light_mode
light_mode

APHIDA dan Mushida Siap Bangun Ekonomi Umat

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

Asosiasi Pengusaha Hidayatullah (APHIDA) akan melakukan konsolidasi bisnis di DKI Jakarta dan Jawa Barat bekerja sama dan bersinergi dengan Departemen Ekonomi PP Muslimat Hidayatullah. Sehingga diadakan pertemuan dan silaturahmi yang membahas tentang bagaimana membangun perekonomian umat agar lebih maju.

Silaturahmi tersebut dilangsungkan pada Kamis, 28 Oktober 2021/21 Rabiul Awwal 1443 H di Pondok Gurame, Depok, dengan dihadiri oleh delapan pengurus APHIDA dan empat orang Pengurus Pusat Muslimat Hidayatullah.

“Organisasi atau amal usaha di bawah Hidayatullah harus berjamaah. Hal ini diharapkan mampu menjadi media dan wasilah program gerakan dakwah. APHIDA bisa menjadi pintu utama dakwah melalui komunitas bisnis,” ungkap Pembina APHIDA, Ruhyadi dalam memberikan sambutannya.

Pada pertemuan tersebut, Pembina APHIDA berharap dengan sinergi ini akan meningkatkan kapasitas SDM, membuat program kekinian yang berbasis digital, dan memperbaiki manajemen diklat koperasi.

Selain itu, pemetaan sumber dana dan membuat sistem aplikasi yang baik juga tidak boleh diabaikan untuk membangun perekonomian umat yang lebih maju.

Sedangkan Ketua APHIDA, Faisal Thamrin menyampaikan bahwa pengurus akan memulai silaturahmi ke seluruh Lembaga Hidayatullah dan membuka keanggotaan dari Mushida, baik pengusaha ataupun yang baru ingin menjadi pengusaha.

“Mushida menjadi pintu masuk keanggotaan APHIDA dan sebaliknya, APHIDA bisa menjadi pintu masuk anggota Mushida. APHIDA diharapkan mempercepat laju gerakan dakwah,” imbuhnya.

Tentunya, Muslimat Hidayatullah sangat menyambut baik sinergi tersebut. Ketua Departemen Ekonomi PP Muslimat Hidayatullah mengungkapkan bahwa pelatihan digital marketing yang diadakan oleh Departemen Ekonomi PP Mushida diikuti oleh kurang lebih 250 peserta, di antara 200 peserta sudah memiliki usaha.

“Setelah acara digital marketing tersebut, semoga bisa membentuk komunitas sebagai pintu masuk keanggotaan Mushida agar dakwah Mushida menjadi lebih luas,” terangnya.

Pertemuan tersebut menghasilkan MoU atau perjanjian sinergi yang harus dilaksanakan oleh APHIDA dan Mushida

‘Ala kulli haal, semoga silaturahmi ini bisa menjadi langkah awal APHIDA dan Muslimat Hidayatullah dalam bersinergi demi membangun perekonomian umat yang bermanfaat.

  • person
Bagikan Threads
Tulis Komentar
×

forum Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Mushida Kutim Gelar Kajian Refleksi Pemikiran Almarhum Abdullah Said

    Mushida Kutim Gelar Kajian Refleksi Pemikiran Almarhum Abdullah Said

    • calendar_month Jumat, 13 Des 2013
    • account_circle admin
    • 0Komentar

    MUSHIDA.ORG — Pimpinan Daerah Muslimat Hidayatullah Kutai Timur (PD Mushida Kutim) menggelar kegiatan kajian refleksi atas pemikiran dan gagasan pendiri Hidayatullah, Allaahuyarham Ustadz Abdullah Said, beberapa hari lalu. Acara tersebut menghadirkan pembicara Ustadz Thoriq Nur Kalam yang juga seorang praktisi pendidikan. Dalam pemaparannya, Ustadz Thoriq menjelaskan bahwa Ustadz Abdullah Said telah melahirkan gagasan yang luar […]

  • Perjalanan Meniti Keikhlasan

    Perjalanan Meniti Keikhlasan

    • calendar_month Rabu, 29 Des 2021
    • account_circle adminmushida
    • 0Komentar

    Namaku Hikmah. Sebenarnya salah satu keinginanku adalah bersekolah di sekolah negeri layaknya anak zaman sekarang, hanya saja kedua orang tuaku sangat berkeinginan agar aku sekolah di pesantren saja, itu artinya keinginanku dan keinginan kedua orang tuaku sangat bertolak belakang. “Ummi, Hikmah sekolah di luar saja yah, kan waktu SMP udah mondok, capek kalau mondok lagi.” […]

  • Kunjungan Pengurus Pusat Mushida ke Sulawesi Barat

    Kunjungan Pengurus Pusat Mushida ke Sulawesi Barat

    • calendar_month Senin, 18 Agt 2025
    • account_circle Admin Mushida
    • 0Komentar

    Pengurus Pusat Muslimat Hidayatullah menggelar kunjungan wilayah ke Pondok Pesantren Hidayatullah Mamuju, Sulawesi Barat, pada 26 Juli 2025. Kegiatan bertema “Sinergi Organisasi dan Spirit Juang dalam Bingkai Ukhuwah Islamiyah” ini dihadiri peserta dari berbagai jenjang kepengurusan, mulai dari tingkat pusat hingga daerah. Kunjungan dilakukan oleh Ketua Umum Pengurus Pusat Muslimat Hidayatullah Pusat, Hani Akbar, M.Pd., […]

  • PW Mushida Aceh Matangkan Persiapan Menjelang Munas 6 Muslimat Hidayatullah

    PW Mushida Aceh Matangkan Persiapan Menjelang Munas 6 Muslimat Hidayatullah

    • calendar_month Kamis, 20 Nov 2025
    • account_circle Admin Mushida
    • 0Komentar

    mushida.org — Muslimat Hidayatullah akan menggelar agenda lima tahunan yaitu Musyawarah Nasional yang ke-6 pada 27- 29 November 2025 di Jakarta. Sebelumnya, telah berlangsung beberapa rangkaian gebyar Pra Munas yang berlangsung mulai bulan Juli lalu, dengan diikuti oleh anggota Mushida se-Indonesia. Di antaranya Seribu Berkah untuk Indonesia, Gerak Jalan Sehat & Operasi Bersih Lingkungan, Webinar […]

  • Rakerwil Muslimat Hidayatullah Bali Perkuat Konsolidasi dan Kemandirian Organisasi

    Rakerwil Muslimat Hidayatullah Bali Perkuat Konsolidasi dan Kemandirian Organisasi

    • calendar_month Senin, 4 Mei 2026
    • account_circle Admin Mushida
    • 0Komentar

    (Denpasar, mushida.org) — PW Muslimat Hidayatullah Bali menyelenggarakan Rapat Kerja Wilayah (Rakerwil) pada Sabtu, 2 Mei 2026/14 Dzulqa’dah 1447 H di Kampus Madya Hidayatullah Denpasar, Bali. Kegiatan ini diikuti oleh 70 peserta yang terdiri atas Pengurus Wilayah Muslimat Hidayatullah Bali, Majelis Murobbiyah Wilayah, dan Pengurus Daerah. Rakerwil menjadi forum strategis dalam memperkuat konsolidasi organisasi sekaligus […]

  • Seminar Negeri Serumpun: Ketahanan Keluarga Menuju Indonesia Beradab

    Seminar Negeri Serumpun: Ketahanan Keluarga Menuju Indonesia Beradab

    • calendar_month Kamis, 12 Jul 2018
    • account_circle admin
    • 0Komentar

    KELUARGA adalah unit terkecil suatu negara. Jika ingin membangun negara, maka kita harus membangun keluarga terlebih dahulu. Setiap anggota keluarga masing-masing mempunyai tugas dan peran yang harus dilakukan dengan cara ma’ruf dan sesuai dengan syariat sehingga keharmonisan keluarga bisa tercipta, bahkan menjadi sebuah kekuatan. Ayah, Ibu dan Anak yang terikat dalam institusi keluarga menjadi pelaku […]

expand_less