light_mode
light_mode

Iman dan Puasa Ramadhan

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

Hai orang-orang yang beriman, diwajibkan atas kamu berpuasa sebagaimana diwajibkan atas orang-orang sebelum kamu agar kamu bertakwa. (QS. Al-Baqarah: 183)

Ayat tentang berpuasa tentu sudah familiar bagi kita, bahkan kita mampu menghafalnya sejak bersekolah di tingkat dasar. Tapi apakah kita mengetahui, mengapa Allah menyapa kita dengan sapaan, “Wahai orang-orang yang beriman,” mengapa Allah menyeru dengan menyebut hamba-Nya sebagi orang yang beriman. Untuk memenuhi perintah-Nya dalam melaksanakan puasa, mengapa Allah tidak memanggil dengan “Wahai orang-orang yang berfikir,” atau “Wahai orang-orang yang mengerti.”

Ternyata ada hikmah di balik itu semua. Melalui perintah-Nya, Allah tidak mengkhususkan perintah ini untuk ditunaikan bagi kaum Adam atau kaum Hawa saja. Namun seruan ini wajib ditunaikan bagi semua hamba-Nya, baik laki-laki maupun perempuan, kaya atau miskin, muda atau tua, penguasa atau rakyat biasa.

Hanya orang yang beriman yang berhak berpuasa Ramadhan. Menurut Dr. Amir Faishol Fath seorang pakar tafsir Al-Qur’an, ada hubungan antara iman dengan puasa Ramadhan. Mengapa Allah memanggil kita dengan panggilan tersebut, bukan dengan panggilan yang lain. Beliau berpendapat bahwa Allah senantiasa bersama orang yang beriman, seseorang yang memiliki keimanan maka sejatinya ia sedang menutup dirinya dari segala hawa nafsu, dan orang yang beriman selalu menegakkan pilar-pilar Islam.

Orang yang beriman adalah yang selalu merasa diawasi oleh Allah Ta’ala. Ia tidak melakukan suatu amal hanya jika ada orang yang melihatnya. Ia tidak akan melakukan maksiat meski tidak ada orang yang melihatnya.  Ia melakukan amalan ada atau tidak ada orang yang melihat. Dan ia tidak melakukan maksiat ada atau tidak ada yang mengetahuinya.

Inilah orang yang selalu menghadirkan Allah dalam hatinya. Hatinya bersih dari riya’ dan sum’ah. Bukan karena ingin dilihat orang. Ia beribadah bukan karena ingin hadiah. Ia mengaji bukan karena ia sudah berhaji. Semata-mata ia melakukan suatu amalan karena hanya mengharap ridha-Nya.

Orang yang memiliki keimanan maka ia tidak akan bersikap munafik. Orang yang munafik adalah orang yang tidak selaras antara ucapan dan perbuatan. Bisa saja di hadapan orang dia mengaku puasa, namun ketika tidak ada orang maka ia makan dengan sesukanya. Berbeda dengan orang beriman, ia tidak hanya berpuasa di hadapan banyak orang, tapi juga tetap berpuasa ketika tak berhadapan dengan orang lain. Karena ia yakin, bahwa setiap saat ia selalu berhadapan dengan-Nya. Ada malaikat yang siap mencatat amal perbuatannya.

Orang yang ada iman di dalam hatinya, maka ia akan berusaha menutup dirinya dan tidak akan membiarkan maksiat mengotori hatinya. Bukan hanya mencegah mulut dari makanan dan minuman yang masuk, namun juga mencegah hati dari hawa nafsu yang membelenggu. Ia berusaha menahan lisan dan perkataan yang kotor, mencegah mata dari segala yang buruk, dan mencegah telinga dari sesuatu yang tidak pantas didengar. Dengan hati dan panca indera, ia mampu melawan godaan syaitan dan sukses mengalihkan pada suatu kebaikan. Orang yang hanya memiliki keimanan lah yang mampu mengalahkan hawa nafsunya.

Selanjutnya, menurut Dr. Amir Faishol Fath puasa adalah salah satu pilar dalam ajaran Islam. Hanya orang yang beriman yang mau dan mampu mendirikan pilar-pilar tersebut. Hanya orang yang beriman yang sadar bahwa wajib baginya untuk menegakkan pilar dan memenuhi seruan Allah. Sedangkan orang yang tiada iman dalam hatinya tidak akan peduli dan abai terhadap apa yang diturunkan oleh Allah dan Rasul-Nya.

Kita harus memahami bahwa yang dibutuhkan untuk menjalankan ibadah puasa adalah kualitas iman bukan kuantitas yang sifatnya duniawi. Orang yang berpuasa tanpa ada keimanan dalam hatinya, maka ia tidak akan mendapat apa-apa kecuali lapar dan dahaga. Maka dengan panggilan ini, kita memantaskan diri seberapa banyak keimanan di dalam hati. Dengan keimanan yang kita miliki, kita penuhi seruan Allah untuk berpuasa di bulan yang suci. Semoga dengan keimanan ini kita layak mendapat keutamaan dan pahala dari Ilahi. */ars

  • person
Bagikan Threads
Tulis Komentar
×

forum Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Maksimalkan Dakwah: PP Mushida Jalin Kerja Sama Dengan Radio Dakta

    • calendar_month Selasa, 5 Apr 2022
    • account_circle admin
    • 0Komentar

    Ketua Umum bersama Ketua Bidang Pelayanan Umat, Ketua Departemen Dakwah, dan Ketua Departemen Ekonomi PP Mushida mengadakan pertemuan dengan Pendiri Radio Dakta, Bapak H. Andi Kosala, MM pada 30 Maret 2022/27 Sya’ban 1443 H di Kantor PP Mushida, Cipinang, Jakarta Timur. Dalam pertemuan tersebut, H. Andi Kosala memaparkan latar belakang berdirinya Radio Dakta. Radio Dakta […]

  • KNPK Indonesia Desak Pemerintah Untuk Kendalikan Media Sosial dan Promosikan Gerakan Global Penyimpangan Seksual

    • calendar_month Kamis, 14 Des 2023
    • account_circle admin
    • 0Komentar

    (Jakarta, mushida.org) Koalisi Nasional Perlindungan Keluarga Indonesia (KNPK Indonesia) bekerja sama dengan Badan Musyawarah Islam Wanita Indonesia (BMIWI) menyelenggarakan Focus Group Discussion “Perlindungan Keluarga Dari Ancaman Gerakan Global Penyimpangan Seksual”, dalam rangka HUT ke-3 sekaligus memperingati Hari Ibu, pada hari Kamis, 14 Desember 2023 di GSG Kompleks DPR Kalibata, Jakarta. Dalam FGD yang dihadiri sejumlah […]

  • Tiga Ayat Menjadi Landasan Memilih Pemimpin

    • calendar_month Senin, 12 Feb 2024
    • account_circle adminmushida
    • 0Komentar

    Menuju 14 Februari 2024, kita semua mempersiapkan diri untuk memilih Presiden/Wakil Presiden, juga para anggota legislatif. Sekadar mengingatkan bahwa apapun yang kita lakukan di bilik pemilu nanti, pasti kita pertanggungjawabkan di hadapan Allah Ta’ala. Sebab, yg kita lakukan tersebut menjadi bagian dari kehidupan kita. Allah Ta’ala sudah menetapkan aturan, hukum, dan petunjuk agar hidup kita […]

  • PW Mushida Sulut Siap Maksimalkan Peran Sebagai Daiyah

    PW Mushida Sulut Siap Maksimalkan Peran Sebagai Daiyah

    • calendar_month Senin, 15 Feb 2021
    • account_circle Admin Mushida
    • 0Komentar

    PW Muslimat Hidayatullah Sulawesi Utara mengadakan Musyawarah Wilayah di Tasik Ria Resort Manado pada Sabtu, 13 Februari 2021/01 Rajab 1442 H. Acara tersebut dihadiri oleh Kepada TK/RA Yaa Bunayya, PW Mushida Sulawesi Utara, serta PD (Pengurus Daerah) Mushida se-Sulawesi Utara. Muswil Mushida Sulawesi Utara resmi dibuka oleh Ketua DPW Hidayatulah Sulawesi Utara, Samsul Arifin. S.Sos. […]

  • Mengenalkan Konsep Dasar Pembelajaran Calistung di PAUD

    Mengenalkan Konsep Dasar Pembelajaran Calistung di PAUD

    • calendar_month Sabtu, 24 Mar 2018
    • account_circle admin
    • 0Komentar

    Oleh Dzumirrah* PENDIDIKAN merupakan suatu hal yang sangat dibutuhkan oleh setiap individu dalam upaya peningkatan dan pengembangan sumber daya manusia yang berkualitas bagi penerus bangsa. Mengingat begitu pentingnya pengembangan sumber daya manusia yang berkualitas maka hadirlah suatu lembaga pembelajaran yang dimulai sejak usia dini yaitu lembaga pendidikan pra-sekolah. Pelaksananaan pendidikan ini dijabarkan dalam undang-undang tentang […]

  • Masyarakatkan Al Quran, PP Mushida Gelar TOT Grand MBA

    Masyarakatkan Al Quran, PP Mushida Gelar TOT Grand MBA

    • calendar_month Senin, 28 Okt 2019
    • account_circle admin
    • 0Komentar

    DEPOK – Dalam rangka melahirkan tenaga pengajar dalam menunjang upaya pengembangan baca tulis Al Quran di masyarakat, Pengurus Pusat Muslimat Hidayatullah menggelar kegiatan Training for Trainer (TOT) dengan mengangkat tema “Mencetak Muallimat Grand MBA yang Memiliki Kompetensi Dalam Bidang Al Quran”, diselenggarakan di kota Depok, Jawa Barat, 24-28 Shafar 1441 H (23-27 Oktober 2019). Dalam […]

expand_less