light_mode
light_mode

Kepergian Sang Pejuang

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

Ahad, 1 Dzulhijjah 1442 H

Pukul 05.33 WIB

Pagi itu, terdengar suara handphone berdering. Siapa yang menelepon sepagi ini. Handphone baru saja dicharge. Setelah saya selesai menuntaskan pekerjaan di lapotp pukul 23.10 malam, data internet sengaja dimatikan, hingga belum sempat lagi melihat pesan whatsapp. Bertambah kaget lagi ketika tau siapa yang menelepon, ternyata Ustadzah Neny (Kabid Pelayanan Ummat PP Mushida). Hati semakin bertanya-tanya, ada apa? 


“Kenapa, Bu?”

Masih terdengar isak tangis suara di seberang sana. Kalimatnya tidak jelas terdengar. 

“Bu Neny kenapa?”


“Bu Leny… Bu Leny meninggal tadi malam,” suaranya terbata-bata, makin jelas isak tangisnya. 

Aku yang masih belum menangkap baik kalimatnya, kembali bertanya. 

“Bu Leny? Bu Leny kenapa, Bu?”


“Bu Leny meninggal, anti buka handphone ya, buka grup whatsapp. Buat flyer duka cita sekarang.” Begitu ungkapnya sebelum kami mengakhiri telepon.

Benar saja, saat mengaktifkan kembali data internet, grup whatsapp ramai, tak berhenti memunculkan notifikasi baru.

Pagi itu, demi mendengar dan membaca informasi wafatnya sosok ibu dan guru bagi saya, air mata mulai mengalir tak terbendung. Tiba-tiba, teringat momen dan memory kedekatan kami, melintas dan menari-nari di kepala. 

“Say, minta tolong ya buatkan flyer, Bu Fulanah sakit.”


“Kak, minta tolong buatkan flyer ya, untuk belasungkawa Ust Fulan.”


“Kak, dua email Mushida minta tolong diaktifkan lagi, ya.”


“Masya Allah, gercep banget kerja anti, seneng deh.” 


Kira-kira begitulah isi percakapan kami sehari-hari, seputar kehumasan dan lainnya. Sebetulnya ada beberapa pekerjaan yang harus saya tanyakan langsung. Tapi sejak mendengar berita sakitnya 10 hari lalu, saya urungkan lagi niat untuk chat pribadi. Hingga detik ini, masih belum percaya, kalau saya yang harus membuat flyer duka cita kepergian beliau. 

Sejak saya mendapat amanah di PP Mushida, menjadi bawahan beliau, dan langsung di bawah koordinasi Sekjend, kami berkomunikasi bukan hanya sebatas amanah atau pekerjaan. Bukan sebatas atasan dan bawahan. Tapi juga berkomunikasi layaknya ibu dan anak, sahabat atau kawan, juga sebagai guru murid. Bahagia dan bersyukur sekali meski baru kenal dekat enam bulan (sejak sidang komisi rangkaian acara pra Munas 2020), namun meninggalkan kenangan yang sangat berkesan. 

Banyak sekali hal yang perlu saya pelajari sejak mendapat amanah di Mushida. Dan masya Allah, beliau tempat terbaik, tempat saya bertanya dan beguru banyak hal. 

“Bu Len, kalau begini gimana?”


“Bu, artikelnya sudah dicek belum ya? Kalau sudah fix, mau segera diupload.”


“Afwan, Bu Len. Minta tolong cermati dulu ya, berita untuk siaran pers Mushida.”


“Bu, minta koreksinya ya, sebelum dishare ke sosmed official.”


Dan masih banyak lagi percakapan kami di chat pribadi. Terlalu banyak kebaikan yang beliau berikan untuk saya pribadi. Beliau sosok yang ramah, lembut, ceria, selalu tersenyum, dan tak pernah bermuka masam.

Ketika dijapri atau ditanya tentang sesuatu, beliau selalu fast respon. Beliau tak pernah sungkan mengucapkan terima kasih dan maaf. Tak pernah gengsi untuk menyapa atau mengajak ngobrol dengan kami, para junior yang sangat jauh di bawahnya. Beliau seringkali membubuhkan emoticon penuh sayang sebelum kami mengakhiri chat, seperti sosok ibu yang sangat menyayangi anaknya. Sosoknya yang humoris, selalu bisa mencairkan suasana saat rapat. Sangat berdedikasi terhadap amanahnya. Sangat pandai menghibur di tengah-tengah kami. 

Karena kebaikannya itulah, saya berusaha tak pernah terlambat melakukan apa yang beliau instruksikan. Meski harus buka laptop tengah malam, atau harus membuat flyer di pagi buta, meski harus revisi berkali-kali. Bahkan, ketika di tengah kesibukan mengerjakan pekerjaan lain, selalu saya prioritaskan untuk menyelesaikan tugas dari beliau. 

“Beliau adalah seorang syahidah, insya Allah. Hidupnya penuh perjuangan. Hari-harinya dihabiskan untuk berjuang dan mengurus ummat. Kematian sejatinya adalah pengingat bagi kita yang masih hidup. Setelah ini, beliau nanti akan bahagia bertemu dengan Rabb-Nya, Rasulullah, dan menceritakan perjuangannya di dunia bersama Ummahatul Mukminin di surga nanti.” Demikian sambutan yang dituturkan oleh Ustadz Syaikhu, sebelum pelaksanaan sholat jenazah di rumah duka. 

“Almarhumah adalah sosok mujahidah, sejak usia muda waktunya dihabiskan untuk berjuang demi agama,” ungkap Ustadz Hamim Thohari memberi sambutan sebelum pemakaman jenazah.

Kini, figur teladan, kawan, teladan, guru, mujahidah, sosok keibuan dan penuh kasih sayang itu telah tiada. Kami turut berdukacita sedalam-dalamnya. Beliau tuntas menyempurnakan tugasnya di dunia. Baktinya kepada Allah, Rasul-Nya, dan ummat telah purna. Meninggalkan kami yang belum sempurna berguru padanya.

Innaa lillaahi wa innaa ilahi raajiu’uun


“Sesungguhnya kami milik Allah dan sesungguhnya kami akan kembali kepada Allah SWT.” (QS. Al-Baqarah: 156)


Allaahummaghfir laha warham ha wa’aafi ha wa’fu anha wa akrim nuzula ha wa wassi’ madkhola ha waghsil ha bil maa-i wats-tsalji wal barodi wa naqqi ha minal khothooyaa kamaa yunaqqots tsaubul abyadlu minaddanas.


“Ya Allah, ampunilah, rahmatilah, bebaskanlah dan lepaskanlah dia. Dan muliakanlah tempat tinggalnya, luaskanlah dia. Dan muliakanlah tempat tinggalnya, luaskanlah jalan masuknya, cucilah dia dengan air yang jernih lagi sejuk, dan bersihkanlah dia dari segala kesalahan bagaikan baju putih yang bersih dari kotoran.”

*/ Arsyis Musyahadah

  • person
Bagikan Threads
Tulis Komentar
×

forum Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Profil TK Yaa Bunayya Baubau

    • calendar_month Rabu, 25 Okt 2023
    • account_circle adminmushida
    • 0Komentar

    Nama sekolah: TK Yaa Bunayya Baubau Alamat Sekolah: Jl. Pahlawan KM 5 Kel. Kadolokatapi, Kec. Wolio, Kota Baubau, Sulawesi Tenggara VisiMewujudkan sekolah Islam yang bermutu unggul yang mampu melahirkan generasi yang bertaqwa, cerdas dan berahlaq mulia. MisiMenyelenggarakan pendidikan integral yang berlandaskan ajaran Islam secara terpadu dalam budaya yang religius didukung peran serta orang tua guna […]

  • Rakerwil Mushida Bengkulu Perkuat Konsolidasi dan Transformasi Organisasi

    Rakerwil Mushida Bengkulu Perkuat Konsolidasi dan Transformasi Organisasi

    • calendar_month Jumat, 15 Mei 2026
    • account_circle Arsyis Musyahadah
    • 0Komentar

    BENGKULU — Muslimat Hidayatullah memiliki posisi strategis sebagai subjek utama dalam pembangunan keluarga dan masyarakat. Penegasan tersebut mengemuka dalam Rapat Kerja Wilayah (Rakerwil) Muslimat Hidayatullah Bengkulu yang diselenggarakan di Pondok Pesantren Hidayatullah Bengkulu pada Kamis (14/5/2026). Kegiatan ini diikuti 25 peserta dari sejumlah Pengurus Daerah, di antaranya PD Benteng, PD Kepahiang, PD Rejang Lebong, PD […]

  • PW Muslimat Hidayatullah Jateng Gelar HSJD

    • calendar_month Kamis, 7 Sep 2023
    • account_circle admin
    • 0Komentar

    Busana muslimah adalah busana taqwa. Mengenakan busana muslimah saat ini sudah menjadi sebuah trend tersendiri, bahkan sudah menjadi budaya bagi yang sudah terbiasa mengenakannya. Di Indonesia tidak ada lagi larangan untuk berbusana Muslimah bahkan di berbagai instansi milik pemerintah maupun swasta. Namun ternyata di sebagian negara sampai detik ini masih ada yang memberlakukan larangan berbusana Muslimah. Saat […]

  • PW Mushida Kaltim Siap Jalin Sinergi Dengan DPW Hidayatullah Kaltim

    PW Mushida Kaltim Siap Jalin Sinergi Dengan DPW Hidayatullah Kaltim

    • calendar_month Kamis, 25 Feb 2021
    • account_circle Arsyis Musyahadah
    • 0Komentar

    Pengurus Wilayah Mushida Kalimantan Timur menyelenggarakan acara Musyawarah Wilayah (Muswil) pada 07-08 Rajab 1442 H/19-20 Februari 2021 di Hotel Sepinggan, Balikpapan, Kalimantan Timur. Acara ini diselenggarakan dengan menerapkan protokol kesehatan yang ketat, seperti menggunakan masker dan mencuci tangan. Hadir sebagai peserta Muswil V Mushida Kaltim ialah perwakilan dari empat TK Kampus Madya, tiga TK Kampus […]

  • Rakernas 2016 Mushida Ditutup, Rekomendasi Internalisasi Gerakan

    Rakernas 2016 Mushida Ditutup, Rekomendasi Internalisasi Gerakan

    • calendar_month Jumat, 22 Apr 2016
    • account_circle admin
    • 0Komentar

    Rapat Kerja Nasional Muslimat Hidayatullah Tahun 2016 telah ditutup. Selain merekomendasikan realisasi program kerja yang diantaranya mencakup program ketahanan keluarga dan gerakan dakwah multidimensional, Rakernas 2016 Mushida ini juga mendorong upaya revitalisasi internalisasi gerakan. Ketua Umum PP Muslimat Hidayatullah Reni Susilowati mengatakan Mushida memang dituntut untuk terus mengoptimalkan perannya baik secara domestik juga di ranah […]

  • Malaysia di Ambang Krisis Populasi?

    Malaysia di Ambang Krisis Populasi?

    • calendar_month Selasa, 3 Jan 2017
    • account_circle admin
    • 0Komentar

    KADAR kesuburan di seluruh dunia terutamanya di negara maju dan membangun telah menurun. Malaysia tidak terkecuali dari menyaksikan perubahan ini. Jika 30 tahun dahulu mempunyai empat ke lima anak adalah kebiasaan tetapi pada hari ini purata kelahiran setiap keluarga hanyalah satu ke tiga anak. Mengikut perangkaan yang dikeluarkan oleh PBB, kadar kesuburan rakyat Malaysia semakin […]

expand_less