Rakerwil Muslimat Hidayatullah NTB Rumuskan Program Strategis untuk Umat

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.
Mataram, mushida.org — Muslimat Hidayatullah Nusa Tenggara Barat (NTB) menyelenggarakan Rapat Kerja Wilayah (Rakerwil) pada 23–24 Mei 2026/6–7 Dzulhijjah 1447 H di Aula Pondok Pesantren Hidayatullah Mataram. Kegiatan ini menjadi forum strategis dalam memperkuat konsolidasi organisasi, menyusun arah program kerja, serta meneguhkan peran Muslimat Hidayatullah di tengah dinamika zaman yang terus berkembang.
Mengusung tema “Konsolidasi Jati Diri dan Transformasi Organisasi Menuju Muslimat Hidayatullah yang Mandiri dan Berpengaruh,” Rakerwil diikuti oleh jajaran pengurus wilayah, pengurus daerah, serta kader Muslimat Hidayatullah se-NTB.
Mewakili Ketua Umum PP Muslimat Hidayatullah, Ketua Bidang Organisasi PP Muslimat Hidayatullah, Wulan Sari, A.Md., menyampaikan bahwa Rakerwil merupakan forum tertinggi di lingkungan Mushida yang memiliki nilai penting dalam melakukan konsolidasi jati diri organisasi.
Menurutnya, jati diri Hidayatullah berakar pada landasan tauhid, risalah kenabian, serta komitmen terhadap amar ma’ruf nahi munkar.
“Sejak awal berdiri, Hidayatullah menekankan pembinaan aqidah dan pendidikan berbasis Al-Qur’an sebagai sarana pembentukan kader. Karena itu, konsolidasi jati diri harus terus diperkuat,” ujarnya.
Ia menegaskan bahwa penguatan jati diri menjadi fondasi penting agar organisasi tetap istiqamah dalam menjalankan dakwah dan pembinaan umat di tengah perubahan sosial, ekonomi, dan budaya yang berlangsung sangat cepat.
Selain itu, ia menekankan pentingnya transformasi organisasi agar Muslimat Hidayatullah mampu beradaptasi dengan perkembangan zaman tanpa kehilangan kultur dan jati diri perjuangan.
“Muslimat Hidayatullah memiliki peran sentral dalam keluarga, pendidikan, dan masyarakat. Karena itu, transformasi organisasi harus memberi ruang bagi muslimah untuk tampil sebagai aktor mandiri yang tetap berpegang pada nilai-nilai Islam,” tambahnya.
Sementara itu, Ketua DPW Hidayatullah NTB, Lalu Mabrul, M.Pd.I., dalam sambutannya menekankan pentingnya konsolidasi dalam organisasi sebagai upaya menjaga kekuatan dakwah dan soliditas kader.
Menurutnya, dakwah bukan hanya tentang menjaga diri sendiri, tetapi juga menghadirkan manfaat dan kebaikan bagi lingkungan serta masyarakat luas. Karena itu, setiap kader diharapkan terus memperkuat tarbiyah, menjaga keistiqamahan, dan meningkatkan kontribusi dalam perjuangan dakwah.
“Dengan konsolidasi jati diri ini, kita meneguhkan kembali identitas Muslimat Hidayatullah sebagai organisasi dakwah yang berpegang teguh pada nilai-nilai Islam. Jati diri yang kuat akan menjadi landasan dalam menjaga arah perjuangan dan memperkuat soliditas kader,” ungkapnya.
Rakerwil merupakan manifestasi ketaatan dalam sistem kepemimpinan imamah jama’ah. Setiap keputusan dan kebijakan yang dihasilkan merupakan implementasi dari proses musyawarah yang berjenjang, mulai dari Rakernas, Rakerwil, hingga Rakerda.
Melalui program-program yang dirumuskan dalam forum tersebut, diharapkan seluruh kader mampu menjalankan amanah sebagai khalifatullah dengan penuh tanggung jawab dan keikhlasan.
Allah berfirman dalam Surah At-Taubah ayat 105:
“Bekerjalah kamu, maka Allah akan melihat pekerjaanmu, begitu juga Rasul-Nya dan orang-orang mukmin, dan kamu akan dikembalikan kepada (Allah) Yang Mengetahui yang gaib dan yang nyata, lalu diberitakan-Nya kepada kamu apa yang telah kamu kerjakan.”
Rakerwil ini diharapkan mampu melahirkan program kerja yang strategis, terukur, dan berdampak nyata bagi penguatan dakwah, pendidikan, serta pemberdayaan umat di Nusa Tenggara Barat.
- person

Saat ini belum ada komentar