light_mode
light_mode

Keputrian PP Muslimat Hidayatullah Gelar Webinar Nasional, Kaji Fenomena LGBT dan Ketahanan Diri Muslimah

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

Jakarta — Keputrian Pengurus Pusat Muslimat Hidayatullah menggelar Webinar Nasional bertajuk “Memahami Fenomena LGBT, Menguatkan Ketahanan Diri, dan Menjaga Masa Depan Generasi Muslimah” pada Sabtu, 5 September 2026.

Webinar tersebut diikuti oleh lebih dari 450 partisipan Zoom dan melibatkan 5.581 ummahat serta anggota Keputrian Muslimat Hidayatullah di seluruh Indonesia. Kegiatan ini menjadi ruang edukasi dan penguatan bagi generasi muslimah dalam menghadapi berbagai tantangan sosial dan perkembangan budaya yang dapat memengaruhi ketahanan iman, fitrah, serta karakter generasi muda.

Ketua Bidang Keputrian PP Muslimat Hidayatullah, Mutiah Najwati, S.H.I., M.Pd., dalam sambutannya mengatakan bahwa webinar tersebut digelar untuk mengajak peserta memahami fenomena LGBT yang berkembang di tengah masyarakat sekaligus membangun kesadaran untuk memperkuat iman, menjaga fitrah dan kehormatan diri, menjaga pergaulan, serta mempersiapkan masa depan sebagai seorang muslimah.

“Kita ingin mengajak para peserta untuk mengetahui fenomena darurat LGBT yang tengah terjadi saat ini, yang sangat jauh dari nilai Islam, serta mengajak untuk selalu menguatkan iman, menjaga fitrah, kehormatan diri, menjaga pergaulan, serta masa depan sebagai seorang muslimah,” ujarnya.

Ia menegaskan bahwa webinar tersebut tidak sekadar ditujukan untuk memberikan informasi mengenai fenomena LGBT. Lebih dari itu, kegiatan ini diharapkan dapat membangun kesadaran dan ketahanan diri para peserta. Generasi Muslimat Hidayatullah diharapkan dapat tumbuh menjadi pribadi yang shahihul aqidah, mutahalliqun bil Qur’an, mujahidun fil ‘ibadah, da’in ilallah, dan multazimun bil jamaah.

Keynote speech disampaikan Ketua Umum DPP Hidayatullah, K.H. Naspi Arsyad, Lc. Dalam arahannya, ia menekankan pentingnya strategi dakwah yang tepat dalam menghadapi berbagai karakter mad’u, khususnya generasi muda.

Menurutnya, seorang da’iyah perlu membangun relasi dan komunikasi yang nyaman dengan mad’u. Para da’i dan da’iyah juga perlu memosisikan diri sebagai murabbi yang mampu menghadirkan dakwah secara baik dan menyenangkan.

Ia menekankan bahwa pendekatan dakwah yang tepat akan membantu pesan-pesan Islam lebih mudah diterima. Karena itu, dakwah hendaknya tidak hanya berorientasi pada penyampaian materi, tetapi juga membangun kedekatan dan proses pembinaan yang baik.

Narasumber webinar ini menghadirkan Pendiri Yayasan Peduli Sahabat, Bapak Agung Sugiarto, yang dikenal akrab dengan Kak Sinyo. Ia mengajak peserta memahami sejumlah faktor yang dapat memengaruhi seseorang dalam melakukan tindakan negatif. Menurutnya, salah satu faktor yang perlu menjadi perhatian adalah lemahnya aqidah.

“Seseorang dapat melakukan tindakan negatif karena tidak memiliki aqidah yang kuat. Selain itu, pengalaman perundungan, pengaruh kultur dan budaya yang tidak sesuai dengan syariat Islam, serta ketidakmampuan dalam mengelola emosi dan perasaan juga dapat memengaruhi perilaku seseorang.

Kak Sinyo juga menyoroti kondisi anak-anak yang menempuh pendidikan di sekolah Islam tetapi belum mendapatkan pembelajaran yang cukup relevan dengan realitas kehidupan mereka. Menurutnya, pendidikan Islam perlu mampu menjawab persoalan yang dihadapi generasi muda agar nilai-nilai yang diajarkan tidak berhenti pada pengetahuan, tetapi dapat diterapkan dalam kehidupan.

Karena itu, ia menekankan bahwa penguatan aqidah menjadi salah satu solusi penting dalam membentengi generasi dari berbagai pengaruh negatif.

Sementara itu, Ketua Umum PP Muslimat Hidayatullah, Hani Akbar, S.Sos.I., M.Pd., dalam materinya menegaskan bahwa menjadi muslimah yang kuat bukan berarti hidup tanpa tantangan.

“Muslimah yang kuat bukan yang hidup tanpa tantangan, tapi muslimah yang kuat ialah yang bisa menghadapi tantangan dalam kehidupan,” tuturnya.

Ia kemudian memperkenalkan lima kompas kehidupan muslimah yang dapat menjadi pedoman dalam menjalani kehidupan, yaitu iman sebagai kompas utama, ilmu sebagai cahaya penerang, karakter sebagai kekuatan diri, batas diri sebagai perisai, dan tujuan hidup sebagai arah perjalanan.

Ia menjelaskan bahwa fitrah manusia membawa tanggung jawab. Manusia tidak hanya diberi keinginan, tetapi juga diberikan akal untuk memilih, mengendalikan diri, dan mempertanggungjawabkan setiap tindakannya di hadapan Allah.

“Dunia terus berubah, tetapi prinsip kita harus kokoh dan tidak tergoyahkan,” tegasnya.

Dalam materinya, Hani juga menjelaskan pentingnya memahami batas diri sebagai bagian dari upaya menjaga kehormatan dan membangun relasi yang sehat dengan orang lain. Ia membagi batas diri ke dalam empat pilar.

Pertama adalah batasan fisik, yaitu kemampuan menentukan siapa yang boleh menyentuh tubuh dan memahami batas interaksi fisik dengan orang lain.

Kedua adalah batasan emosional. Menurutnya, seorang muslimah perlu mampu melindungi energi dan perasaannya agar tidak terus-menerus tersedot oleh persoalan orang lain.

Ketiga adalah batasan waktu. Muslimah perlu menghargai waktu istirahat, waktu pribadi, dan privasi dirinya.

Keempat adalah batasan material. Seorang muslimah perlu memiliki aturan dan ketegasan dalam menjaga barang-barang pribadi, termasuk dalam hal peminjaman kepada orang lain.

Pada bagian akhir, Ketua Umum PP Muslimat Hidayatullah ini mengajak peserta agar memiliki keteguhan prinsip dalam menghadapi berbagai perubahan sosial dan narasi yang berkembang di tengah masyarakat. Ia menekankan pentingnya sikap kritis terhadap normalisasi kampanye LGBT yang dinilai bertentangan dengan nilai-nilai agama dan moral yang dianut masyarakat Indonesia.

Webinar Nasional Keputrian PP Muslimat Hidayatullah tersebut diharapkan menjadi momentum untuk memperkuat aqidah, ilmu, karakter, serta ketahanan diri generasi muslimah. Dengan bekal iman dan pemahaman yang baik, generasi muslimah diharapkan mampu menghadapi perubahan zaman tanpa kehilangan fitrah, kehormatan diri, dan jati diri sebagai seorang muslimah.

 

  • person
Bagikan Threads
Tulis Komentar
×

forum Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Majelis Murabbiyah Mushida Narasumber Kajian Sirah Nabawiyah di Balikpapan

    Majelis Murabbiyah Mushida Narasumber Kajian Sirah Nabawiyah di Balikpapan

    • calendar_month Jumat, 13 Jan 2017
    • account_circle admin
    • 0Komentar

    ANGGOTA Dewan Majelis Murabbiyah PP Muslimat Hidayatullah (Mushida) menjadi narasumber kajian sejarah Nabawiyah yang diadakan oleh Pengurus Daerah Istimewa Muslimat Hidayatullah Gunung Tembak, Kaltim, belum lama ini. Kedua narasumber tersebut adalah Ir. Amalia Husna Bahar, M.Pd.I dan Hani Akbar S.sos.I, Bertempat di Aula Pertemuan Asrama Putri Hidayatullah Gunung Tembak, kajian Sirah Nabawiyah yang berlangsung selama […]

  • Annisa Hidayatullah Kutim Ajak Generasi Muslim Jaga NKRI

    Annisa Hidayatullah Kutim Ajak Generasi Muslim Jaga NKRI

    • calendar_month Kamis, 21 Nov 2019
    • account_circle admin
    • 0Komentar

    KUTAI TIMUR – Seminar Milenial sebagai program kerja Go To Campus Annisa Hidayatullah Kutai Timur (Kutim) berlangsung sukses di Masjid Kampus Sekolah Tinggi Agama Islam (STAI) Sangatta, Ahad, (17/11/2019). Bertajuk “Peran Generasi Muslim Dalam Menjaga Keutuhan NKRI”, Unit Kegiatan Mahasiswa Ikatan Mahasiswa Masjid (UKM IMAM) STAI Sangatta  serta Annisa dan Syabab Hidayatullah Kutim sebagai pelopor […]

  • PW Mushida Jabar Selenggarakan Daurah Marhalah

    PW Mushida Jabar Selenggarakan Daurah Marhalah

    • calendar_month Minggu, 4 Des 2022
    • account_circle admin
    • 0Komentar

    Hidayatullah sebagai harakah jihadiyah harus survive dalam membawa misi utamanya sebagai pelanjut risalah Rasulullah SAW, membangun peradaban Islam. Untuk mencapai tujuan tersebut, kata kuncinyanya adalah adanya program kaderisasi yang berkelanjutan. Program yang mampu memberi bekal kepada para kader untuk mampu menyampaikan visi dan misi lembaga, memberi pencerahan kepada umat yang akhirnya terekrut menjadi kader Hidayatullah, […]

  • (Nanti) Reuni Lagi di Surga Ya, Ibu

    (Nanti) Reuni Lagi di Surga Ya, Ibu

    • calendar_month Sabtu, 18 Sep 2021
    • account_circle adminmushida
    • 0Komentar

    Tepatnya enam hari yang lalu, ketika diminta memberi tausiyah dan nasihat di Reuni Virtual Alumni Aspuri (Asrama Putri) Hidayatullah Gunung Tembak Balikpapan, dengan isak dan airmata yang menderas Almarhumah Ibunda Aida Chered berpesan: “Kita semua disini hanya sedang berjalan, Nak.. sedang berjalan menuju syurga-Nya.” Saat itu mungkin yang ada di benak, sekilas terdengar hanyalah ‘pesan […]

  • Keputrian Muslimat Hidayatullah Ajak Semua Pihak Tanggap Isu Politik

    Keputrian Muslimat Hidayatullah Ajak Semua Pihak Tanggap Isu Politik

    • calendar_month Jumat, 27 Agt 2021
    • account_circle adminmushida
    • 0Komentar

    Keputrian Muslimat Hidayatullah bertujuan mencetak generasi pilihan yang suci aqidah dan cerdas pola pikirnya, siap mengemban tugas sebagai penerus Muslimat Hidayatullah dalam membangun peradaban Islam. Untuk mencapai target tersebut, Ketua Departemen Keputrian Muslimat Hidayatullah bersama Halaqoh Tarbiyah Putri Mancanegera (Hatima) menyelenggarakan webinar bertajuk, “Sikap Kader Hidayatullah Dalam Menanggapi Isu Politik.” Webinar tersebut dilaksanakan pada Jum’at, […]

  • Departemen Perkaderan PP Mushida Selenggarakan Pengayaan Manhaj Seri 2

    • calendar_month Minggu, 28 Apr 2024
    • account_circle adminmushida
    • 0Komentar

    Departemen Perkaderan PP Mushida menyelenggarakan Webinar Pengayaan Manhaj Seri 2 dengan tema “Menyempurnakan Tauhid dengan Menjauhi Syirik dan Menguatkan Al-Wala’ dan Bara” pada 28 April 2024. “Menyempurnakan tauhid direaliasikan dengan cara menetapkan tiga macam tauhid, meyakininya, dan mengamalkan konsekuensinya. Tiga macam tauhid yaitu tauhid rubuhiyah, tauhid uluhiyah, dan tauhid asma wa sifat.” Hal tersebut disampaikan […]

expand_less