light_mode
light_mode

Perkuat Ketahanan Keluarga, PP Mushida Adakan Sosialisasi UU yang berkaitan dengan Ketahanan Keluarga

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

(Jakarta, Mushida.org) Dalam rangka syiar untuk menguatkan kembali ketahanan keluarga, Departemen Hubungan Antar Lembaga PP Muslimat Hidayatullah menghadirkan Webinar Kajian Ukhuwah Muslimat Hidayatullah yang bertajuk “Sosialisasi UU yang berkaitan dengan Ketahanan Keluarga” pada 4/11/2023.

“Tugas kita menjaga ketahanan keluarga agar tidak rentan. Di antara upaya yang dapat dilakukan seorang muslim harus memiliki ilmu dan pengetahuan. Yang kedua ialah cara bersikap dalam menyelesaikan persoalan rumah tangga. Kajian ukhuwah ini diadakan untuk menambah wawasan ketahanan keluarga sehingga diri kita dan keluarga bisa menjadi peraga dakwah,” ungkap Ketua Umum PP Mushida, Hani Akbar dalam sambutannya.

Banyaknya permasalahan keluarga, menyebabkan keluarga di Indonesia berada dalam kondisi keluarga yang rentan. Upaya “meliberalkan” keluarga dalam sebuah kebijakan salah satunya dengan adanya revisi usia perkawinan dalam UU Perkawinan, usia perkawinan menjadi 19 tahun. Penyimpangan dengan dispensasi kawin melalui Penetapan Pengadilan dampak merebaknya zina.

Demikian disampaikan Nurul Amalia dalam memaparkan materinya yang berjudul “Mengenal Aspek Hukum Ketahanan Keluarga dan Hukum Seputar Rumah Tangga.”

“Potret permasalahan keluarga juga dapat dilihat melalui data statistik tahun 2018 yang mencatat ada 419.268 pasangan bercerai dari sekitar 2 juta pernikahan. Di masa pandemi angka perceraian meningkat, dengan alasan yang paling banyak karena faktor ekonomi, adanya pertengkaran dan perselisihan terus menerus, KDRT, dan perselingkuhan,” imbuh Direktur Pusat Advokasi Hukum dan Hak Asasi Manusia DKI Jakarta ini.

Dalam uraiannya yang merujuk pada data, Nurul menyebutkan bahwa angka perceraian semakin naik sejak UU PKDRT disahkan, istri lebih berani mengajukan gugat cerai dan sedikit yang berupaya mempertahankan rumah tangganya. Hal ini menyebabkan Indonesia menjadi negara dengan angka perceraian tertinggi se-Asia Pasifik.

“Yang harus menjadi perhatian, seks bebas dan pornografi juga menjadi permasalahan keluarga. Maraknya seks bebas yang dibuktikan dengan adanya pemberitaan bahwa 237 anak di bawah umur mengajukan dispensasi nikah di Kabupaten Blora. Penyebabnya karena pergaulan bebas,” terang penulis Buku Saku Perceraian dan Akibat Hukumnya.

Untuk mengurai permasalahan keluarga yang kian merebak, UU Ketahanan Keluarga diperlukan dalam rangka mengatur secara khusus tentang Ketahanan Keluarga yang diharapkan akan melengkapi berbagai Undang-undang yang sudah ada.

“Negara harus hadir dalam memberi dukungan pada ketahanan keluarga sehingga terbentuk kebijakan pembangunan ramah keluarga,” pungkasnya.

Tak kalah menarik, materi ke dua dalam webinar ini berjudul, “Menguatkan Ketahanan Keluarga Muslim dari Kejahatan Seksual” yang disampaikan oleh Anggota Majelis Penasihat Muslimat Hidayatullah, Reni Susilowati.

“Saat ini kekerasan seksual berupa pelecehan seksual non fisik, intimidasi seksual, penyiksaan seksual dan lainnya terus mengintai keluarga muslim,” ujarnya.

Menurut Doktor lulusan Universitan Ibn Khaldun ini di antara faktor pemicu kejahatan seksual adalah tidak mendapatkan rasa aman, kurangnya rasa percaya diri, penelantaran, penyalahgunaan obat terlarang, KDRT, kegagalan akademis, dan norma budaya terkait agresi.

Allah berfirman

يٰٓاَيُّهَا الَّذِيْنَ اٰمَنُوْا قُوْٓا اَنْفُسَكُمْ وَاَهْلِيْكُمْ نَارًا وَّقُوْدُهَا النَّاسُ وَالْحِجَارَةُ عَلَيْهَا مَلٰۤىِٕكَةٌ غِلَاظٌ شِدَادٌ لَّا يَعْصُوْنَ اللّٰهَ مَآ اَمَرَهُمْ وَيَفْعَلُوْنَ مَا يُؤْمَرُوْنَ

“Wahai orang-orang yang beriman! Peliharalah dirimu dan keluargamu dari api neraka yang bahan bakarnya adalah manusia dan batu; penjaganya malaikat-malaikat yang kasar, dan keras, yang tidak durhaka kepada Allah terhadap apa yang Dia perintahkan kepada mereka dan selalu mengerjakan apa yang diperintahkan.” (QS. At-Tahrim: 6)

“Memelihara dalam ayat tersebut bermakna membesarkan, termasuk memenuhi semua kebutuhan fisik anak. Melindungi dan menjamin kesehatan anak, baik jasmani maupun rohani. Mendidik dengan berbagai ilmu pengetahuan dan ketrampilan yang berguna bagi anak dalam mengarungi kehidupan. Membahagiakan anak untuk dunia dan akhirat,” tuturnya dengan mengutip perkataan cendekiawan muslim, Zakiyah Darajat.

Meminjam istilah Euis Sunarti, seorang Pakar Ketahanan Keluarga menyebutkan bahwa ketahanaan keluarga adalah kemampuan keluarga untuk mengelola sumber daya dan masalah yang dihadapi keluarga agar keluarga sejahtera, yaitu terpenuhinya seluruh kebutuhan seluruh anggota keluarga.

“Pencegahan kejahatan seksual untuk menguatkan ketahanan keluarga dapat diupayakan melalui ketahanan spiritual, ketahanan psikologi, ketahanan sosial, ketahanan ekonomi, dan ketahanan fisik,” ujarnya.

Sedangkan mencegah penyimpangan seksual pada anak salah satunya dengan menciptakan kedekatan dengan anak, sehingga anak terbuka dan nyaman curhat masalah pribadinya (menjadi pendengar yang baik).

“Sebagai orang tua yang menjadi pendidikan pertama bagi anak, mari kita memberikan contoh dan teladan yang baik khususnya dalam pemakaian gadget. Kita menguatkan keluarga dengan aqidah, akhlak, dan adab untuk menuju keluarga yang berketahanan,” ajaknya pada 96 partisipan yang hadir.

Selain dihadiri oleh Muslimat Hidayatullah, kegiatan ini turut dihadiri oleh pengurus maupun anggota dari organisasi wanita Islam lainnya seperti Muslimah Wahdah, Teras Al Quds Brebes, Ketua Lembaga Pernikahan dan Keluarga Sakinah, Salimah, Wanita PUI, dan PP Muslimat Al Washliyah,

  • person
Bagikan Threads
Tulis Komentar
×

forum Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Gebyar Jalan Sehat PW Mushida Aceh

    • calendar_month Sabtu, 16 Nov 2024
    • account_circle admin
    • 0Komentar

    PW Musida Aceh mengadakan kegiatan jalan sehat yang berlangsung meriah di tiga titik yaitu PD Mushida Aceh Besar, PD Mushida Aceh Utara, dan PD Mushida Aceh Tenggara, yang dilaksanakan serentak pada hari Ahad, 6 Safar 1446 H/11 Agustus 2024. Meski kegiatan gebyar jalan sehat dilakukan agak terlambat dikarenakan hujan, kegiatan ini diwarnai kemeriahan karena tidak […]

  • Mabit Muslimat Hidayatullah Kendari: Perkuat Ruhiyah, Pererat Ukhuwah

    Mabit Muslimat Hidayatullah Kendari: Perkuat Ruhiyah, Pererat Ukhuwah

    • calendar_month Sabtu, 3 Okt 2026
    • account_circle Admin Mushida
    • 0Komentar

    Kendari – Departemen Perkaderan PD Muslimat Hidayatullah Kendari melaksanakan kegiatan Malam Bina Iman dan Takwa pada Jumat–Sabtu, 2–3 Oktober 2026, bertempat di Kampus Hidayatullah Putra Kendari. Kegiatan ini menjadi salah satu program Departemen Perkaderan dalam membangun kekuatan spiritual, mempererat ukhuwah, sekaligus meningkatkan kapasitas dan keterampilan para anggota Mushida. Mabit berlangsung rangkaian kegiatan yang dirancang tidak […]

  • Muslimat Hidayatullah Gunung Tembak Menggelar Daurah Shalat

    Muslimat Hidayatullah Gunung Tembak Menggelar Daurah Shalat

    • calendar_month Rabu, 10 Mei 2017
    • account_circle admin
    • 0Komentar

    BALIKPAPAN – Departemen Dakwah Muslimat Hidayatullah Wilayah Khusus Gunung Tembak menggelar acara pelatihan (daurah) shalat. Acara ini mengangkat tema “ Shallu Kama Raaitumuuni Ushalli”. Acara ini diselenggarakan di Aula Prasmanan Pondok Pesantren Hidayatullah Gunung Tembak Balikpapan yang beralamat di Jalan Mulawarman, Kelurahan Teritip, Balikpapan Timur, Ahad (10/07/2017). Dalam kegiatan ini menghadirkan pembicara Anggota Majelis Mudzakarah […]

  • Departemen Keputrian PW Muslimat Hidayatullah Sulawesi Selatan Menyelenggarakan Literasi Digital Creative

    • calendar_month Senin, 21 Feb 2022
    • account_circle adminmushida
    • 0Komentar

    Kegiatan Literasi Digital Creative khusus muslimah yang diselenggarakan oleh Departemen Keputrian PW Mushida Sulawesi Selatan merupakan kegiatan pengembangan soft skill untuk para kader muslimah secara umum. Kegiatan ini dilakukan melalui virtual zoom pada 12-13 Februari 2022. Rangkaian acara dimulai dengan pembukaan yang dibuka langsung oleh Ketua PW Mushida Sulawesi Selatan Rahmatia ZR, S.H.I. “Saya berharap […]

  • Muslimat Hidayatullah Sumut Gelar Marhalah Wustha

    Muslimat Hidayatullah Sumut Gelar Marhalah Wustha

    • calendar_month Minggu, 3 Nov 2019
    • account_circle admin
    • 0Komentar

    Dalam rangka memenuhi tuntutan organisasi yang terus berkembang dalam menunjang upaya pengembangan dakwah Hidayatullah, Pengurus Pusat Muslimah Hidayatullah kembali menggelar kegiatan Dauroh Marhalah Wustha bagi kader-kader Mushida di wilayah Sumatera Utara, dengan tema “Mengokohkan Jati Diri, Menguatkan kultur Jamaah menuju Terbangunnya Peradaban Islam”, diselenggarakan di kota Medan, Sumatera Utara, 2-5 Rabiul Awwal 1441 H (30 […]

  • Musyawarah Wilayah Muslimat Hidayatullah Sulawesi Barat: Perbarui Niat Untuk Konsisten Berkhidmat

    Musyawarah Wilayah Muslimat Hidayatullah Sulawesi Barat: Perbarui Niat Untuk Konsisten Berkhidmat

    • calendar_month Sabtu, 10 Jan 2026
    • account_circle Admin Mushida
    • 0Komentar

    Mamuju, mushida.org – Musyawarah Wilayah (Muswil) Muslimat Hidayatullah Sulawesi Barat diikuti oleh 24 peserta, resmi dibuka pada 10 Januari 2026/21 Rajab 1447 H di Hotel Tomborang, Mamuju, Sulawesi Barat. Dalam sambutannya, Ketua PW Muslimat Hidayatullah Sulawesi Barat, Ibu Salbiana, S.Pd.I., menegaskan bahwa Musyawarah Wilayah bukan sekadar agenda organisasi, melainkan ruang untuk saling menguatkan, belajar, dan […]

expand_less