light_mode
light_mode

Muslimat Hidayatullah Peserta “Deklarasi Kemuliaan Manusia” di Yogyakarta

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

YOGYAKARTA – Muslimat Hidayatullah yang diwakili pengurus Wilayah DIY-Jawa tengah bagian selatan Sri Lestari dan Mariana Anas menjadi peserta “Deklarasi Kemuliaan Manusia” atau “Yogyakarta Declaration On Human Dignity 2016” yang digelar di Universitas Gadjah Mada (UGM) Yogyakarta, belum lama ini.

Deklarasi yang merupakan rangkaian acara Konferensi Internasional Kelima Asosiasi Psikolog Muslim Internasional (5th International Conference of The International Association of Muslim Psychologis) diselenggarakan pada tanggal 5 – 6 November 2016 lalu.

Acara ini diselenggarakan dan diinisiasi oleh The International Association of Muslim Psychologist (IAMP).  Acara ini juga dihadiri para psikolog muslim sedunia dan praktisi ketahanan keluarga.

Konferensi yang dilaksanakan di Universitas Gadjah Mada (UGM) Yogyakarta, ini didukung oleh International Institute of Islamic Thought (IIIT), International Islamic University of Malaysia, Asosiasi Psikologi Islam – Himpunan Psikologi Indonesia (API HIMPSI), Fakultas Psikologi UGM, Fakultas Psikologi dan Ilmu Sosial Budaya Universitas Islam Indonesia, Fakultas Psikologi Universitas Ahmad Dahlan Yogyakarta, dan Prodi Fakultas Ilmu Sosial dan Budaya UIN Yogyakarta.
Para peserta dan praktisi ketahanan keluarga yang berasal dari Sudan, Jerman, Swedia, Australia, Malaysia, Saudi Arabia, Pakistan, Uni Emirat Arab dan Indonesia itu setuju untuk mendeklarasikan Yogyakarta Declaration on Human Dignity 2016 the Fundamental Principles to Preserve Human Dignity and Great Civilization (Deklarasi Yogyakarta 2016 tentang Martabat Kemanusiaan: Prinsip-Prinsip Fundamental untuk memelihara Martabat Kemanusiaan dan Peradaban yang Mulia) pada tanggal 6 November 2016.

Deklarasi ini terdiri atas 22 prinsip (pasal), berisikan seruan kepada negara-negara dan seluruh warga dunia untuk menegakkan dan mengembalikan kemuliaan manusia (human dignity) dan ketahanan keluarga (family resilience) dengan melawan program-program dehumanisasi (dehumanization) menuju peradaban mulia (great civilization).

Ketua Presidium Gerakan Indonesia Beradab (GIB) yang juga Presiden International Association of Muslim Psychologist (IAMP) Dr Bagus Riyono, mengatakan kemuliaan manusia (human dignity) ini merupakan pemberian dari Tuhan yang menjadi hak asasi individu maupun kelompok yang mesti dijamin dan dilindungi serta tidak boleh diganggu gugat apalagi dirampas oleh pihak manapun.

“Kemuliaan manusia itu harus dijaga dari berbagai hal yang dapat mengakibatkan jatuhnya manusia kepada derajat kehinaan (dehumanization) baik yang dilakukannya sendiri atau karena perbuatan pihak lain, seperti perilaku seks bebas, adiksi NAPZA, adiksi pornografi, orientasi seks di luar fitrah (unnatural), kekerasan seksual, korupsi kolusi dan nepotisme (K2N), pedophilia, sado masochism, dan pelbagai paraphilia lainnya,” terangnya seperti dikutip dari lanisran persnya.

Bagus melanjutkan, kewajiban dalam menjaga kemuliaan manusia itu sendiri secara bertingkat ada yang menjadi tanggung jawab pribadi, keluarga, komunitas, masyarakat, negara dan seluruh warga dunia.

Sebagai makhluk yang mulia manusia memiliki sejumlah kewajiban dan hak yang berlaku sama bagi semua manusia (termasuk juga janin, bayi, balita, anak hingga remaja dan dewasa) sebagaimana digariskan oleh Sang Pencipta.

“Yaitu hak untuk beragama dan menyembah Tuhan, hak untuk menikah dan terlindungi dalam lembaga keluarga, hak untuk diperlakukan setara tanpa diskriminasi (termasuk di hadapan hukum), hak untuk dilindungi dari kekerasan dalam bentuk apapun,” imbuh Bagus.

Selalin itu, lanjut dia, ada juga hak untuk mendapatkan pendidikan, kesehatan, pelayanan sosial dan lain sebagainya. Tak sekedar hak, pada setiap hak manusia melekat juga kewajiban bahkan tanggung jawab untuk peduli dan menghargai hak orang lain, serta kewajiban kepada negara dan kewajiban kepada Tuhan YME.

Menurut Bagus, setiap anak harus mendapat perhatian, pendidikan dan pemeliharaan khusus dan serius mulai sejak jabang bayi. Orangtua, masyarakat, pelaku usaha hingga negara harus menjamin bahwa setiap anak benar-benar mendapatkan hak-hak terbaik sesuai dengan fitrah kemanusiaannya.

“Orangtua dan keluarga harus berperan agen-agen sosialiasi dan pusat penyemaian nilai-nilai adab dan kebaikan bagi anggota-anggotanya. Karena, anak yang terdidik dengan baik dan ketahanan keluarga adalah jaminan untuk peradaban yang mulia,” tukasnya.

Sementara itu, pengurus Wilayah DIY-Jawa tengah bagian selatan Sri Lestari, mengatakan cita-cita besar Gerakan Indonesia Beradab (GIB) sejalan dengan prinsip Muslimat Hidayatullah yang konsen membangun keluarga.

“Muslimat Hidayatullah mumpunyai visi membangun keluarga Qur’ani menuju peradaban Islam. Produk generasi manusia adalah keluarga dari keluargalah kita bisa melihat bagaimana kualitas manusia,” kata Sri Lestari.

Sri Lestari menukaskan, dengan memperkuat fungsi keluarga dengan mengokohkan sendi sendi keagamaan, ruh ruh Qur’ani yang bersumber dari nilai nilai keilaihiayan akan tercermin dari keluarga ini, maka akan terlahir manusia manusia yang bermartabat mulia, yang menjadi rahmatan lil alamin.  
Setelah pembacaan deklarasi yang di baca oleh cendekiawan internasional yang antara lain, Prof. Malik Badri dari Sudan, Prof. Evelin Witruk dari Jerman, Dr. Hanan Dover dari Australia, Prof. Tahir Khalili dari Pakistan, Prof. Rahmatullah Khan dari Malaysia, Prof. Habib Chirzin dari International Institute for Islamic Thought, Prof. Zubair Basyir dari Sudan dan 3 dari Indonesia, Bunda Elly Risman, Prof. Euis Sunarti dan Dr. Heru Susetyo.

Acara kemudian dilanjutkan dengan pendatanganan deklarasi oleh cendekian Internasional dan banyak para  partisipan termasuk Muslimat Hidayatullah. Selanjutnya Yogyakarta Declaration Of Human Dignity 2016 ini akan dikirimkan pada lembaga-lembaga dunia. (ybh/hio)

  • person
Bagikan Threads
Tulis Komentar
×

forum Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • HSJD Mushida Jembrana, Bali: Merajut Ukhuwah Bersama Para Muallaf

    HSJD Mushida Jembrana, Bali: Merajut Ukhuwah Bersama Para Muallaf

    • calendar_month Rabu, 30 Sep 2026
    • account_circle Admin Mushida
    • 0Komentar

    Jembrana, Bali — Semangat meneguhkan hijab sebagai wujud ketaatan menjadi pintu bagi terjalinnya silaturahmi yang lebih hangat bersama para muallaf di Kabupaten Jembrana, Bali. Dalam momentum Hari Solidaritas Hijab Sedunia (HSJD), Muslimat Hidayatullah Bali bersinergi dengan Laznaz Baitul Maal Hidayatullah (BMH) menghadirkan kepedulian dan kebersamaan bagi para ibu-ibu Majelis Ta’lim Muallaf Suci Hati. Kegiatan yang […]

  • Menguatkan Proses Tahapan Penerapan Syariat pada Anak

    Menguatkan Proses Tahapan Penerapan Syariat pada Anak

    • calendar_month Minggu, 12 Jan 2020
    • account_circle admin
    • 0Komentar

    SAAT ini begitu banyak orangtua yang sudah melek syariat. Mereka banyak mendapat kajian itu baik melalui majelis taklim, halakah-halakah, tablig akbar, seminar, bahkan melalui media online semisal youtube yang menyiarkan kajian para dai kondang yang bertebaran di media sosial. Hal ini membuat para orang tua makin sadar betapa pentingnya penerapan syariat ini pada putraputri mereka. […]

  • Departemen Keputrian PW Mushida Sulawesi Selatan Mengadakan Mushida go to Campus

    • calendar_month Jumat, 1 Sep 2023
    • account_circle admin
    • 0Komentar

    Program Mushida go to Campus merupakan rekrutmen dengan upaya menyaring generasi militansi yang produktif dengan tahap tertentu, yang siap untuk meneruskan dan mengemban amanah dalam organisasi.    Proses rekrutmen dalam sebuah organisasi ialah keniscayaan untuk terus melahirkan kader-kader dalam mengawal pencapaian visi dan misi organisasi. Departemen Keputrian PW Muslimat Hidayatullah Sulawesi Selatan menyelenggarakan Program Mushida […]

  • Tingkatkan Kualitas Daiyah, Mushida Kupang Gelar Pelatihan Pendalaman Al Qur’an

    Tingkatkan Kualitas Daiyah, Mushida Kupang Gelar Pelatihan Pendalaman Al Qur’an

    • calendar_month Rabu, 27 Jul 2016
    • account_circle admin
    • 0Komentar

    Dewan Pengurus Daerah Muslimat Hidayatullah Kota Kupang, Provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT), menggelar acara pelatihan pembelajaran untuk pendalaman Al Qur’an, belum lama ini. Hadir pada kesempatan tersebut sebagai pemateri Tuti Rahmawati. Beliau adalah kandidat doktor Institut Ilmu Quran, Tangerang, Jakarta. Tuti Rahmawati menjadi pemateri pada acara tersebut yang berlangsung di Komplek Rumah Quran Hidayatullah Kelapa […]

  • Giatkan Literasi, PP Mushida Hadirkan Madrasah Jurnalistik

    Giatkan Literasi, PP Mushida Hadirkan Madrasah Jurnalistik

    • calendar_month Minggu, 21 Agt 2022
    • account_circle admin
    • 0Komentar

    (mushida.org), PP Muslimat Hidayatullah selalu menghadirkan program yang menebar manfaat. Menulis merupakan dakwah bil qolam yang harus digiatkan bagi para Muslimah. Untuk itu, Humas dan Keputrian PP Muslimat Hidayatullah menyelenggarakan webinar Madrasah Jurnalistik bekerja sama dengan BMH yang diikuti oleh Pengurus, Anggota, Keputrian Muslimat Hidayatullah di seluruh provinsi Indonesia pada 20/08/2022. Dengan menulis, maka sejatinya […]

  • Rapat Pleno Pengurus Wilayah Muslimat Hidayatullah Jawa Timur Kuatkan Keikhlasan Dalam Menjalankan Amanah

    Rapat Pleno Pengurus Wilayah Muslimat Hidayatullah Jawa Timur Kuatkan Keikhlasan Dalam Menjalankan Amanah

    • calendar_month Senin, 28 Sep 2026
    • account_circle Admin Mushida
    • 0Komentar

    Surabaya – Pengurus Wilayah Muslimat Hidayatullah Jawa Timur menggelar rapat pleno bulanan pada Sabtu, 26 September 2026. Rapat kali ini berlangsung secara tatap muka di Pondok Pesantren Hidayatullah Surabaya dengan dipimpin oleh Ustadzah Qurrotu A’yun selaku sekretaris PW Mushida Jawa Timur. Hadir dalam rapat Ketua PW Mushida jawa Timur Ustadzah Muarofah, dan para Ketua Departemen. Rapat pleno ini merupakan agenda rutin organisasi […]

expand_less