Muslimat Hidayatullah Siap Gelar Rapat Kerja Nasional
info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.
Rapat Kerja Nasional Muslimat Hidayatullah merupakan forum strategis yang memiliki fungsi penting dalam perjalanan organisasi. Melalui Rakernas, terjadi proses sinkronisasi program antara Pengurus Pusat, Pengurus Wilayah, serta unit-unit pendidikan seperti PAUD Kampus Induk dan Kampus Utama, sehingga tercipta kesinambungan dan keselarasan gerak organisasi secara nasional.
Rakernas kali ini mengusung tema: “Konsolidasi Jati Diri dan Transformasi Organisasi Menuju Muslimat Hidayatullah yang Profetik, Profesional dan Berpengaruh.” Tema ini dipilih sebagai refleksi atas kebutuhan organisasi saat ini, yaitu: 1. Penguatan Jati Diri (profetik): Meneguhkan kembali identitas Muslimat Hidayatullah sebagai gerakan dakwah dan tarbiyah yang berlandaskan nilai Al-Qur’an dan Sunnah, serta visi perjuangan Hidayatullah. 2. Penguatan Tata Kelola (profesional): Membangun sistem organisasi yang tertib administrasi, transparan, terukur, berbasis perencanaan strategis, serta mampu menjawab tuntutan zaman. 3. Penguatan Dampak (berpengaruh): Muslimat Hidayatullah harus mampu menghadirkan program-program yang memberi kontribusi nyata bagi diri pribadi, keluarga dan masyarakat.
Rakernas Mushida akan diselenggarakan pada 6-8 April 2026/18-20 Syawal 1447 H di Gedung Dakwah DPP Hidayatullah, Cipinang, Jakarta. Kegiatan ini akan diikuti oleh 116 orang yang terdiri dari Pengurus Pusat, Unsur Pengurus Wilayah dari 36 Provinsi se-Indonesia, Kepala PAUD Kampus Induk dan Kampus Utama Hidayatullah.
Ketua Panitia Rakernas Mushida, Saryati, S.H.I., mengungkapkan gelaran ini dapat menyelaraskan arah gerak organisasi di tingkat Pusat dan Wilayah, meningkatkan profesionalitas tata kelola organisasi untuk mewujudkan transformasi organisasi menuju Muslimat Hidayatullah yang profetik, profesional dan berpengaruh.
“Semoga kegiatan ini dapat berlangsung lancar, sehingga program-program Muslimat Hidayatullah di bidang tarbiyah, dakwah, ekonomi, sosial, dan lainnya dapat tersosialisasisan di wilayah seluruh Indonesia,” ujarnya.
- person


Saat ini belum ada komentar