Dukung Peraturan Darah (Perda) Tentang Perlindungan Keluarga, PP Mushida Hadiri Forum Dialog Peduli Generasi
- Berita Pendidikan Pendidikan Anak
- calendar_month 13 jam yang lalu

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.
Depok, mushida.org — Ketua Bidang Pendidikan PP Muslimat Hidayatullah, Hapseni, bersama Ketua Departemen Pendidikan Keluarga PP Muslimat Hidayatullah, Andi Muliani, menghadiri Forum Dialog Peduli Generasi yang diselenggarakan oleh Penggiat Keluarga (GIGa) Indonesia bekerja sama dengan Sahabat Keluarga Berlian. Forum ini berhasil menghimpun dukungan dari 40 lembaga dan organisasi terhadap upaya lahirnya Peraturan Daerah (Perda) Kota Depok tentang Perlindungan Keluarga dari Orientasi dan Perilaku Seksual Menyimpang (OPSM).
Kegiatan yang berlangsung di Restoran Kari Minang, Sukmajaya, Kota Depok tersebut dihadiri oleh berbagai unsur masyarakat, mulai dari organisasi kemasyarakatan Islam, Ikatan Dokter Indonesia (IDI), BKPRMI, akademisi, praktisi HIV/AIDS, pemerhati keluarga, tokoh masyarakat, hingga berbagai lembaga yang memiliki kepedulian terhadap ketahanan keluarga dan masa depan generasi bangsa.
Acara diawali dengan pemaparan Irwan Rinaldi mengenai pentingnya penguatan peran ayah dalam keluarga. Dalam penyampaiannya, ia menegaskan bahwa ayah memiliki peran strategis sebagai pemimpin, pelindung, pendidik, sekaligus teladan utama bagi anak-anak.
“Ayah bukan hanya pencari nafkah, tetapi juga pendidik pertama, pelindung, dan teladan bagi anak-anaknya. Keterlibatan ayah dalam pengasuhan akan melahirkan generasi yang kuat dan berkarakter,” ujar pria yang kerap disapa Ayah Irwan.
Selanjutnya, Ketua GIGa Indonesia, Prof. Euis Sunarti, M.Si., menyampaikan materi tentang pentingnya memperkuat ketahanan keluarga melalui pendekatan mikro maupun makro. Menurutnya, keluarga merupakan fondasi utama dalam membangun kualitas sumber daya manusia dan perlu didukung oleh kebijakan publik yang berpihak pada penguatan institusi keluarga.
“Ketahanan keluarga tidak hanya menjadi tanggung jawab keluarga itu sendiri, tetapi memerlukan dukungan lingkungan dan kebijakan yang berpihak pada perlindungan serta penguatan fungsi keluarga,” tutur Prof. Euis.
Diskusi yang berlangsung secara konstruktif menghasilkan kesepahaman bersama bahwa keluarga merupakan garda terdepan dalam menjaga kualitas generasi. Karena itu, diperlukan sinergi berbagai pihak untuk menghadirkan kebijakan yang mampu memperkuat ketahanan keluarga sekaligus memberikan perlindungan terhadap berbagai ancaman sosial yang dapat memengaruhi tumbuh kembang anak dan remaja.
Sebagai bentuk komitmen nyata, para peserta yang mewakili 40 lembaga dan organisasi menandatangani Pernyataan Dukungan terhadap hadirnya Peraturan Daerah Kota Depok tentang Perlindungan Keluarga dari Orientasi dan Perilaku Seksual Menyimpang (OPSM).
Menanggapi hal tersebut, Hapseni menyampaikan bahwa Muslimat Hidayatullah mendukung berbagai upaya yang bertujuan memperkuat ketahanan keluarga sebagai benteng utama pembinaan generasi.
“Keluarga adalah madrasah pertama bagi anak. Karena itu, ikhtiar menghadirkan kebijakan yang memperkuat fungsi keluarga perlu didukung bersama demi terwujudnya generasi yang beriman, berakhlak, dan memiliki ketahanan menghadapi tantangan zaman,” ungkapnya.
Forum ini diharapkan menjadi langkah awal yang memperkuat kolaborasi antara pemerintah, akademisi, organisasi masyarakat, tenaga kesehatan, tokoh agama, dan seluruh elemen masyarakat dalam mengawal kebijakan yang berpihak pada ketahanan keluarga serta perlindungan generasi penerus bangsa.
- person
- Penulis: Hapseni
- Editor: Arsyis M

Saat ini belum ada komentar