light_mode
light_mode

Menjemput Keajaiban Air Zamzam

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

“Jadilah Siti Hajar, yang percaya penuh pada Tuhannya meski harus ditinggalkan di tengah gurun pasir tandus. Sehingga usai berlarian tujuh kali antara bukit Shofa dan Marwa demi setetes air untuk anaknya Ismail, Allah karuniakan kepadanya keajaiban berupa air zamzam.”

Perkataan guru SMA dulu terngiang di telinga. Saya mengusap air mata di atas motor. Ini sudah enam kalinya bolak-balik dari rumah ke kota untuk pengurusan paspor. Bolak-balik antara kantor Kedutaan dan Kemenag. Saya tempuh jarak puluhan kilo di bawah panas matahari, tapi selalu ada saja kendala yang membuat terpaksa mundur lagi dan lagi.

Sudah terlalu jauh saya melangkah. Pendaftaran, tes seleksi, membuat dan menyebarkan proposal, lalu tinggal pembuatan paspor sebagai syarat terakhir pemberkasan. Masalahnya, sebentar lagi Idul Adha dan kantor pemerintahan akan tutup. Saya dikejar deadline tapi prosedur sedemikian rumit.  Menyadari waktu yang tak tersisa banyak sedang jalan buntu terbentang di hadapan, membuat air mata akhirnya berlinang. Pada momen itulah, pesan Ustadz Suhail (guru saat SMA di Ar-Rohmah Putri) mengetuk ingatan.

“Jadilah Siti Hajar,” ucap beliau kala itu. Lalu dengan sisa harapan, saya gumamkan doa. Ya Allah, saya berangkat untuk yang ke-tujuh kalinya. Sama seperti Siti Hajar, perkenankan saya bertemu dengan ajaibnya air zamzam.

Dan, doa itu terkabul.

***

Menjadi Siti Hajar memang kemustahilan. Terlampau jauh jarak zaman dengan kenabian yang mencipta jarak pula pada kualitas keimanan. Kita tidak akan sampai pada derajat perempuan-perempuan hebat yang kisahnya termaktub dalam Al-Qur’an, tapi kita bisa menjadikan mereka teladan. Mengusahakan tawakal Siti Hajar adalah mungkin. Mengusahakan sabarnya adalah mungkin. Pertanyaannya, tawakal seperti apa yang diusahakan Siti Hajar hingga berhadiahkan air zamzam?

Tawakal Siti Hajar adalah tawakal yang dipahami Rasulullah Saw. Mari sejenak kita ingat kisah seorang sahabat yang menyeret hewan gembalaannya menuju sebuah masjid di suatu kota. Ia tinggalkan gembalaan itu dengan sengaja di depan masjid, tanpa diikat. Ibarat zaman sekarang memarkirkan motor dengan meninggalkan kuncinya. Maka ditanyalah ia oleh Rasulullah Saw.,

“Mengapa tidak kau ikat dulu gembalaan itu?”

“Aku bertawakal pada Allah SAW. Kupasrahkan semua urusanku pada Dia. Insya Allah ia tidak akan pergi ke mana-mana,” jawabnya sambil melenggang santai hendak memasuki pelataran masjid. Beliau pun menghentikannya.

“Kembali. Ikat gembalaanmu dulu, baru tinggalkan untuk menunaikan salat.”

Masya Allah. Coba perhatikan bagaimana perintah mengikat gembalaan itu keluar dari seseorang yang tidak perlu diragukan lagi kualitas tawakalnya. Maka melalui kisah di atas kita dapat memahami bahwa hakikat tawakal bukan sekedar pasrah pada Allah SAW. tanpa mengambil sebab. Begitulah yang dilakukan Siti Hajar, ia memasrahkan urusan setelah berlari tujuh kali. Bukan sekedar duduk menunggu keajaiban tiba-tiba muncul sendiri.

Kisah ajaib seperti ini mungkin terjadi dalam hidup kita dengan bentuk berbeda. Saya pun pernah mengalami selama proses menuntut ilmu. Kadangkala bentuknya berupa kemudahan di tengah ujian. Ketika materi belum sepenuhnya terhafal setelah jungkir balik belajar, dan ajaibnya soal yang keluar hanya di bagian yang kita kuasai benar. Kadangkala bersifat finansial. Ketika butuh uang untuk suatu urusan lalu coba mengirim tulisan dan mendapat hadiah sebesar nominal yang dibutuhkan.

Kadang bentuknya berupa keringanan urusan. Saya pernah mengurus beasiswa di saat visa bermasalah dan terjemah akta yang merupakan persyaratan, hilang. Di antara ratusan pendaftar beasiswa dengan berkas lengkap dan nilai lebih bagus, milik saya mustahil diterima. Tapi lagi-lagi air zamzam itu tugas Allah. Tugas kita adalah berlari semaksimal mungkin antara bukit Shafa dan Marwa. Jadi saya tetap pergi dengan membawa fotocopy akta lahir dan KK yang  berbahasa Indonesia. Saya jelaskan semua alasan sejujur mungkin, dan beasiswa itu berhasil saya dapatkan. Alhamdulillah.

Bagi seorang muslim, tidak ada kata menyerah dan putus asa. Karena di saat segala urusan sudah mustahil secara nalar, kita punya Allah yang kekuasaan-Nya jauh di atas keterbatasan cara berpikir akal. Kita hanya perlu jujur pada suatu niat kebaikan dengan benar-benar memperjuangkan. Sisanya biar doa yang menyempurnakan kesungguhan. Insya Allah, Allah perkenankan air zamzam muncul dari arah tak terduga, di mana-mana, dengan segala macam bentuk dan wajahnya. Wallahua’lam.

*/Aidatuz Zakiyah
Juara 2 Lomba Menulis Kategori Mahasiswi, Keputrian Muslimat Hidayatullah

  • person
Bagikan Threads
Tulis Komentar
×

forum Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Hijrah itu Asa, Dakwah itu Cinta

    Hijrah itu Asa, Dakwah itu Cinta

    • calendar_month Senin, 11 Okt 2021
    • account_circle adminmushida
    • 0Komentar

    “Kamu yakin ingin resign? Kamu sudah dapat promosi, lho!” “Kamu gak salah pilih? Kamu bisa dapat yang lebih baik, lho!” Tanya itu menggema, menyeruak di antara niat hati. Menyelinap di antara harap dan mimpi. Menggoda langkah kaki untuk berhenti. Namun, sungguh tekad itu telah bulat. Hingga deretan tanya tak lagi jadi penghambat. Selanjutnya, hijrah itu […]

  • Perkuat Ekonomi Umat, Muslimat Hidayatullah Luwu Timur Sinergi dengan UMKM Muslim

    Perkuat Ekonomi Umat, Muslimat Hidayatullah Luwu Timur Sinergi dengan UMKM Muslim

    • calendar_month Selasa, 1 Sep 2026
    • account_circle Admin Mushida
    • 0Komentar

    LUWU TIMUR — Pengurus Daerah Muslimat Hidayatullah Kabupaten Luwu Timur Sulawesi Selatan terus menunjukkan komitmennya dalam membangun kemandirian serta pemberdayaan ekonomi umat. Komitmen ini diwujudkan melalui langkah nyata dengan menjalin kerja sama strategis bersama pelaku UMKM Muslim di Luwu Timur, Ahad (30/8/2026). Pada kesempatan tersebut, pengurus Mushida Luwu Timur resmi menggandeng salah satu pengusaha lokal […]

  • PP Muslimat Hidayatullah Selenggarakan Webinar Konsolidasi Perkaderan

    PP Muslimat Hidayatullah Selenggarakan Webinar Konsolidasi Perkaderan

    • calendar_month Sabtu, 11 Jul 2026
    • account_circle Admin Mushida
    • 0Komentar

    Jakarta — Bidang Perkaderan Pengurus Pusat Muslimat Hidayatullah (PP Mushida) menggelar Rapat Koordinasi bersama Pengurus Wilayah Muslimat Hidayatullah se-Indonesia secara daring dengan tema “Mengkader atau Punah” yang diikuti oleh 64 peserta perwakilan Muslimat Hidayatullah dari berbagai provinsi di Indonesia. Konsolidasi ini bertujuan menyatukan visi, menyamakan langkah, memperkuat sinergi, serta menyusun strategi agar program perkaderan di setiap wilayah […]

  • Cinta Rajut Ukhuwah, Karena Jalan-Nya Kita Bersama

    Cinta Rajut Ukhuwah, Karena Jalan-Nya Kita Bersama

    • calendar_month Kamis, 10 Des 2015
    • account_circle admin
    • 0Komentar

    Dengan Ukhuwah…Kutemukan indahnya sebuah Cinta yg terpatri di jiwa. Dengan Ukhuwah…Kutemukan tali silaturahmi yg kuat, semoga tali ini tak akan terurai sampai kita sampai di pintu surga-Nya. Dengan Ukhuwah…Kutemukan arti persaudaraan sejati yang hanya berlabuh karena-Nya. Dengan Ukhuwah…Kutemukan semangat baru dalam menggapai Ridho-Nya. Dengan Ukhuwah…Jalan yang kuanggap terjal, ternyata mudah ketika bersama mereka. Dengan Ukhuwah…Keberatan […]

  • Nilai Dasar Pengasuhan Agar Anak Menjadi Mukmin Bertaqwa

    Nilai Dasar Pengasuhan Agar Anak Menjadi Mukmin Bertaqwa

    • calendar_month Sabtu, 28 Nov 2020
    • account_circle admin
    • 0Komentar

    JAKARTA – Dai kondang Ustadz Salim A Fillah memaparkan nilai-nilai dasar pengasuhan yang harus dipegang kuat demi membentuk pribadi mukmin sejati dalam diri anak. Hal tersebut dikemukakannya pada webinar kedua Pra-Munas V Mushida yang bertema “Kekuatan Figur Ayah dan Ibu sebagai Pembentuk Kepribadian Anak” digelar Sabtu (28/11/2020).  Salim membuka sesinya dengan mengutip ayat ke 9 […]

  • Kajian Peradaban: Tips Menggapai Ketenangan Jiwa

    • calendar_month Jumat, 12 Sep 2025
    • account_circle Admin Mushida
    • 0Komentar

    Dalam rangka menyemarakkan Musyawarah Nasional (Munas) VI Hidayatullah, Korps Mubaligh Hidayatullah (KMH) bersama Laznas Baitul Maal Hidayatullah (BMH) bekerja sama dengan Muslimat Hidayatullah mengadakan Kajian Peradaban bertajuk “Tips Menggapai Ketenangan Jiwa, Keluarga Bahagia Bersama Al-Qur’an”. Acara digelar di Gedung Pusat Dakwah Hidayatullah, Jl. Cipinang Cempedak, Otista, Polonia, Jakarta, Rabu, 17 Rabi’ul Awal 1447 (10/9/2025). Kajian […]

expand_less