullah Depok pada 26 Agustus 2023/9 Shafar 1445 H, diikuti oleh lebih dari […]

  • Sabriati Aziz Presidium BMOIWI Bersama 5 Tokoh Wanita Lainnya

    Sabriati Aziz Presidium BMOIWI Bersama 5 Tokoh Wanita Lainnya

    • calendar_month Sabtu, 28 Apr 2018
    • account_circle admin
    • 0Komentar

    JAKARTA – Ketua Majelis Pertimbangan Pusat (MPP) Muslimat Hidayatullah DR. Hj. Sabriati Aziz, M.Pdi, ditetapkan menjadi Presidium Badan Musyawarah Organisasi Islam Wanita Indonesia (BMOIWI) bersama dengan 5 tokoh organisasi wanita Islam lainnya. Penetapan tersebut dilakukan pada gelaran Munas XIII BMOIWI yang digelar pada 27- 28 April 2018 yang mengangkat tema “Ketahanan Keluarga Menuju Indonesia Emas”, […]

  • PP Mushida Peserta Seminar Kebangsaan Bahas Delik Kesusilaan

    PP Mushida Peserta Seminar Kebangsaan Bahas Delik Kesusilaan

    • calendar_month Senin, 26 Sep 2016
    • account_circle admin
    • 0Komentar

    Pengurus Pusat Muslimat Hidayatullah (PP Mushida) yang diwakili oleh Sekretaris Jenderal, Lenny Syahnidar, menjadi peserta Seminar Kebangsaan yang diprakarsai oleh Aliansi Cinta Keluarga (AILA) dengan mengangkat tema “Reformulasi KUHP: Delik Kesusilaan dalam Bingkai Nilai nilai Keindonesiaan“ di gedung Parlemen, Senayan, Jakarta, Senin (26/09/2016). Acara tersebut dihadiri oleh berbagai ormas dan institusi pendidikan lainnya. Hadir dalam […]

  • DMU PW Mushida Sulawesi Barat: Mencetak dan Meningkatkan Kualitas Kader Muslimat Hidayatullah Menuju Keluarga Qur’ani

    DMU PW Mushida Sulawesi Barat: Mencetak dan Meningkatkan Kualitas Kader Muslimat Hidayatullah Menuju Keluarga Qur’ani

    • calendar_month Selasa, 14 Sep 2021
    • account_circle adminmushida
    • 0Komentar

    Pengurus Wilayah (PW) Mushida Sulawesi Barat menggelar Daurah Marhalah Ula bertempat di Aula Kampus Madya YPCM Hidayatullah Mamuju (3-5/9/21). Program tersebut terselenggara atas kerja sama seluruh Pengurus Daerah (PD) serta dukungan penuh dari organisasi induk, YPCM dan BMH. Kegiatan yang mengangkat tema “Mencetak dan Meningkatkan Kualitas Kader Muslimat Hidayatullah Menuju Keluarga Qur’ani” ini diikuti oleh […]

  • Melahirkan Kader

    Melahirkan Kader

    • calendar_month Minggu, 12 Jun 2022
    • account_circle admin
    • 0Komentar

    Oleh: Sarah Zakiyah (Sekretaris Jendral PP Mushida) Kader, menurut KBBI V adalah orang yang diharapkan akan memegang peran penting dalam pemerintahan, organisasi, atau semisalnya. Menurut PDO Muslimat Hidayatullah, kader adalah penggerak inti organisasi. Apapun istilah yang lahir dari kata ini, saya tidak ingin berpanjang kata untuk mengungkapkannya. Lumrah bagi seorang pemimpin yang melahirkan ideologi untuk […]

  • Muslimah Indonesia Kritik Polri Soal Jilbab Polwan

    Muslimah Indonesia Kritik Polri Soal Jilbab Polwan

    • calendar_month Rabu, 12 Feb 2014
    • account_circle admin
    • 0Komentar

    Foto milik Tempo Media Kongres Muslimah Indonesia yang dilaksanakan di Cisarua, Bogor, Jawa Barat mengkritik Polri yang terus mengulurkan SK Jilbab Polwan. Kongres Muslimah Indonesia adalah kongres muslimah nasional pertama kali yang dilaksanakan setelah Indonesia merdeka. “Mengenai polwan berjilbab adalah hak asasi manusia, lalu kenapa terus di tunda-tunda, ” ujar Tutty Alawiyah, Ketua MUI Pusat […]

expand_less