light_mode
light_mode

Membaca Syarat Mutlak Syahadat

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

اقْرَأْ بِاسْمِ رَبِّكَ الَّذِي خَلَقَ (1) خَلَقَ الْإِنْسَانَ مِنْ عَلَقٍ (2) اقْرَأْ وَرَبُّكَ الْأَكْرَمُ (3) الَّذِي عَلَّمَ بِالْقَلَمِ (4) عَلَّمَ الْإِنْسَانَ مَا لَمْ يَعْلَمْ (5)

GEMETAR tubuh beliau menuruni bukit Tsur. Dekapan kuat malaikat Jibril yang menyerupai manusia masih beliau rasakan.

Ayat-ayat suci kalam Allah yang baru diterimanya melalui malaikat Jibril memerintahkannya untuk membaca. Beliau tak bisa membaca, maka hanya kalimat “Aku tidak bisa membaca” beliau berikan sebagai jawabannya.

Wahyu pertama yang berisi perintah membaca adalah karunia tiada tara bagi manusia. Membaca yang berarti menghimpun, bukanlah sekedar menghimpun huruf menjadi kata, menghimpun kata menjadi kalimat, lalu menjadikan kalimat-kalimat yang berderet sebagai obyek yang dinikmati oleh mata. Membaca memiliki makna yang lebih luas dari itu semua.

Dahulu, ketika aktifitas tulis baca belum seperti saat ini, hingga ulama hadits menilai hafalan lebih dapat dipertanggungjawabkan keshohihannya daripada hadits yang ditulis, manusia terbatas membaca alam, bukan aksara seperti sekarang. Terlebih, masa yang lebih lampau.

Apa yang dibaca salah satu putra Adam-‘alaihis salaam-, sehabis membunuh saudara kandungnya, misalnya (Al-Maidah ayat 31)

فَبَعَثَ اللَّهُ غُرَابًا يَبْحَثُ فِي الْأَرْضِ لِيُرِيَهُ كَيْفَ يُوَارِي سَوْءَةَ أَخِيهِ قَالَ يَا وَيْلَتَا أَعَجَزْتُ أَنْ أَكُونَ مِثْلَ هَذَا الْغُرَابِ فَأُوَارِيَ سَوْءَةَ أَخِي فَأَصْبَحَ مِنَ النَّادِمِينَ (31)

“Lalu Allah mengirim seekor burung gagak, menyuruhnya menggali tanah, untuk menunjukkan kepadanya bagaimana cara mengubur saudaranya. Dia berkata, aduhai celakanya aku, mengapa aku tidak dapat berbuat seperti burung gagak ini?, kemudian dia menyesali perbuatannya.”

(Mungkin) karena membaca tidak sebatas menghimpun aksara, maka obyek yang harus dibaca dalam perintah yang terdapat pada wahyu pertama tidak ditentukan. Manusia diperintahkan menghimpun semua informasi dari apa yang dia lihat, dia dengar dan dia renungkan.

Kholilullah, Ibrahim-‘alaihis salaam- ‘menemukan’ Tuhannya dari membaca, sebagaimana yang dikisahkan dalam Surat Al-An’am ayat 75-79. Berkat membaca, beliau dapat mengatakan, “Aku berlepas diri dari apa yang kalian sekutukan, aku menghadapkan wajahku hanya Pada Dzat yang menciptakan langit-langit dan bumi”.

Membaca dengan semua maknanya adalah syarat pertama dan utama pengembangan ilmu. Syarat pertama mendapatkan pengetahuan dan menemukan landasan untuk bertindak. Wahyu pertama ini merupakan perintah paling berharga bagi manusia mencapai derajat kemanusiaannya.

Ketika manusia membaca tanpa melibatkan akalnya atau membaca tanpa berpikir, dia bagaikan menikmati narkoba. Dia berusaha lari dari kenyataan, merasakan kenikmatan sesaat dan lupa berpikir tentang apa yang dikonsumsinya. Demikian seperti diungkap Dr. Quraish Shihab dalam bukunya, Dia di mana-mana.

Karena harus melibatkan akal pikiran, membaca akan membawa pembaca pada suatu hasil, yang dapat mempengaruhi pola pikir dan pengambilan keputusan untuk dirinya sendiri dan orang lain. Maka Allah membatasi objek yang akan dibaca dengan ‘bismi Robbika’.

Agar manusia dapat memilih dan memilah bacaannya, mana yang harus dia telan, dia kunyah atau bahkan yang harus dia muntahkan.

Syahadat, pernyataan akan keesaan Allah yang lahir dari hasil ‘membaca’ akan membawa dampak berbeda dengan syahadat yang lahir dari sebuah keterpaksaan ataupun yang telah bercokol karena garis keturunan.

Itulah hikmah dibalik wahyu pertama yang memerintahkan manusia untuk membaca. Agar lahir dari ‘membaca’ syahadat jiwa-jiwa yang penuh kesadaran akan kelemahan dan kehinaan dirinya di hadapan Dzat yang mengadakan segala hal dari ketiadaan.

Sungguh Maha Bijaksana, Dzat yang akan menghisab manusia dari hasil bacaannya.

وَلَا تَقْفُ مَا لَيْسَ لَكَ بِهِ عِلْمٌ إِنَّ السَّمْعَ وَالْبَصَرَ وَالْفُؤَادَ كُلُّ أُولَئِكَ كَانَ عَنْهُ مَسْئُولًا

“Janganlah kamu bertindak dari apa yang tidak kau ketahui ilmunya, sesungguhnya pendengaran, penglihatan dan hati semuanya akan dimintai pertanggungjawabannya.” Q.S. Al-Isro’, 36.

Wallahu A’lam

______________
SARAH ZAKIYAH, penulis adalah Pengurus Pusat Muslimat Hidayatullah (PP Mushida) dan aktif sebagai pendidik dan ibu rumah tangga. 

  • person
Bagikan Threads
Tulis Komentar
×

forum Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • PW Mushida Kalimantan Tengah Menyatakan Kesiapan Mengikuti Munas 6 Mushida

    PW Mushida Kalimantan Tengah Menyatakan Kesiapan Mengikuti Munas 6 Mushida

    • calendar_month Jumat, 31 Okt 2025
    • account_circle Arsyis Musyahadah
    • 0Komentar

    Muslimat Hidayatullah akan menggelar agenda lima tahunan yaitu Musyawarah Nasional yang ke-6 pada 27-29 November 2025 di Jakarta. Sebelumnya, telah berlangsung beberapa rangkaian gebyar Pra Munas yang berlangsung mulai bulan Juli lalu, dengan diikuti oleh anggota Mushida se-Indonesia. Di antaranya Seribu Berkah untuk Indonesia, Gerak Jalan Sehat, Webinar Parenting, Lomba Video Interaktif Pembelajaran PAUD Tingkat […]

  • Meriahkan Hari Solidaritas Jilbab Internasional, PW Mushida Banten Adakan Acara Puncak di Cluster Muallaf Suku Badui

    • calendar_month Senin, 4 Sep 2023
    • account_circle admin
    • 0Komentar

    (Banten, mushida.org) Hari Solidaritas Jilbab Internasional diperingati setiap tanggal 4 September setiap tahunnya. Solidaritas Hijab Internasional dilatarbelakangi oleh keputusan negara Prancis yang melarang penggunaan hijab di Eropa untuk pertama kalinya, yang diperkuat dengan kematian Marwa El-Sherbini, seorang ibu rumah tangga yang dibunuh ketika akan memberikan kesaksian mengenai penghinaan yang diberikan kepadanya karena mengenakan hijab, pada […]

  • Musyawarah Wilayah Muslimat Hidayatullah PW Jawa Barat Diharapkan Dapat Memaksimalkan Peran Dakwah

    Musyawarah Wilayah Muslimat Hidayatullah PW Jawa Barat Diharapkan Dapat Memaksimalkan Peran Dakwah

    • calendar_month Kamis, 8 Jan 2026
    • account_circle Arsyis Musyahadah
    • 0Komentar

    “Dan (bagi) orang-orang yang menerima (mematuhi) seruan Tuhannya dan mendirikan sholat, sedang urusan mereka (diputuskan) dengan musyawarah di antara mereka…” (QS. Asy-Syura: 38) PW Muslimat Hidayatullah (Mushida) Jawa Barat menggelar Musyawarah Wilayah (Musywil) pada 16–17 Rajab 1447 H/5–6 Januari 2026 di Posters Hotel MICE, Kota Bandung dengan tema “Meneguhkan Peran Muslimah dalam Membangun Ketahanan Keluarga […]

  • Halal bi Halal BMIWI: Tingkatkan Ukhuwah Islamiyah dengan Mempererat Silaturahmi

    Halal bi Halal BMIWI: Tingkatkan Ukhuwah Islamiyah dengan Mempererat Silaturahmi

    • calendar_month Jumat, 27 Mei 2022
    • account_circle admin
    • 0Komentar

    Badan Musyawarah Islam Wanita Indonesia (BMIWI) menyelenggarakan Halal bi Halal pada 26 Mei 2022/25 Syawal 1443 H dengan tema “Tingkatkan Ukhuwah Islamiyah dengan Mempererat Silaturahmi.” Kegiatan tersebut diadakan secara online dan offline. Muslimat Hidayatullah berkesempatan menghadiri kegiatan secara langsung yang bertempat di Sekretariat BMIWI Gedung Nyi Ageng Serang Jl. H. R. Rasuna Said, Jakarta Selatan. […]

  • Mushida Sumut Gelar Upgrading Daiyah Transformatif

    Mushida Sumut Gelar Upgrading Daiyah Transformatif

    • calendar_month Jumat, 6 Mar 2015
    • account_circle admin
    • 0Komentar

    Pengurus Wilayah Muslimat Hidayatullah Sumatera Utara (PW Mushida Sumut) menggelar acara upgrading guru dan daiyah se-Sumatera yang digelar di Kampus Pondok Pesantren Hidayatullah Tanjung Morawa Deliserdang (20 s/d 23 Februari 2015 lalu. Tema inti yang dibahas dalam kegiatan upgrading ini antara lain teknik mendongeng untuk anak yang menghadirkan narasumber pakar yaitu Wiwik Puspita Sari S.Pd, […]

  • Muslimat Hidayatullah Depok Gelar Kegiatan 2 Hari Sanlat Ramadhan Ceria

    Muslimat Hidayatullah Depok Gelar Kegiatan 2 Hari Sanlat Ramadhan Ceria

    • calendar_month Minggu, 10 Jun 2018
    • account_circle admin
    • 0Komentar

    DEPOK – Pengurus Daerah Muslimat Hidayatullah Kota Depok menggelar acara Pesantren Kilat (Sanlat) Ramadhan Ceria For Kids yang rencananya digelar selama 2 hari berlokasi di komplek terpadu nan asri Kampus Pondok Pesantren Hidayatullah Depok, Jawa Barat. Bulan Ramadhan adalah momentum edukasi sebagai Madrasah penumbuh jatidiri mulia dan peneguh iman Islam sejak dini. Dalam rangka aktualisasi […]

expand_less