Muswil Mushida Kepulauan Riau Tegaskan Kemuliaan Muslimah dalam Islam
info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.
(Batam, mushida.org) Muslimat Hidayatullah Kepulauan Riau menyelenggarakan Musyawarah Wilayah (Muswil) VI pada 31 Januari–1 Februari 2026, bertepatan dengan 12–13 Sya’ban 1447 H. Kegiatan lima tahunan ini berlangsung di Kampus Hidayatullah Batu Aji, Batam, Kepulauan Riau, dan diikuti oleh pengurus serta perwakilan Muslimat Hidayatullah dari berbagai daerah di wilayah Kepulauan Riau.
Musyawarah Wilayah merupakan forum tertinggi di tingkat wilayah yang memiliki posisi strategis dalam perjalanan organisasi. Muswil tidak hanya menjadi agenda rutin, tetapi juga momentum evaluasi, refleksi, dan proyeksi perjuangan Muslimat Hidayatullah ke depan. Pada Muswil ke-6 ini, Pengurus Wilayah periode 2020–2025 menyampaikan laporan pertanggungjawaban kepada forum, sekaligus dilaksanakan pemilihan dan penetapan kepengurusan baru Muslimat Hidayatullah Kepulauan Riau untuk periode 2025–2030.
Tujuan diselenggarakannya Musyawarah Wilayah Muslimat Hidayatullah untuk memperkuat konsolidasi organisasi, meneguhkan arah gerak dakwah Muslimat Hidayatullah khususnya di wilayah Kepulauan Riau, serta melahirkan kepemimpinan yang amanah, visioner, dan mampu melanjutkan estafet perjuangan dakwah secara berkelanjutan. Selain itu, Muswil juga menjadi sarana mempererat ukhuwah, menyamakan visi, serta merumuskan program strategis yang relevan dengan kebutuhan umat dan tantangan zaman.
Muswil VI Mushida Kepulauan Riau mengangkat tema “Meneguhkan Peran Muslimat dalam Membangun Ketahanan Keluarga Menuju Indonesia Emas.” Ketua PW Mushida Kepulauan Riau periode 2020–2025, Ustadzah Sy. Yusmillah, dalam sambutannya menyampaikan bahwa tema tersebut sangat kontekstual dengan kondisi saat ini.
“Tema ini sangat relevan dengan tantangan zaman. Kita menyadari bahwa keluarga adalah fondasi utama peradaban, dan Muslimat memiliki peran strategis sebagai pendidik generasi, penjaga nilai, serta penguat ketahanan moral dan spiritual keluarga. Ketahanan keluarga yang kokoh akan melahirkan generasi yang beriman, berilmu, berakhlak, dan berdaya saing sebagai kontribusi nyata menuju Indonesia Emas,” ujarnya.
Sementara itu, Ketua DPW Hidayatullah Kepulauan Riau, Ustadz Lukman Hakim, dalam sambutannya menekankan pentingnya peran muslimah dalam mendukung perjuangan dakwah, khususnya melalui peran strategisnya sebagai pendamping suami dalam lembaga perjuangan. Ia menegaskan bahwa kedudukan muslimah dalam Islam sangat mulia, sebagaimana ditegaskan dalam Al-Qur’an dan hadits Nabi Muhammad ﷺ.
“Kemuliaan muslimah diabadikan dalam Al-Qur’an, di antaranya dalam Surah An-Nisa. Bahkan dalam hadits Nabi disebutkan sampai tiga kali, ‘Ibumu, ibumu, ibumu’, sebagai penegasan betapa agungnya posisi seorang muslimah dalam Islam,” tuturnya.
Dalam Musyawarah Wilayah tersebut, forum menetapkan Ustadzah Ummu Kaltsum sebagai Ketua Majelis Murabbiyah Wilayah, serta Ustadzah Arifatul Haq sebagai Ketua Pengurus Wilayah Muslimat Hidayatullah Kepulauan Riau periode 2025–2030.
Melalui Muswil VI ini, Muslimat Hidayatullah Kepulauan Riau berharap dapat semakin menguatkan peran muslimah dalam membangun ketahanan keluarga, memperkokoh nilai-nilai keislaman dalam kehidupan masyarakat, serta berkontribusi aktif dalam mewujudkan generasi unggul menuju Indonesia Emas.
- person


Saat ini belum ada komentar