Seminar Pra Nikah Mushida Kalimantan Barat Dorong Generasi Muda Siapkan Pernikahan dengan Ilmu

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.
Pontianak – Pernikahan bukan hanya tentang menemukan pasangan, tetapi juga tentang kesiapan menjalani amanah kehidupan bersama. Karena itu, ilmu dan keteguhan tauhid menjadi bekal penting yang perlu dipersiapkan bahkan sebelum akad pernikahan.
Berangkat dari semangat tersebut, PW Mushida Kalimantan Barat bersama LAZNAS Baitul Maal Hidayatullah (BMH) Kalimantan Barat menggelar Seminar Pra Nikah dengan tema “Menjemput Pernikahan dengan Ilmu, Membangun Keluarga Dalam Ketaatan”, Sabtu, 29 Agustus 2026.
Kegiatan yang berlangsung di SD Integral Hidayatullah Pontianak tersebut diikuti oleh para guru dan tenaga pendidik Yayasan Hidayatullah Pontianak. Seminar ini menghadirkan empat pemateri, yakni Ustadz Asep Syamsul Fuad, S.Pd.I., Ustadz Irfan, S.Kom.I., M.Pd., Ustadzah Mutiah, S.Psi., dan Ustadzah Elly Syahadati, M.Pd.
Ketua Panitia, Ustadzah Juliana, S.Pd.AUD, yang juga merupakan Department Pendidikan Keluarga PW Mushida Kalimantan Barat, mengatakan kegiatan tersebut digelar sebagai respons terhadap fenomena kegagalan rumah tangga yang salah satunya terjadi karena pernikahan tidak dipersiapkan dengan ilmu yang memadai.
“Kegiatan ini dilaksanakan untuk menjawab fenomena banyaknya kegagalan pernikahan yang tidak didasarkan pada ilmu. Menguatkan ketahanan keluarga masa kini harus berlandaskan tauhid yang kuat sebagai solusi terhadap berbagai problematika keluarga,” jelasnya.
Menurutnya, seminar tersebut diharapkan tidak berhenti pada pemahaman teoritis, tetapi menjadi bekal bagi peserta dalam mempersiapkan kehidupan rumah tangga.
“Tujuannya adalah para alumni seminar siap menikah dengan ilmu sebagai bekal awal dalam pernikahan,” imbuhnya.
Kepala Perwakilan BMH Kalimantan Barat, Rohsyiandi Santika, menyampaikan bahwa BMH mendukung kegiatan tersebut karena pembekalan sebelum pernikahan merupakan bagian penting dalam membangun ketahanan keluarga.
“BMH mendukung program ini karena dirasa sangat penting dalam membangun ketahanan keluarga sejak pra pernikahan, yaitu dengan membekali diri dengan ilmu. Terlebih di era sekarang, tantangan dalam membangun keluarga tidak semakin mudah,” ungkapnya.
Ia menambahkan, keluarga yang kokoh tidak hanya dibangun dengan kesiapan secara materi, tetapi juga dengan pemahaman agama, kesiapan mental, komunikasi, dan komitmen untuk menjalankan kehidupan rumah tangga dalam ketaatan kepada Allah SWT.
Melalui seminar ini, PW Mushida Kalimantan Barat berharap semakin banyak generasi muda yang memandang pernikahan sebagai amanah yang perlu dipersiapkan dengan serius. Sebab, keluarga yang kuat tidak hanya dimulai saat akad diucapkan, tetapi jauh sebelumnya ketika seseorang memilih untuk mempersiapkan dirinya dengan ilmu, iman, dan ketakwaan.
- person
- Penulis: Abu Azzam Al Anshory

Saat ini belum ada komentar