light_mode
light_mode

Memilih untuk Berani, Menjadi Muslimat Sejati

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

KEHIDUPAN dunia penuh pilihan. Tanpa pilihan perjalanan hidup ini akan terhenti. Ada satu kata yang terkadang menghambat langkah menuju satu pilihan. Satu kata itu adalah keberanian.

Kebenaran dan kebatilan sudah jelas, begitulah Allah Subhanahu Wata’ala kabarkan. Namun, manusia kala memilih jalan rusyd tak berani menerima semua konsekuensi yang ada di balik pilihan tersebut.

Mengapa? Karena manusia takut kehilangan kesenangan-kesenangan dunia yang telah didapatkannya.

Menjadi karyawan atau wirausahawan. Saat pilihan jatuh pada pilihan kedua, keberanian sering hilang, pada sandungan pertama tubuh tak mampu lagi berdiri. Bukan karena tak kuat, tapi keberanian untuk melanjutkan tiba-tiba hilang, akhirnya mundur lagi ke belakang menjadi karyawan.

Menjadi wanita karier atau ibu rumah tangga. Saat pilihan jatuh pada pilihan kedua, keberanian tiba-tiba sirna, katakutan akan kebosanan yang membelenggu, kocek yang akan berkurang, dan segala hal negatif membayang.

Memiliki sedikit anak atau banyak anak. Lagi-lagi manusia dihadapkan dengan satu kata ini, keberanian. Bayangan akan mahalnya pendidikan, sandang dan pangan menyebabkan nyali ciut untuk memiliki banyak anak.

Yaa… Inilah kehidupan dunia. Kehidupan yang diisi dengan pilihan. Pilihan yang harus dibarengi dengan keberanian. Tanpa satu kata ini, pilihan tak akan mencapai tujuan.

Tepatnya…

Keberanian menghadapi konsekuensi, akibat yang akan terjadi di belakang pilihan tersebut. Untuk masalah prinsip hidup beragama, Allah telah memilihkan satu agama kebenaran. Hanya satu yaitu Islam.

Untuk masalah duniawi, Rasulullah Muhammad-sholaatullahi wa salaamuhu alihi– telah memberikan kebebasan: “Kalian lebih paham dengan urusan dunia kalian” begitu kata beliau.*

_____________
SARAH ZAKIYAH, penulis adalah pengurus Pimpinan Pusat Muslimat Hidayatullah (PP Mushida). Catatan hikmah ini disadur dari status beliau di akun Facebook beliau. 

  • person
Bagikan Threads
Tulis Komentar
×

forum Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Pentingnya Sinergi Peran Kepengasuhan Ayah dan Bunda

    Pentingnya Sinergi Peran Kepengasuhan Ayah dan Bunda

    • calendar_month Senin, 7 Jan 2019
    • account_circle admin
    • 0Komentar

    ANAK harus dekat dengan ayah, juga ibunya. Jika memungkinkan porsi kedekatan dengan ayah dan ibunya harus sama. Kedekatan yang menciptakan anak-anak kita agar jauh lebih dekat dengan Rabb-Nya. Ketika suami sedang emosi tinggi kepada anaknya, seorang ibu seharusnya menjadi tempat berlabuh anaknya ketika si anak sedang labil juga emosinya. Dan ketika sang ibu sedang emosi […]

  • Belajar Menanggulangi Pornografi dari Negara Brunei Darussalam

    Belajar Menanggulangi Pornografi dari Negara Brunei Darussalam

    • calendar_month Jumat, 29 Apr 2016
    • account_circle admin
    • 0Komentar

    Pakar Hadist Universiti Islam Sultan Sharif Ali (UNISSA) yang juga merangkap sebagai Pengarah Pusat Perhubungan Awam dan Antarabangsa UNISSA, Dr. Lilly Suzana binti Haji Shamsu, mengatakan pornografi sebetulnya bukan saja pada dunia maya namun semenjak datangnya internet maka internet berkaitan erat dengan pornografi. “Kejahatan pornografi pada internet lebih sukar ditangani dan sangat cepat tersebar tanpa […]

  • Momentum Ramadhan dan Penghormatan kepada Pemilik-Nya

    Momentum Ramadhan dan Penghormatan kepada Pemilik-Nya

    • calendar_month Sabtu, 19 Mei 2018
    • account_circle admin
    • 0Komentar

    Oleh Reni Susilowati* IQRA’ bismi Rabbikalladzii Khalaq, ayat pertama yang sudah kita pahami makna dan esensinya. Yakni perintah membaca apa yang telah diturunkan Allah SWT (Al Qur’an), menyelami yang diilhamkan kepada Rasulullah (Al Hadits) dan yang diciptakan (antara langit dan humi), serta apa yang diperjalankan (kejadian dan peristiwa). Semua hanya karena kebesaran Allah, keagungan dan […]

  • PP Mushida Hadiri Seminar Keluarga Yang Diselenggarakan PBKM (Pusat Belajar Keluarga Madani)

    PP Mushida Hadiri Seminar Keluarga Yang Diselenggarakan PBKM (Pusat Belajar Keluarga Madani)

    • calendar_month Senin, 24 Jun 2024
    • account_circle adminmushida
    • 0Komentar

    (Bogor, mushida.org)Sebuah lembaga yang fokus pada perempuan dan keluarga PBKM (Pusat Belajar Keluarga Madani) menyelenggarakan seminar keluarga dengan tema “Menguatkan Ketahanan Keluarga Bersama Gen Z” di Pesantren Darul Qur’an Mulia Gunung Sindur Bogor, pada 16 Dzulhijjah 1445 H/23 Juni 2024. Dr. Aan Rohanah sebagai Ketua PKBM dalam sambutannya sekaligus Keynote Speaker mengatakan bahwa salah satu […]

  • Muswil Mushida Kalimantan Barat Perkuat Konsolidasi dan Komitmen Dakwah Muslimah

    Muswil Mushida Kalimantan Barat Perkuat Konsolidasi dan Komitmen Dakwah Muslimah

    • calendar_month Kamis, 22 Jan 2026
    • account_circle Admin Mushida
    • 0Komentar

    Pontianak, mushida.org – Musyawarah Wilayah (Muswil) Muslimat Hidayatullah (Mushida) Kalimantan Barat diselenggarakan pada 16–17 Januari 2026 di Kampus Hidayatullah Batulayang, Pontianak. Kegiatan ini diikuti oleh 30 peserta yang berasal dari Pengurus Daerah (PD) Pontianak, Ketapang, Kabupaten Kayong Utara (KKU), dan Sanggau. Dalam sambutannya, Ketua DPW Hidayatullah Kalimantan Barat, Ust. Muhyidin Nur Rabbani, menyampaikan, bahwa tema […]

  • Nasihat Sepenuh Hati

    • calendar_month Sabtu, 12 Agt 2023
    • account_circle admin
    • 0Komentar

    Seorang shalih terdahulu, Ruwaim Al-Baghdadi mengatakan, “Wahai anakku, jadikanlah amalmu laksana garam dan etikamu laksana tepung.” Kita merindukan untaikan nasihat, tetapi jangan terlalu banyak, agar tidak memuakkan. Seperti garam yang berlebihan. Maka nikmati lezatnya kehidupan dengan kecerdasan iman sehingga sedikit “garam nasihat” itu begitu mengesankan, menyentuh dinding jiwa, dan mengetuk sinyal untuk beramal. Nasihat akan […]

expand_less