light_mode
light_mode

Meraih Keutamaan Lailatul Qadar

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

Tak terasa perjalanan waktu bulan Ramadhan telah sampai pada rentang waktu 10 hari terakhir. Dalam rentang waktu inilah disediakan oleh Allah Ta’ala satu malam yang nilainya lebih baik dari seribu bulan. Itulah malam lailatul qadar.

Siapapun yang masih hidup diberikan kesempatan yang sama untuk mendapatkan lailatul qadar. Siapapun yang beribadah di dalamnya maka dia mendapatkan kebaikan seakan beribadah lebih dari seribu bulan.

Dalam satu tahun 365 hari, kita hanya menyisihkan waktu 10 hari saja untuk lebih serius dan memperbanyak ibadah di dalamnya, agar kita bisa meraih keutamaan lebih baik dari seribu bulan. Kesempatan itu hanya ada dalam rentang waktu 10 hari terakhir bulan Ramadhan.

Bagaimana seorang muslim menghidupkan malam lailatul qadar?

Lailatul qadar adalah malam yang penuh berkah. Barangsiapa yang terluput dari lailatul qadar, maka dia telah terluput dari seluruh kebaikan. Sungguh merugi seseorang yang luput dari malam tersebut. Seharusnya setiap muslim mengecamkan baik-baik sabda Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam,

فِيهِ لَيْلَةُ الْقَدْرِ خَيْرٌ مِنْ أَلْفِ شَهْرٍ مَنْ حُرِمَ خَيْرَهَا فَقَدْ حُرِمَ

“Di bulan Ramadhan ini terdapat lailatul qadar yang lebih baik dari 1000 bulan. Barangsiapa diharamkan dari memperoleh kebaikan di dalamnya, maka dia akan luput dari seluruh kebaikan.”

Oleh karena itu, sudah sepantasnya seorang muslim lebih giat beribadah ketika itu dengan dasar iman dan tamak akan pahala melimpah di sisi Allah. Seharusnya dia dapat mencontoh Nabinya yang giat ibadah pada sepuluh hari terakhir bulan Ramadhan. ‘Aisyah menceritakan,

كَانَ رَسُولُ اللَّهِ -صلى الله عليه وسلم- يَجْتَهِدُ فِى الْعَشْرِ الأَوَاخِرِ مَا لاَ يَجْتَهِدُ فِى غَيْرِهِ

“Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam sangat bersungguh-sungguh pada sepuluh hari terakhir bulan Ramadhan melebihi kesungguhan beliau di waktu yang lainnya.”

Seharusnya setiap muslim dapat memperbanyak ibadahnya ketika itu, menjauhi istri-istrinya dari berjima’ dan membangunkan keluarga untuk melakukan ketaatan pada malam tersebut. ‘Aisyah mengatakan,

كَانَ النَّبِىُّ – صلى الله عليه وسلم – إِذَا دَخَلَ الْعَشْرُ شَدَّ مِئْزَرَهُ ، وَأَحْيَا لَيْلَهُ ، وَأَيْقَظَ أَهْلَهُ

“Apabila Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam memasuki sepuluh hari terakhir (bulan Ramadhan), beliau mengencangkan sarungnya (untuk menjauhi para istri beliau dari berjima’), menghidupkan malam-malam tersebut dan membangunkan keluarganya.”

Sufyan Ats Tsauri mengatakan, “Aku sangat senang jika memasuki sepuluh hari terakhir bulan Ramadhan untuk bertahajud di malam hari dan giat ibadah pada malam-malam tersebut.” Sufyan pun mengajak keluarga dan anak-anaknya untuk melaksanakan shalat jika mereka mampu.

Adapun yang dimaksudkan dengan menghidupkan malam lailatul qadar adalah menghidupkan mayoritas malam dengan ibadah dan tidak mesti seluruh malam. Bahkan Imam Syafi’i dalam pendapat yang dulu mengatakan, “Barangsiapa yang mengerjakan shalat Isya’ dan shalat Shubuh di malam qadar, maka ia berarti telah dinilai menghidupkan malam tersebut”.

 Menghidupkan malam lailatul qadar pun bukan hanya dengan shalat, bisa pula dengan dzikir dan tilawah Al Qur’an.

Namun amalan shalat lebih utama dari amalan lainnya di malam lailatul qadar berdasarkan hadits, “Barangsiapa melaksanakan shalat pada malam lailatul qadar karena iman dan mengharap pahala dari Allah, maka dosa-dosanya yang telah lalu akan diampuni.” (H.R Bukhari Muslim)

Do’a di Malam Lailatul Qadar

Sangat dianjurkan untuk memperbanyak do’a pada lailatul qadar, lebih-lebih do’a yang dianjurkan oleh suri tauladan kita –Nabi Muhammad shallallahu ‘alaihi wa sallam– sebagaimana terdapat dalam hadits dari Aisyah. Beliau radhiyallahu ‘anha berkata,

قُلْتُ يَا رَسُولَ اللَّهِ أَرَأَيْتَ إِنْ عَلِمْتُ أَىُّ لَيْلَةٍ لَيْلَةُ الْقَدْرِ مَا أَقُولُ فِيهَا قَالَ « قُولِى اللَّهُمَّ إِنَّكَ عَفُوٌّ تُحِبُّ الْعَفْوَ فَاعْفُ عَنِّى

”Katakan padaku wahai Rasulullah, apa pendapatmu, jika aku mengetahui suatu malam adalah lailatul qadar. Apa yang aku katakan di dalamnya?” Beliau menjawab, ”Katakanlah: ‘Allahumma innaka ‘afuwwun tuhibbul ‘afwa fa’fu anni’ “Ya Allah, Engkau Maha Memberikan Maaf dan Engkau suka memberikan maaf, karenanya maafkanlah aku, hapuslah dosa-dosaku.”

Semoga Allah Ta’ala memberikan kepada kita dan keluarga, kekuatan, kemampuan dan kemudahan untuk memaksimalkan amal shalih di 10 hari terakhir bulan Ramadhan ini. */Ketua Departemen Dakwah PP Mushida 

  • person
Bagikan Threads
Tulis Komentar
×

forum Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Penutupan Pelatihan Kepemimpinan Talenta Muda Mushida Tegaskan Aspek Profetik, Inovatif, Kolaboratif

    • calendar_month Senin, 18 Nov 2024
    • account_circle admin
    • 0Komentar

    (Jakarta, mushida.org) Ketua Umum Dewan Pengurus Pusat (DPP) Hidayatullah Dr. H. Nashirul Haq, MA, menutup acara kegiatan Pelatihan Kepemimpinan Talenta Muda Muslimat Hidayatullah yang digelar Lembaga pendidikan dan pelatihan Hidayatullah Institute (HI) Bidang Pembinaan dan Pengembangan Organisasi Dewan Pengurus Pusat Hidayatullah bersinergi dengan PP Muslimat Hidayatullah di Gedung Pusat Dakwah Hidayatullah, Jakarta, pada 17 November […]

  • PP Mushida Terima Penghargaan Pada Helatan Public Expose Ramadhan Laznas BMH

    • calendar_month Jumat, 17 Mar 2023
    • account_circle admin
    • 0Komentar

    (Jakarta, mushida.org) Baitul Maal Hidayatullah menghelat Public Expose Ramadhan 1444 H dengan tema “Bukti Nyata Kebaikan.” Helatan yang diselenggarakan di Sofyan Hotel Cut Meutia pada 16/03 tersebut terdiri dari rangkaian penyampaian laporan, Program Ramadhan, konferensi pers, dan pemberian penghargaan kepada mitra terpilih yang telah bersinergi bersama BMH. Hadir sebagai pembicara dalam Public Exspose Direktur Pemberdayaan […]

  • Apakah Cantik itu Harus Putih?

    Apakah Cantik itu Harus Putih?

    • calendar_month Selasa, 29 Jan 2008
    • account_circle admin
    • 0Komentar

    C-A-N-T-I-K. Satu kata yang terdiri dari enam huruf ini, begitu memesona kaum perempuan. Yup, perempuan mana yang tidak ingin disebut cantik? Cantik identik dengan sesuatu yang enak dilihat atau dipandang. Cantik dalam pengertian awam yang kemudian didoktrinisasi kaum kapitalis adalah perempuan yang bertubuh langsing, rambut hitam lurus berkilauan, hidung mancung, bibir seperti delima merekah, mata […]

  • HSJD Mushida Jembrana, Bali: Merajut Ukhuwah Bersama Para Muallaf

    HSJD Mushida Jembrana, Bali: Merajut Ukhuwah Bersama Para Muallaf

    • calendar_month Rabu, 30 Sep 2026
    • account_circle Admin Mushida
    • 0Komentar

    Jembrana, Bali — Semangat meneguhkan hijab sebagai wujud ketaatan menjadi pintu bagi terjalinnya silaturahmi yang lebih hangat bersama para muallaf di Kabupaten Jembrana, Bali. Dalam momentum Hari Solidaritas Hijab Sedunia (HSJD), Muslimat Hidayatullah Bali bersinergi dengan Laznaz Baitul Maal Hidayatullah (BMH) menghadirkan kepedulian dan kebersamaan bagi para ibu-ibu Majelis Ta’lim Muallaf Suci Hati. Kegiatan yang […]

  • Bulan Ramadhan dengan Segala Keutamaannya

    Bulan Ramadhan dengan Segala Keutamaannya

    • calendar_month Sabtu, 25 Apr 2020
    • account_circle admin
    • 0Komentar

    JAKARTA – Kepala Bidang Organisasi dan Annisa Pengurus Pusat Muslimat Hidayatullah (PP Mushida), Ustazah Sarah Zakiyah, S.Pd.I, menjadi narasumber dalam acara Kajian Dhuha Ramadhan yang digelar via TeamLink yang dipesertai oleh Mushida Debek pada 02 Ramadhan 1441 H/25 April 2020. Dalam materinya, Ustadzah Sarah menerangkan kemhali tentang penamaan bulan-bulan Islam sudah ada sejak zaman dulu. […]

  • Departemen Keputrian PP Mushida Hadirkan Webinar “Being A Wonderful Muslimah in Digital Era”

    Departemen Keputrian PP Mushida Hadirkan Webinar “Being A Wonderful Muslimah in Digital Era”

    • calendar_month Minggu, 14 Agt 2022
    • account_circle admin
    • 0Komentar

    (mushida.org) Halaqah Tarbiyah Mancanegara dan Departemen Keputrian PP Muslimat Hidayatullah menghadirkan webinar bertajuk “Being A Wonderful Muslimah in Digital Era” yang dilaksanakan pada 07/08/2022 secara virtual. Perempuan adalah makhluk ciptaan Allah yang sangat mulia. Agama Islam meninggikan derajat seorang perempuan. Untuk menjadi seorang muslimah yang wonderful, maka kita harus meresepon positif terhadap semua keadaan yang terjadi, […]

expand_less