light_mode
light_mode

Bukan Sekadar Cinta dan Ketika Musibah Ingin Berpisah Membuncah

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

Rina: ”Aku sudah minta cerai pada suamiku, Dewi”

Dewi: ”Loh, ada apa ini Rin, kok tiba-tiba minta cerai, apa mas Bambang menyakitimu atau tidak memenuhi kewajibannya padamu?”

Rina: ”Aku tidak mencintainya lagi, Dewi” 

Dewi: ”Belasan tahun kalian bersama, tiba-tiba mengatakan tidak cinta??, tidak masuk akal”

Rina: ”Dalam hati ini tidak ada rasa cinta lagi padanya, aku tidak bisa melayaninya dan melaksanakan kewajibanku lagi, Dewi”

Dewi: ”Apa ada lelaki lain yang mengisi hatimu, jawablah!”

Rina: ”Iya, dia romantis tidak seperti mas Bambang, aku selalu nyambung jika berdialog dengannya”

Dewi: ”Musibah. Ini musibah bagimu, Rina”

********

ILUSTRASI di atas boleh jadi kerap terjadi pada pasangan muslim muslimah belakangan ini. Setidaknya, hal seperti ini terjadi di kota Depok.

Pengadilan Negeri Agama Kota Depok belum lama ini mengemukakan tingginya tingkat perceraian di kota ini yang mencapai 20-25 persen dari angka pernikahan yang mencapai 10-11 ribu pasangan setiap tahunnya. Atau, sekitar 10-15 pasangan/ hari mengajukan gugatan cerai.

“Fenomena kasus perceraian didominasi oleh pihak perempuan yang mengajukan,” kata Panitera Pengadilan Agama Kota Depok, Entoh Abdul Fatah, seperti dilansir harian Radar Depok, Agustus lalu.

Ikatan Suci

Rumah tangga muslim awalnya diikat dengan janji yang kuat (mitsaq gholiidz). Diucapkan oleh mempelai pria dari wali mempelai wanita.

Ikatan ini tidak diawali dengan rasa cinta. Rasa cinta itu mereka bangun bersama dalam suka dan duka. Sesuatu yang haram mereka lihat, sentuh dan nikmati sebelum ijab kabul diucapkan, menjadi halal tanpa batas.

Waktu berlalu, cinta yang bermekaran di awal pernikahan tergerus rutinitas dan kesibukan masing-masing pasangan. Adaptasi antar pribadi yang berbeda dalam segala hal yang dirasa tidak pernah tuntas menambah layu bunga-bunga cinta itu.

Akhirnya, masing-masing merasa bahwa pasangannya tidak memiliki kelebihan, atau hanya mendapatkan banyak kekurangannya daripada kelebihannya.

Di saat seperti itu, setan leluasa meniupkan rayunya. Dia menunjukkan jalan-jalan indah yang gemerlapan di luar istana pasangan. Berbagai alasan untuk mengakhiri perkawinan akhirnya timbul. Dari masalah materi sampai rasa-rasa di hati.

Rasa cinta yang awalnya tidak ada di antara suami istri adalah karunia Allah yang Dia turunkan pada hati-hati manusia.

Rasa cinta ini merupakan salah satu tanda kekuasaan Allah. sebagaimana firman-Nya dalam surat Ar-rum ayat 21.

وَمِنْ آيَاتِهِ أَنْ خَلَقَ لَكُمْ مِنْ أَنْفُسِكُمْ أَزْوَاجًا لِتَسْكُنُوا إِلَيْهَا وَجَعَلَ بَيْنَكُمْ مَوَدَّةً وَرَحْمَةً إِنَّ فِي ذَلِكَ لَآيَاتٍ لِقَوْمٍ يَتَفَكَّرُونَ

“Dan dari tanda-tanda kekuasaan-Nya, bahwasanya Dia menciptakan kalian berpasangan agar kalian merasa tenang. Dan menjadikan di antara kalian rasa cinta dan kasih sayang. Sungguh pada yang demikian itu ada pelajaran bagi orang-orang yang berfikir”

Karena rasa cinta ini berasal dari Allah, hendaknya setiap manusia memohon pada-Nya agar selalu diberi rasa cinta kepada pasangannya.

Di samping itu, hukum sebab akibat tetap berlaku, yaitu dengan mengusahakan segala cara agar cinta itu tetap bersemi indah. Misalnya dengan mengulang apa yang di awal pernikahan dulu pernah mereka lakukan, mengingat momen-momen indah bersama, memberikan barang yang disukai pasangan, dan lain sebagainya.

Rasa cinta itu sirna kadang disebabkan oleh buruknya komunikasi antar pasangan. Setiap suami/istri cuek dengan apa yang terjadi dalam rumah mereka.

Sehingga, masalah-masalah kecil yang menjadi sandungan dalam menjalankan bahtera rumah tangga terabaikan. Ini memicu adanya batu yang lebih besar lagi.

Komunikasi yang terbangun dengan baik akan memberikan solusi untuk setiap masalah yang sifatnya batin maupun dzohir, dari masalah hati sampai yang dapat ditangkap oleh indera.

Terlepas dari bisikan setan, dari komunikasi yang buruk pula, orang ketiga mudah sekali masuk dan akhirnya mempengaruhi hubungan perkawinan.

Apalagi, di zaman tehnologi canggih saat ini. Khalwat (berduaan) dapat dengan mudah dilakukan oleh suami/istri melalui telepon genggam, kapan dan di manapun mereka inginkan.

Sedikit saja kesalahan dalam mengirim emoji dan kalimat pujian, besar dampak yang akan diterima. Indah, tapi darinya perangkap setan mulai dilebarkan.

Cinta memang sulit dimengerti, begitu ucapan banyak orang. Tapi bagi muslim/ muslimah yang segala tindakannyaakan dipertangung jawabkan kepada pemilik cinta kelak, cinta akan selalu indah.

Tidak ditemukan dalam kamus mereka akhir yang pahit dari cinta. Semuanya indah, semuanya penuh bunga. Sebab- sebab cinta akan selalu ditumbuhkan dan dijaga walaupun berat dan membutuhkan pengorbanan.

Semestinya, cinta yang dibangun karena kepatuhan diri pada Allah dan ketaatan dalam mengikuti Rosul-Nya tidak akan pernah pudar.

Sebab-sebab yang dijadikan alasan untuk mengakhiri janji setia harusnya tidak ada. Masalah ekonomi, perhatian yang tidak kunjung didapatkan, cinta yang sudah hilang, diduakan dengan wanita lain dan sebagainya, bukanlah alasan untuk mengakhiri janji yang sejajar dengan janji-janji para Nabi ketika mengemban risalah dari Allah.

Perkawinan bukanlah sekedar mengakhiri masa lajang, atau mengusir kesepian dalam kesendirian, atau mencari cinta yang membahagiakan, atau menyalurkan desakan naluri seksual belaka.

Lebih dari itu semua, perkawinan adalah dorongan kebutuhan jiwa untuk mendapatkan ketenangan. Itulah yang dikatakan Allah pada ayat di atas, “supaya kalian mendapatkan ketenangan”.

Ketenangan dalam banyak hal, seperti saat seorang suami mendambakan ketenangan sepulang kerja, ketenangan yang istri dambakan saat suaminya tidak di sisinya, ketenangan yang dibutuhkan anak-anak mereka sepanjang masa.

Karena ketenangan ini pula suami istri tidak terbatas melakukan hubungan jasad, tetapi melakukan berbagai kegiatan bersama yang melibatkan perasaan dan emosi, keresahan dan harapan. Inilah makna yang terdapat dalam surat Annisa, ayat 21:

وَكَيْفَ تَأْخُذُونَهُ وَقَدْ أَفْضَى بَعْضُكُمْ إِلَى بَعْضٍ وَأَخَذْنَ مِنْكُمْ مِيثَاقًا غَلِيظًا

“Bagaimana mungkin kalian akan mengambil (kembali) harta itu(mahar), sedangkan kalian telah bergaul satu sama lain, dan mereka telah mengambil janji yang kuat dari kalian” 

Maka, tidak ada alasan untuk mengakhiri hubungan pernikahan, walaupun rasa cinta itu mereka katakan tidak ada lagi. Wallahu a’lam.

__________
*) SARAH ZAKIYAH, penulis adalah pengurus PP Muslimat Hidayatullah. 

  • person
Bagikan Threads
Tulis Komentar
×

forum Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • DMU PW Mushida Sulawesi Barat: Mencetak dan Meningkatkan Kualitas Kader Muslimat Hidayatullah Menuju Keluarga Qur’ani

    DMU PW Mushida Sulawesi Barat: Mencetak dan Meningkatkan Kualitas Kader Muslimat Hidayatullah Menuju Keluarga Qur’ani

    • calendar_month Selasa, 14 Sep 2021
    • account_circle adminmushida
    • 0Komentar

    Pengurus Wilayah (PW) Mushida Sulawesi Barat menggelar Daurah Marhalah Ula bertempat di Aula Kampus Madya YPCM Hidayatullah Mamuju (3-5/9/21). Program tersebut terselenggara atas kerja sama seluruh Pengurus Daerah (PD) serta dukungan penuh dari organisasi induk, YPCM dan BMH. Kegiatan yang mengangkat tema “Mencetak dan Meningkatkan Kualitas Kader Muslimat Hidayatullah Menuju Keluarga Qur’ani” ini diikuti oleh […]

  • Silaturrahim PW Mushida Kaltim ke Tanah Grogot

    Silaturrahim PW Mushida Kaltim ke Tanah Grogot

    • calendar_month Rabu, 24 Okt 2001
    • account_circle admin
    • 0Komentar

    MUSHIDA.ORG — Begitu ada peluang,langsung dimanfaatkan, begitulah ibaratnya. Ceritanya; setiap kali rapat pengurus PW Kaltim, selalu saja ada rencana kunjungan ke daerah. Masalahnya adalah, banyak pengurus PD yang terlambat memberikan responnya kalau kami menanyakan sesuatu, begitu keluh ketua PW. Ini membuat pengurus PW bingung, apa sebenarnya yang menjadi masalah di daerah. Akhirnya, tak ada jalan […]

  • Meski Terkendala Jarak, Kegiatan Training Annisa Papua Berjalan Semarak

    Meski Terkendala Jarak, Kegiatan Training Annisa Papua Berjalan Semarak

    • calendar_month Senin, 28 Jan 2019
    • account_circle admin
    • 0Komentar

    Puluhan remaja putri mengikuti kegiatan pelatihan motifasi dan pengembangan diri yang digelar oleh Departemen Annisa PW Muslimat Hidayatullah Papua yang diselenggarakan di Kampus Pondok Pesantren Hidayatullah Manokwari, Sabtu-Ahad (28-29/12/2019). Acara tersebut berjalan cukup semarak kendati belum sepenuhnya optimal karena tak semua daerah Muslimat Hidayatullah se-Provinsi Papua dapat mengirimkan utusannya karena karakteristik kawasan ini yang memang […]

  • PP Mushida Gelar Pelatihan Kepala Sekolah dan Guru Tahap I

    PP Mushida Gelar Pelatihan Kepala Sekolah dan Guru Tahap I

    • calendar_month Rabu, 26 Okt 2022
    • account_circle admin
    • 0Komentar

    (Yogyakarta,mushida.org) Muslimat Hidayatullah mengelola lebih dari 200 PAUD yang tersebar di 34 provinsi di Indonesia. Untuk pertama kalinya setelah Rakernas II 2022 Muslimat Hidayatullah, Departemen Pendidikan PP Muslimat Hidayatullah melalui Badan Pengembangan Mutu PAUD Muslimat Hidayatullah (BPM-PAUD MUSHIDA) mengadakan pelatihan Kepala Sekolah dan guru secara luring. Acara yang merupakan pelatihan tahap I untuk kepala sekolah […]

  • PW Mushida Sultra Rayakan Hari Hijab Sedunia dengan Semangat Ukhuwah

    PW Mushida Sultra Rayakan Hari Hijab Sedunia dengan Semangat Ukhuwah

    • calendar_month Selasa, 17 Sep 2024
    • account_circle Admin Mushida
    • 0Komentar

    (Kendari, mushida.org) Kolam Retensi Boulevard, Kendari bertransformasi menjadi lautan warna-warni, bukan karena bunga-bunga mekar, tetapi karena ratusan jilbab indah yang menghiasi para wanita yang hadir. Hari Hijab Sedunia dirayakan dengan penuh makna oleh PW Muslimat Hidayatullah Sulawesi Tenggara bersinergi dengan Baitul Maal Hidayatullah. Bukan hanya sebagai seremonial belaka, tetapi sebagai momentum untuk merajut ukhuwah dan […]

  • Akhir Hidup Sang Pengelana

    • calendar_month Rabu, 14 Agt 2024
    • account_circle adminmushida
    • 0Komentar

    Christina Onasis adalah seorang Wanita berkebangsaan Yunani, putri milyuner terkenal Onasis. Ayahnya Onasis adalah seorang milyarder besar yang terkenal memiliki pulau-pulau dan armada-armada laut. Singkat cerita, Christina telah menikah dengan seorang laki-laki Bangsa Amerika ketika ayahnya masih hidup. Mereka hidup selama beberapa bulan kemudian bercerai. Christina mengalami banyak tragedi dalam hidupnya. Kakaknya Alexander meninggal dalam […]

expand_less