light_mode
light_mode

Giatkan Literasi, PP Mushida Hadirkan Madrasah Jurnalistik

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

(mushida.org), PP Muslimat Hidayatullah selalu menghadirkan program yang menebar manfaat. Menulis merupakan dakwah bil qolam yang harus digiatkan bagi para Muslimah.

Untuk itu, Humas dan Keputrian PP Muslimat Hidayatullah menyelenggarakan webinar Madrasah Jurnalistik bekerja sama dengan BMH yang diikuti oleh Pengurus, Anggota, Keputrian Muslimat Hidayatullah di seluruh provinsi Indonesia pada 20/08/2022.

Dengan menulis, maka sejatinya mengabadikan kebaikan. Mereka yang abadi dengan karyanya ialah Ibn Sina, Al-Khawarizmi, Ibn Khaldun.

Ibn Sina, Bapak Kedokteran Modern, menyumbangkan 450 karya dalam hidupnya. Karya fenomenalnya berjudul Qanun Fi Thib (Canon Of Medicine) dan Al-Shifa (The Book Of Healing). Al-Khawarizmi, Pencetus Aljabar, meninggalkan karya fenomenal berjudul AlKitab A Mukhtashar Fi Hisab Al Jabr Wa Al Muqabalah dan telah diterjemahkan dalam bahasa latin sejak abad 12. Ibn Khaldun, sejarawan Muslim yang juga dijuluki Bapak Ekonomi. Meninggalkan karya yang fenomenal berjudul AlMuqoddimah.

Allah berfirman, “Bacalah! demikian jawaban wahyu, “Dengan nama Tuhanmu yang menciptakan. Dia menciptakan manusia dari segumpal darah. Bacalah dan Tuhanmu Maha Pemurah; yang mengajar manusia dengan perantaraan kalam. Dia mengajarkan kepada manusia apa yang tidak diketahuinya.” (Q.S. Al-‘Alaq: 1-5)

“Agar memahami kaidah kepenulisan, maka Madrasah Jurnalistik ini dihadirkan. Semoga setelah mengikuti kegiatan ini, para peserta bisa menyampaikan kebaikan meski satu kalimat sebagai amal jariyah yang bertujuan untuk mencerahkan umat,” ucap Ketua Umum PP Muslimat Hidayatullah, Hani Akbar, dalam sambutannya.

Webinar ini menghadirkan tiga materi dengan tiga narasumber yakni Irawati Istadi (Pegiat Parenting, Penulis Buku, Imam Nawawi (Ketua Umum PP Pemuda Hidayatullah, Penulis Buku), Faradilla Awwaluna (Direktur Majalah Elnilein).

“Meskipun disibukkan dengan berbagai kegiatan, kita harus meluangkan waktu untuk menulis,” ungkap Irawati Istadi.

Menurutnya, semua orang dapat menulis jika melakukan tips dan trik dengan menguatkan tekad, membuat deadline, mencatat ide yang muncul, menentukan tema, membuat kerangka, menuangkannya dalam tulisan, dan menyesuaikan gaya bahasa sesuai target pembaca.

Sedangkan Faradilla Awwaluna menuturkan bahwa kegiatan membaca dan menulis saling berhubungan karena akan memunculkan referensi dan ide hingga seseorang akan lebih mudah untuk menulis. Selain itu kegiatan membaca akan melatih daya pikir dan memperkaya kosa kata. Seseorang tidak akan bisa menulis jika ia tidak suka membaca. Begitupun sebaliknya, seseorang bisa menulis jika ia gemar membaca.

“Tidak ada penulis yang instan. Yang ada hanyalah penulis yang mau berkomitmen untuk membersamai prosesnya dalam memperbaiki tulisan,” imbuh Mahasiswi International University of Africa Sudan ini.

Sebagai informasi, dalam sebuah penelitian Internasional, Indonesia merupakan negara yang termasuk zona merah darurat literasi. Minat baca masyarakat Indonesia dikatakan berhenti selama 18 tahun. Yang lebih memprihatinkan, Kementrian Komunikasi dan Informatika RI (Kominfo) menyuguhkan sebuah headline berita “Teknologi Masyarakat Indonesia: Malas Baca, Tapi Cerewet di Media Sosial.”

“Untuk itu, maka kita mencoba mencintai kegiatan membaca dan menulis. Menulis bukan untuk hebat. Tapi lebih dari itu untuk menjadi manfaat bagi sekitar. Dengan menulis, kita akan menyebar cinta kepada sesama,” terangnya.

Selanjutnya narasumber terakhir menyebutkan bahwa era digital seperti ladang terbuka, jika umat Islam tidak menanamnya dengan kebaikan, maka jangan marah jika generasi Islam direbut oleh paradaban lain.  

“Siapa yang menulis, ia merawat akal dan hati. Siapa yang menulis, ia menjaga kekuatan peradaban. Menulis ialah nafas dalam ajaran Islam. Di era digital ini, banyak berita hoax yang harus dihentikan dengan terus membagikan tulisan yang bermanfaat,” tegas Ketua Umum PP Pemuda Hidayatullah, Imam Nawawi.

Dalam pemaparan materi teknik menulis reportase, ia mencontohkan berita wakaf Qur’an oleh Baitul Maal Hidayatullah Jawa Barat kepada 13 masjid di Kelurahan Antapani, Bandung.

Menulis adalah skill, siapa yang berlatih maka dia akan terampil. Jadikan menulis sebagai ibadah dan dakwah. Karena ucapan atau perkataan akan hilang, sedangkan tulisan selalu abadi.

Kegiatan Madrasah Jurnalistik diakhiri dengan penguatan terhadap materi, yang disampaikan oleh Ketua Bidang Organisasi PP Mushida, “Manfaat menulis sebagai fastabiqul khairaat. Semoga kegiatan ini dapat melahirkan penulis yang amanah, sesuai dengan koridor syari’at. Jadilah penulis yang bernilai, bukan hanya sekadar hobi menilai kekuarangan orang lain,” ungkap Dede Agustina.

Kegiatan ini diharapkan dapat meningkatkan motivasi dan semangat menulis. Adapun follow up dari kegiatan Madrasah Jurnalistik akan diadakan pembinaan kepenulisan yang dibawakan oleh mentor menulis, Ida S. Widayanti (Penulis Buku Best Seller). Pembinaan dilaksanakan dengan empat kali pertemuan pada grup WhatsApp.

  • person
Bagikan Threads
Tulis Komentar
×

forum Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Menjadi Muslimat Laksana Emas, Sudahkan?

    Menjadi Muslimat Laksana Emas, Sudahkan?

    • calendar_month Senin, 1 Feb 2016
    • account_circle admin
    • 0Komentar

    MENJADI Pasir atau  emas adalah pilihan. Bagaimana seseorang hanya menjadi sebutir pasir yang tiada harganya diantara lautan pasir di pantai? Bagaimana seseorang bisa mnjadi emas yang begitu diburu siang dan mlam meski tersembunyi di belantara hutan, di tumpukan bebatuan, dalam genangan lumpur yang menjijikkan? Mengapa sebutir pasir tidak berharga?  Mengapa sebiji emas begitu tak ternilai […]

  • Kontribusi Muslimah Dalam Menegakkan Peradaban Islam

    Kontribusi Muslimah Dalam Menegakkan Peradaban Islam

    • calendar_month Sabtu, 5 Des 2020
    • account_circle admin
    • 0Komentar

    JAKARTA – Ketua Umum Pengurus Pusat Muslimat Hidayatullah Dr. (Cand) Reny Susilawati M.Pd.I, pada webinar bertema “Meneguhkan Integritas Muslimah Demi Tegaknya Peradaban Islam” mengawali materinya dengan menyebutkan definisi tentang peradaban. “Peradaban Islam itu ibarat pohon yang akarnya tertanam kuat di bumi, sedangkan dahan-dahannya menjulang tinggi ke langit dan memberi rahmat bagi alam semesta. Akar itu […]

  • Pengurus Wilayah Mushida se-Indonesia Resmi Dilantik

    Pengurus Wilayah Mushida se-Indonesia Resmi Dilantik

    • calendar_month Minggu, 10 Apr 2016
    • account_circle admin
    • 0Komentar

    Pengurus Wilayah (PW) Muslimat Hidayatullah (Mushida) se-Indonesia resmi dilantik. Pelantikan pengurus tingkat wilayah ini dilakukan bertepatan dengan momentum Rapat Kerja Nasional (Rakernas) Tahun 2016 yang digelar di Kota Depok, Jawa Barat, 8-10 April 2016. Kendati ketua tertunjuk tak semua bisa hadir dalam arena Rakernas Mushida 2016 karena kendala syar’i, pelantikan ini tetap berjalan khidmat penuh […]

  • Muslimat Hidayatullah Jabodebek Gelar Halaqah Gabungan di Bekasi

    Muslimat Hidayatullah Jabodebek Gelar Halaqah Gabungan di Bekasi

    • calendar_month Senin, 3 Apr 2017
    • account_circle admin
    • 0Komentar

    BEKASI – Muslimat Hidayatullah Jabodebek menggelar acara halaqah gabungan yang diselenggarakan setiap sebulan sekali. Kali ini yang menjadi tuan rumah adalah Pesantren Tahfidz Al-Qur’an Hidayatullah Bekasi yang beralamat di Kampung Bakung Kidul, Desa Karang Patri, Kecamatan Pebayuran, Kabupaten Bekasi, Jawa Barat. Acara ini dihadiri oleh Ketua Umum DPP Hidayatullah Nashirul Haq yang sekaligus menyampaikan taushiahnya. […]

  • Percayakah Anda Tentang Karakter Anak Sesuai Urutan Lahir?

    Percayakah Anda Tentang Karakter Anak Sesuai Urutan Lahir?

    • calendar_month Rabu, 4 Jan 2012
    • account_circle admin
    • 0Komentar

    MUSHIDA.ORG — Beberapa orang masih mempercayai bahwa urutan kelahiran mempunyai pengaruh terhadap karakter anak. Namun, ada juga yang bilang bahwa ini hanya mitos. Jadi, boleh percaya, boleh tidak ya, Ma. Anak SulungSeringkali anak pertama dianggap sebagai pemimpin dan mampu memecahkan persoalan serta memiliki kemampuan organisasi yang kuat. Mitos ini muncul karena anak pertama biasanya sering […]

  • Musyawarah Wilayah VI Mushida Bali Tetapkan Kepemimpinan Periode 2025–2030

    Musyawarah Wilayah VI Mushida Bali Tetapkan Kepemimpinan Periode 2025–2030

    • calendar_month Kamis, 22 Jan 2026
    • account_circle Admin Mushida
    • 0Komentar

    Denpasar, mushida.org – Musyawarah Wilayah (Muswil) VI Muslimat Hidayatullah Bali digelar pada 27 Rajab 1447 H/16 Januari 2026, bertempat di Kampus Madya Hidayatullah Denpasar, Bali. Kegiatan ini dihadiri oleh senior Hidayatullah Bali, Ketua Komite Sekolah RA–MI, jajaran pengurus daerah, guru dan karyawan, serta perwakilan organisasi kemasyarakatan di Bali. Musyawarah dibuka secara resmi oleh Ketua DPW […]

expand_less