Majelis Penasihat Muslimat Hidayatullah Gandeng KH Dr. Bahtiar Nasir untuk Penguatan Konsep Keluarga Qur’ani Aplikatif

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.
Jakarta, mushida.org – Majelis Penasihat Muslimat Hidayatullah (MP Mushida) mengadakan audiensi dan silaturahim dengan K.H. Dr. Bahtiar Nasir, MA., di AQL Center, Tebet, Jakarta Selatan, pada 23 Juni 2026/8 Muharram 1448 H. Audiensi ini bertujuan bersilaturahim dan meminta arahan langsung dalam penyusunan konsep “Keluarga Qur’ani Aplikatif” yang menjadi program prioritas Majelis Penasehat. Konsep ini digagas sebagai rujukan praktis agar nilai-nilai Al-Qur’an bisa diamalkan keluarga Muslim dalam kehidupan sehari-hari, bukan hanya sebatas teori.
Pertemuan dihadiri oleh Dr. Sabriati Aziz, M.Pd (Ketua MP Mushida), Ir. Emi Pitoyanti (Sekretaris MP Mushida), serta perwakilan institusi Muslimat Hidayatullah Tingkat Pusat di antaranya Majelis Murabbiyah Pusaat, Majelis Mudzakarah, dan Pengurus Pusat. Sementara anggota MP Bilqis Mubarokatin dan Sulmiati Saleh berhalangan hadir. Suasana audiensi berlangsung akrab dan penuh kekeluargaan.
Dalam arahannya, KH Dr. Bahtiar Nasir, MA menekankan urgensi membangun keluarga berbasis Al-Qur’an saat ini. “Pembangunan keluarga berbasis Qur’ani sudah darurat untuk dihadirkan, mengingat keluarga saat ini berada dalam gempuran ideologi kafir dan sekuler,” tegasnya.
Ustadz Bahtiar juga mengingatkan bahwa persoalan umat hari ini adalah interaksi dengan Al-Qur’an yang masih parsial. “Al-Qur’an seharusnya berfungsi sebagai operating system kehidupan muslim. Ia harus mengatur pola pikir, keputusan, pendidikan anak, hubungan suami istri, hingga pembangunan masyarakat. Yang kita butuhkan bukan sekadar parenting biasa, tapi gerakan keluarga yang menyeluruh dan berkelanjutan,” jelasnya.
Menanggapi arahan tersebut, Ketua Majelis Penasihat Muslimat Hidayatullah menyatakan komitmen MP Mushida untuk menjaga khittah perjuangan Muslimat Hidayatullah. “Upaya MP adalah membuat konsep strategis bernuansa Keluarga Qur’ani sesuai Visi Mushida. Ini terus kami gagas untuk pengokohan keluarga sebagai unit terkecil umat,” ungkap Dr. Sabriati Aziz.
“Arahan Ustadz Bahtiar menjadi kompas penting agar modul yang kami susun benar-benar aplikatif, membumi, dan tidak melenceng dari Quran-Sunnah,” sebutnya. Hasil audiensi ini akan menjadi bahan utama penyusunan konsep dan panduan praktis Keluarga Qur’ani Aplikatif untuk kader Mushida se-Indonesia.
Hasil audiensi ini akan menjadi salah satu bahan utama dalam penyusunan konsep dan panduan praktis Keluarga Qur’ani Aplikatif yang diharapkan dapat menjadi rujukan bagi kader Muslimat Hidayatullah di seluruh Indonesia dalam membangun keluarga yang kokoh, harmonis, dan berlandaskan nilai-nilai Al-Qur’an.
- person
- Penulis: Emy Pitoyanti

Saat ini belum ada komentar