light_mode
light_mode

Fadhilah Aziz Qahhar Wakili Muslimat Hidayatullah dalam Konferensi Internasional Pemberdayaan Wanita Muslimah

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

MALAYSIA – Fadhilah Asaadah binti Abdul Aziz Qahhar Mudzakkar menjadi peserta International Muslimah Empowerment Conference (IMEC) 2018 yang diadakan di Hotel Bangi-Putrajaya, Malaysia. Fadhilah adalah wakil dari Indonesia yang dalam hal ini Muslimat Hidayatullah.

Konferensi internasional yang digelar pada Ahad (16/12/2017) lalu ini merupakan acara tahunan yang diadakan oleh Wanita Ikatan Muslimin Malaysia (ISMA) untuk kedua kalinya.

Dengan membawa tema kewanitaan, acara ini membawa empat pembahasan utama yang disampaikan oleh narasumber dari latar belakang yang berbeda beda, seperti kedokteran, pakar mikrobiologi, pakar syariah dan ahli sejarah.

Pembahasan pertama yaitu diskusi panel oleh Sdri. Rasyidah Arshad dan Sdri. Nur Fatin Halilng yang berjudul From Kitchen to Courtroom. Kemudian dilanjutkan dengan pembahasan oleh Dr. Elmira Akhmetova tentang Women and Religion: Finding Place Next to God.

Setelah itu, dilanjutkan oleh narasumber DR Hazlin Chong dengan presentasi yang berjudul Women’s Rights: With or Without Feminism. Dan yang terakhir adalah presentasi dari Norhidayah Ismail yang berjudul Womanhood: Malaysian Muslimah’s Way.

“Dari konferensi ini, ada banyak sekali pelajaran penting yang dapat saya ambil,” kata Fadhilah dalam keterangannya kepada redaksi Mushida.org beberapa waktu lalu.

Fadhilah merangkum menjadi dua bagian pelajaran penting yang didapatkan dari konferensi internasional yang menghadirkan pembicara ahli dari berbagai negara di Asia Tenggara tersebut.

“Yaitu tentang kemuliaan peran muslimah dalam masyarakat dan tentang pergerakan feminisme sebagai situasi masyarakat pada saat ini,” jelas Fadhilah.

(Full Video, klik di sini)

Pertama, jelas Fadhilah, kemuliaan dan status seorang muslimah dalam menjalankan perannya di kehidupan masyarakat. Pembahasan topik ini diawali dengan menjelaskan pentingnya kita menggaris bawahi bahwa memang benar, dalam islam, wanita dianjurkan untuk menjadikan rumah, suami dan anak-anaknya sebagai prioritas utama.

Namun, menurut Fadhilah, pembahasan tentang hal itu seharusnya dibahas lebih dalam kepada apa saja hikmah di balik penugasan muslimah untuk fokus kepada tiga hal tersebut.

“Hanya dengan aturan ini, fondasi keluarga masyarakat muslim akan menjadi baik, menjadikan komunitas lebih baik, yang pada akhirnya dapat membangun negara yang jauh lebih baik,” jelas Fadhilah yang juga mahasiswi di International Islamic University Malaysia (IIUM) ini.

Kerap kali, kata Fadhilah, ketika kita membahas perbaikan umat, kita lebih sering membahas dengan pendekatan top-down, padahal pendekatan bottom-up juga perlu. Dan oleh karena itu, kita perlu memperkuat posisi dan peran wanita muslim dalam keluarganya.

Topik lain yang menjadi bahasan utama dalam konferensi ini adalah situasi terkini dari gerakan feminisme. Pembahasan ini menjadi sangat relevan dengan perkataan Umar Saidina Umar Al-Khattab R.A, yaitu: “Tidak akan mampu memahami dan menghayati Islam secara benar kecuali orang yang mengetahui kehidupan jahiliyah.”

Berangkat dari kutipan tersebut, pembicara pada persentasi kedua ini memaparkan secara terperinci tentang gerakan feminisme. Singkatnya, feminisme adalah salah satu penyebab utama melemahnya institusi keluarga pada masyarakat muslim.

Feminisme tersusun secara sistematis dan sangat terstruktur, juga bergerak dengan sangat progresif. Sebagai pihak yang kepentingannya akan terganggu oleh pergerakan feminisme, pembicara mengemukakan bahwa sudah sepatutnya umat Islam membuat perencanaan terstruktur dan sistematis untuk menghadapi gerakan ini.

“Dari kesimpulan ringkas di atas, muncul satu pertanyaan. Apa saja usaha yang telah dibuat umat islam untuk menghadapi faham feminisme ini. Karena melihat pergerakan mereka, sudah sepatutnya umat Islam merapatkan barisan, dan membuat perancangan sistematis,” kata Fadhilah yang juga alumni SD Integral Hidayatullah Depok ini.

Lalu, pertanyaan Fadhilah selanjutnya, jika konferensi yang diadakan Wanita ISMA ini adalah salah satu upaya untuk menghadapi faham feminisme, bagaimana dengan kita?

“Jadi, mari mulai dari diri kita sendiri,” pungkas putri pasangan tokoh Abdul Aziz Qahhar Mudzakkar dan Sabriati Aziz ini. (MUSHIDA.ORG)


  • person
Bagikan Threads
Tulis Komentar
×

forum Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Membangun Karakter Diri Muslimah dan Teladan Mulia Keluarga Ibrahim Alaihissalam

    Membangun Karakter Diri Muslimah dan Teladan Mulia Keluarga Ibrahim Alaihissalam

    • calendar_month Kamis, 28 Apr 2016
    • account_circle admin
    • 0Komentar

    Masih dalam rangkaian acara Persidangan Wanita Antarbangsa (Perwanis) 2016 yang berlangsung tanggal 26-27 April lalu di Malaysia lalu, Sekretaris Majelis Penasehat Muslimat Hidayatullah, Irawati Istadi, memaparkan pidatonya pada sidang plenary. Dalam pidatonya Irawati menegaskan bahwa menjadi ibu bagi muslimat adalah menjadi sebuah keutamaan, walaupun setelah itu seorang muslimat bisa memilih untuk juga menjadi guru, dokter, […]

  • Mencetak Walijah Melalui Halaqah

    Mencetak Walijah Melalui Halaqah

    • calendar_month Jumat, 13 Nov 2015
    • account_circle admin
    • 0Komentar

    KUNCI menjadi seorang Muslim adalah mengucapkan syahadatain (dua kalimat syahadat). Yaitu berucap asyhadu an laa ilaaha illallaah wa asyahadu anna muhammadan rasuulullah. Ketika kalimat tauhid telah dilisankan, setelahnya segala konsekuensi syahadat harus dipenuhi oleh orang beriman.Mulai dari implementasi syahadat yang paling ringan yaitu menyingkirkan gangguan yang menghalangi suatu jalan hingga berperang di jalan agama (jihad […]

  • Kader Penggerak Roda Organisasi

    Kader Penggerak Roda Organisasi

    • calendar_month Kamis, 5 Sep 2024
    • account_circle adminmushida
    • 0Komentar

    Sebuah lembaga atau organisasi yang memiliki kurikulum bagus, program berkualitas, fasilitasnya lengkap, tapi jika tidak memiliki sosok rijaal, maka itu akan sia-sia. Rijaal dalam bahasa arab artinya laki-laki. Maknanya, sosok kader yang merupakan sumber daya manusia yang menjadi penerus sebuah lembaga atau organisasi. Hal tersebut diungkapkan oleh Sekretaris Jenderal PP Mushida, Siti Sarah Zakiyah, pada […]

  • Cetak Instruktur Profesional, PP Mushida Selenggarakan ToT Bidang Pelayanan Umat Muslimat Hidayatullah

    • calendar_month Jumat, 27 Jan 2023
    • account_circle admin
    • 0Komentar

    Muslimat Hidayatullah (Mushida) sebagai organisasi pendukung Hidayatullah mendukung program mainstream Hidayatullah yaitu tarbiyah dan dakwah. Mushida di bawah bidang Pelayanan Umat memiliki program Training Parenting jenjang 1 dan 2 sebagai wadah pembinaan rumah tangga dan sekaligus mendukung Visi Mushida yaitu Membangun Keluarga Qurani menuju Peradaban Islam. Untuk melaksanakan Training Parenting 1 dan 2 tersebut, maka […]

  • Terapkan Protokol Kesehatan, PW Mushida Kepri Siap Sambut Munas

    Terapkan Protokol Kesehatan, PW Mushida Kepri Siap Sambut Munas

    • calendar_month Senin, 21 Des 2020
    • account_circle admin
    • 0Komentar

    BATAM — Ketua Pengurus Wilayah (PW) Muslimat Hidayatullah Kepulauan Riau (Kepri) Yusmillah mengatakan bahwa banyak persiapan yang dilakukan dalam menyambut pergelaran Munas V Mushida.  Salah satunya yaitu menyiapkan tiga titik kumpul untuk menyaksikan Munas virtual Mushida, di antaranya yaitu di Pengurus Daerah (PD) Batam, Tanjung Balai Karimun, Tanjung Pinang, dan Bintan.   “Setiap titik kumpul diikuti […]

  • Kunjungan PP Mushida ke Maluku Utara

    Kunjungan PP Mushida ke Maluku Utara

    • calendar_month Sabtu, 26 Jul 2025
    • account_circle Arsyis Musyahadah
    • 0Komentar

    Rasa syukur dan semangat kebersamaan menyelimuti kegiatan yang diselenggarakan atas kerja sama PP Mushida dan PW Muslimat Hidayatullah Maluku Utara pada Sabtu, 18 Juli 2025. Bertempat di sekretariat kantor Mushida Maluku Utara. Kegiatan ini menjadi momen istimewa karena mendapat kunjungan langsung dari PP Mushida yaitu Ustadzah Dede Agustina (Kabid Organisasi) dan Ustadzah Zahratun Nahdah (Kadept […]

expand_less