light_mode
light_mode

Bunda, Yuk Tetap Tenang Menghadapi si Kecil yang Tantrum

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

Oleh Evie Hidayati*

PADA anak usia prasekolah, terkadang anak sering berteriak–teriak, meraung, menangis, menjatuhkan badan ke lantai, bahkan memukul benda-benda yang ada di sekitarnya.

Kejadian itu disebut “temper tantrum” pada anak yang sering dialami oleh anak usia 15 bulan hingga 4 tahun yaitu dimana usia anak prasekolah.

Biasanya, di usia ini sebagain ibunda kerap kali merasa bingung menghadapi perilaku anak sepeti itu. Masya Allah. Bahkan kadang membuat emosi sang bunda ikut tak labil, menjadi suntuk dan sangat tak nyaman.

Apalagi jika si buah hati tantrumnya di tempat umum atau disaat banyak orang berkumpul. Bertambahlah kepanikan sang bunda.

Sikap tidak wajar yang ditunjukan oleh anak tantrum ini biasanya disebabkan karena ia tidak senang dengan suatu hal yang ada di sekitarnya, lapar, lelah, bosan, ada sesuatu yg dia inginkan namun tidak terpenuhi.

Atau bisa juga terjadi karena ia tidak bisa mengungkapkan keinginannya sehingga si kecil meluapkan emosi dengan cara-cara tersebut.

Anak tantrum yang usianya dibawah 3 tahun biasanya sering mengekspresikan dengan cara menangis, menjerit, meraung-raung, memukul, menghentak-hentakkan tubuhnya hingga kasus terparahnya ia akan membenturkan kepala ke tembok.

Namun, sebagai seorang muslimah tentulah kita diajarkan untuk tetap tenang dalam menghadapi berbagai keadaan dan situasi. Walaupun memang sikap yang diambil membutuhkan kesabaran dan pengendalian diri yang maksimal.

Banyak tips yang ditawarkan dalam menghadapi anak tantrum. Seperti mengalihkan perhatiannya, atau memberinya hadiah kecil. Namun hal ini hanya untuk jangka pendek, sebab di lain waktu si kecil sangat bisa jadi untuk kembali tantrum.

Tips yang perlu dicoba dan terbukti manjur, usahakanlah untuk bersikap tenang dan tetaplah berada di dekatnya, agar ia tetap aman.

Perlu diketahui bahwa hindari berunding dengan anak di tengah-tengah ledakan emosinya. Sebab ia tak akan mampu menangkap apapun yang bunda katakan selama tantrum berlangsung. Karena yang ada dalam fikiran anak adalah bagaimana agar dia mendapat apa yang dia mau, itu saja.

Disamping sifat tantrum yang menggemaskan tersebut, tantrum memiliki manfaat juga untuk sang buah hati,  tantrum membantu anak  menghadapi perasaan frustasi. Tantrum membuat anak mampu menunjukkan betapa marahnya dia.

Tantrum juga memberi bunda kesempatan untuk melatih anak mengatur emosinya dengan cara membicarakan perasaannya setelah tantrum usai.

Ketika anda tetap tenang di tengah luapan marah serta frsutasinya, anda mengajarkan si kecil bahwa perasaan-perasaan kuat tersebut tidak perlu ditakuti dan dapat dikendalikan. Dengan catatan, tetaplah tenang ya bunda. Jangan panik.

Kita percaya akan kekuatan doa. Allah SWT mengajarkan kepada kita doa yang indah seperti termaktub dalam Q.S. Al-Furqan: 74:

وَالَّذِينَ يَقُولُونَ رَبَّنَا هَبْ لَنَا مِنْ أَزْوَاجِنَا وَذُرِّيَّاتِنَا قُرَّةَ أَعْيُنٍ وَاجْعَلْنَا لِلْمُتَّقِينَ إِمَامًا

“Dan orang-orang yang berkata, “Ya Tuhan kami, anugerahkanlah kepada kami pasangan kami dan keturunan kami sebagai penyenang hati (kami), dan jadikanlah kami pemimpin bagi orang-orang yang bertakwa.”

Orang yang bertaqwa digambarkan oleh Allah dengan doa seperti itu. Meminta kepada Allah agar memiliki anak yang qurrota a’yun yaitu anak yang menyenangkan hati.

Sedangkan akhir akhir ayat tersebut orientasi qurrota a’yun adalah orang-orang yang bertaqwa. Jadi, anak-anak yang qurrota a’yun adalah bekal menjadi anak yang bertaqwa. Subhanallah.

Maka, sebagai orangtua dan sekaligus seorang muslimah selalulah sertakan doa ini dalam setiap munajat kepada Allah SWT

Adapun tatkala anak tantrum maka bacakanlah Ayat Allah SWT dalam Q.S Asy-Syuraa: 19

اللَّهُ لَطِيفٌ بِعِبَادِهِ يَرْزُقُ مَن يَشَاءُ ۖ وَهُوَ الْقَوِيُّ الْعَزِيزُ

“Allah Mahalembut terhadap hamba-hamba-Nya; Dia memberi rezeki kepada siapa yang Dia kehendaki dan Dia Mahakuat, Mahaperkasa.”

Dengan membacakan ayat-ayat Allah SWT tersebut kita berharap agar Allah memberikan kelembutan hati pada anak kita yang sedang tantrum dan seterusnya.

Masya Allah, indahnya jika Allah SWT senantiasa menganugerahkan kita kesabaran dan karunia berilmu.

Yuk bunda mari kita amalkan. Semoga Allah melimpahkan kepada kita zurriyah sholihah dan bertaqwa, Aamiin yaa Rabbal aalamiin.

________
*) EVIE HIDAYATI, penulis adalah pengurus PD Muslimat Hidayatullah Kota Medan 

  • person
Bagikan Threads
Tulis Komentar
×

forum Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Muslimat Hidayatullah dan Wanita ISMA Teguhkan Persaudaraan Indonesia-Malaysia

    Muslimat Hidayatullah dan Wanita ISMA Teguhkan Persaudaraan Indonesia-Malaysia

    • calendar_month Senin, 19 Des 2016
    • account_circle admin
    • 0Komentar

    Pengurus Pusat Muslimat Hidayatullah (PP Mushida) menerima anjangsana silaturrahim rombongan Jawatan Kuasa Pusat Wanita Ikatan Muslimin Malaysia (Wanita ISMA) di Kampus Pondok Pesantren Hidayatullah Cilodong, Kota Depok, Jawa Barat, Sabtu (17/12/2016). Kedatangan rombongan Jawatan Kuasa Pusat Wanita Ikatan Muslimin Malaysia dipimpin oleh Ketua Wanita ISMA, Dr Norsaleha Mohd Salleh. Kedatangan mereka disambut hangat oleh Ketua […]

  • Mencetak Walijah Melalui Halaqah

    Mencetak Walijah Melalui Halaqah

    • calendar_month Selasa, 1 Mar 2016
    • account_circle admin
    • 0Komentar

    KUNCI menjadi seorang Muslim adalah mengucapkan syahadatain (dua kalimat syahadat). Yaitu berucap asyhadu an laa ilaaha illallaah wa asyahadu anna muhammadan rasuulullah. Ketika kalimat tauhid telah dilisankan, setelahnya segala konsekuensi syahadat harus dipenuhi oleh orang beriman.Mulai dari implementasi syahadat yang paling ringan yaitu menyingkirkan gangguan yang menghalangi suatu jalan hingga berperang di jalan agama (jihad […]

  • Nilai Dasar Pengasuhan Agar Anak Menjadi Mukmin Bertaqwa

    Nilai Dasar Pengasuhan Agar Anak Menjadi Mukmin Bertaqwa

    • calendar_month Sabtu, 28 Nov 2020
    • account_circle admin
    • 0Komentar

    JAKARTA – Dai kondang Ustadz Salim A Fillah memaparkan nilai-nilai dasar pengasuhan yang harus dipegang kuat demi membentuk pribadi mukmin sejati dalam diri anak. Hal tersebut dikemukakannya pada webinar kedua Pra-Munas V Mushida yang bertema “Kekuatan Figur Ayah dan Ibu sebagai Pembentuk Kepribadian Anak” digelar Sabtu (28/11/2020).  Salim membuka sesinya dengan mengutip ayat ke 9 […]

  • Rapat Kerja Nasional Mushida 2023 Resmi Dibuka

    • calendar_month Senin, 20 Nov 2023
    • account_circle admin
    • 0Komentar

    (Balikpapan, mushida.org) Rapat Kerja Muslimat Hidayatullah resmi dibuka pada (19/11/2023), dengan tema “Konsolidasi Jati Diri, Wawasan dan Organisasi Demi Terwujudnya Standardisasi, Sentralisasi, dan Integrasi Sistemik,” di Asrama Haji, Balikpapan, Kalimantan Timur. Rakernas dengan target optimalnya kinerja seluruh PW dengan standardisasi, sentralisasi dan integrasi sistemik dihadiri oleh Pengurus Pusat Mushida, Pengurus Inti Wilayah Mushida 35 Provinsi, […]

  • Semarak Sambut Munas, Mushida Gelar Webinar Pra Nikah Nasional

    Semarak Sambut Munas, Mushida Gelar Webinar Pra Nikah Nasional

    • calendar_month Rabu, 11 Nov 2020
    • account_circle admin
    • 0Komentar

    DEPOK – Pengurus Wilayah Muslimat Hidayatullah Jabodebek akan menggelar acara seminar online (webinar) yang menghadirkan tokoh pemerhati parenting dan ketahanan keluarga dr. Dewi Inong Irana, Sp.KK., FINSDV., FAADV. dr. Dewi Inong Irana yang merupakan dokter spesialis kulit dan kelamin ini akan berduet dengan pembicara lainnya yaitu penulis yang juga praktisi kepengasuhan anak Ustadzah Irawati Istadi.  […]

  • Wangimu Silatnas

    Wangimu Silatnas

    • calendar_month Minggu, 25 Nov 2018
    • account_circle admin
    • 0Komentar

    Oleh Bunda Cinta Kutulis catatan ini. Saat suara khas penuh kharisma bapak pimpinan sedang mendayu di mesjid agung Ar Riyadh. Kutulis bait demi bait menggambarkan pikiran jiwaku saat itu. Saat bapak pimpinan mengatakan satu kata untuk Silatnas adalah tercerahkan. Maka kutulis. Kedatangan kita disilatnas bukan sekedar bertemu teman lama. Mengenang masa lalu yang penuh sejuta […]

expand_less