light_mode
light_mode

Rajut Ukhuwah, PP Muslimat Hidayatullah Menghadiri Undangan Wanita Isma di Malaysia

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

Ukhuwah yang telah terjalin lama antara Muslimat Hidayatullah dan Wanita ISMA (Ikatan Muslimin Malaysia) menjadi alasan utama hadirnya utusan PP Mushida pada acara Konvensyen Wanita Islam Nasional atau Konwanis yang rutin diadakan oleh Wanita ISMA setiap dua tahun sekali.

Ustadzah Sabriati Aziz (Ketua Majelis Penasihat Mushida) dan Ustadzah Sarah Zakiyah (Sekjend PP Mushida) sebagai utusan PP Mushida berkesempatan menghadiri Konwanis yang digelar di Dewan Seri Sarjana UNITEN pada 24 September 2022 dihadiri oleh 1.600 peserta dari berbagai cabang ISMA di Malaysia.

Dengan mengangkat tema “Teguh Hadapi Cabaran” Konwanis kali ini menghadirkan tokoh-tokoh wanita Malaysia, di antaranya Ustadzah Kauthar Jamalludin, Penasihat Syariah dan Pendakwah Bebas, Syafinas Yunus, Pengacara Selebriti dan Duta Aman Palestin, Prof. Datuk Dr. Ramlah Adam, Pakar sejarah negara dan mantan pengarah institute kajian institusi Raja, Universiti Malaysia Perlis, Dr Murizah Mohd Zain, pakar obsetrik dan ginokologi dan perubatan reproduktif, Ketua Wanita ISMA Dr. Suriani Sudi, dan beberapa tokoh lainnya.

Dalam sambutan resmi saat membuka Konwanis ini, Ustadz Haji Muhammad Fauzi Asmuni menyambut kehadiran perwakilan dari Muslimat Hidayatullah dan mengatakan bahwa ustadz Abdullah Said, pendiri Hidayatullah adalah orang yang telah banyak berkontribusi untuk kejayaan Islam di Nusantara (Asia Tenggara), beliau pun sedikit berkisah tentang perjalanan beliau ke kampus induk Hidayatullah Gunung Tembak, Balikpapan, Kalimantan Timur. 

Ustadz Muhammad Fauzi menjelaskan dalam sambutannya bahwa dunia sekarang mengagungkan falsafah Barat, begitu juga tentang perlakuan terhadap wanita. Padahal dalam sejarahnya, Barat tidak pernah mengangkat martabat wanita. Sebaliknya, sejarah kita, Islam dan Melayu, mendudukkan wanita sebagai auliya kaum Adam, yang senantiasa mendudukkan wanita sesuai dengan sifat-sifat asasinya, menjadi anak, istri, dan ibu.

“Islam telah memberikan tashawwur yang jelas tentang peranan wanita, sedangkan Barat dan Eropa berusaha meluruhkan sifat-sifat mereka, namun institusi kita tidak punya kekuatan untuk menyebarkan tashawur ini, karenanya kita perlu berkongsi untuk menyebarkan tashawur Islam dalam menjaga harkat martabat wanita,” ungkapnya.

Tema yang diangkat pada Konwanis kali ini mengajak Muslimah untuk bangkit setelah menghadapi berbagai ujian baik yang terjadi pasca pandemi covid-19 ataupun ujian-ujian yang ditemui dalam kehidupan. Safinaz Yunus yang berbagi cerita tentang wanita Palestina dan suriah dari perjalanan kemanusiaannya bersama Aman Palestin mengatakan bahwa ujian-ujian yang kita hadapi selama ini  tidaklah sebanding dengan apa yang dihadapi para Muslimah yang tanahnya terjajah oleh zionis dan pemerintahan dzalim.

Dengan penuh semangat, Safinaz Yunus yang juga seorang reporter TV Malaysia berbagi kebahagiaannya ketika melihat dibangun kembali wilayah Suriah yang berbatasan langsung dengan Turki saat ini. Menurutnya, perjalanannya ke Suriah pada tahun 2012, 2014, dan 2016 menunjukkan tidak ada harapan kehidupan bagi warga negara Suriah. “Semoga Allah Swt menjaga Erdogan,” ungkapnya mendoakan presiden Turki yang telah membangun kembali harapan rakyat Suriah khususnya di wilayah perbatasan Turki.

Prof. Datuk Ramlah Adam dalam usianya yang sudah mencapai 72 tahun, mengingatkan kepada para wanita Muslimah untuk memahami sejarah negaranya, khususnya budaya Melayu. “Tak ada hulu taka da parang” beliau mengutip peribahasa tersebut dan mengatakan bahwa syariat Islam lah yang dipegang oleh para pejuang melayu wanita, dan ini pulalah yang harus dijaga dan dilestarikan.

Acara Konwanis yang berlangsung dari pukul 08.00 sampai 17.00 petang ini tetap setia diikuti oleh para peserta hingga usai. Acara dimeriahkan dengan stand-stand bazar dan pembagian door prize bagi peserta.*/Sarah Z

  • person
Bagikan Threads
Tulis Komentar
×

forum Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Mushida Sulbar Diharapkan Mampu Membumikan Al-Qur’an

    Mushida Sulbar Diharapkan Mampu Membumikan Al-Qur’an

    • calendar_month Minggu, 21 Feb 2021
    • account_circle Arsyis Musyahadah
    • 0Komentar

      “Al-Qur’an dan sunnah adalah pedoman umat muslim. Untuk itu, kita harus selalu membumikan Al-Qur’an, terutama di dalam keluarga,” ungkap Ketua DPW Hidayataullah Drs. Mardhatila dalam sambutan acara Musyawarah Wilayah (Muswil) PW Muslimat Hidayatullah Sulawesi Barat di Kampus Madya Hidayatullah Majene, pada 17-18 Februari 2021/5-6 Rajab 1442 H. Acara tersebut dihadiri oleh Majelis Murobbiyah Wilayah, […]

  • Silaturahim Syawal Keputrian Mushida Jatim: Peluang dan Tantangan Keputrian Dalam Gerakan Dakwah

    • calendar_month Minggu, 30 Mei 2021
    • account_circle Arsyis Musyahadah
    • 0Komentar

    Departemen Keputrian Muslimat Hidayatullah PW Jawa Timur menyelenggarakan kegiatan Silaturahim Syawal sekaligus Launching Pembinaan Pengurus dan Pengasuh Keputrian se-Jatim pada 30 Mei 2021/18 Syawal 1442 H. Kegiatan virtual ini diikuti oleh Departemen Keputrian Pengurus Daerah (PD) se-Jawa Timur, pengasuh, dan keputrian tingkat SMP, SMA, dan PT se-Jawa Timur. “Zaman boleh berubah. Tapi akidah dan akhlak […]

  • Membangun Karakter Diri Muslimah dan Teladan Mulia Keluarga Ibrahim Alaihissalam

    Membangun Karakter Diri Muslimah dan Teladan Mulia Keluarga Ibrahim Alaihissalam

    • calendar_month Kamis, 28 Apr 2016
    • account_circle admin
    • 0Komentar

    Masih dalam rangkaian acara Persidangan Wanita Antarbangsa (Perwanis) 2016 yang berlangsung tanggal 26-27 April lalu di Malaysia lalu, Sekretaris Majelis Penasehat Muslimat Hidayatullah, Irawati Istadi, memaparkan pidatonya pada sidang plenary. Dalam pidatonya Irawati menegaskan bahwa menjadi ibu bagi muslimat adalah menjadi sebuah keutamaan, walaupun setelah itu seorang muslimat bisa memilih untuk juga menjadi guru, dokter, […]

  • Semarak Seminar Mushida “Indonesia Bebas LGBT” di Majene

    Semarak Seminar Mushida “Indonesia Bebas LGBT” di Majene

    • calendar_month Minggu, 24 Apr 2016
    • account_circle admin
    • 0Komentar

    Pengurus Daerah Muslimat Hidayatullah (PD Mushida) Kabupaten Majene bekerjasama dengan Komunitas Pecinta Keluarga (KIPIK) dan didukung Pemerintah Kabupaten Majene, Sulawesi Barat, menggelar acara dialog dan seminar membahas masalah parenting untuk ketahanan keluarga yang mengusung tema besar “Kokohkan Keluarga Indonesia Bebas LGBT” di Kabupaten Majene, Ahad (24/04/2016). Dalam sambutannya Ketua penggerak PKK Kabupaten Majene, Dra.Hj Fatmawati […]

  • Memilih untuk Berani, Menjadi Muslimat Sejati

    Memilih untuk Berani, Menjadi Muslimat Sejati

    • calendar_month Selasa, 10 Feb 2015
    • account_circle admin
    • 0Komentar

    KEHIDUPAN dunia penuh pilihan. Tanpa pilihan perjalanan hidup ini akan terhenti. Ada satu kata yang terkadang menghambat langkah menuju satu pilihan. Satu kata itu adalah keberanian. Kebenaran dan kebatilan sudah jelas, begitulah Allah Subhanahu Wata’ala kabarkan. Namun, manusia kala memilih jalan rusyd tak berani menerima semua konsekuensi yang ada di balik pilihan tersebut. Mengapa? Karena […]

  • Kepergian Sang Pejuang

    Kepergian Sang Pejuang

    • calendar_month Minggu, 11 Jul 2021
    • account_circle admin
    • 0Komentar

    Ahad, 1 Dzulhijjah 1442 H Pukul 05.33 WIB Pagi itu, terdengar suara handphone berdering. Siapa yang menelepon sepagi ini. Handphone baru saja dicharge. Setelah saya selesai menuntaskan pekerjaan di lapotp pukul 23.10 malam, data internet sengaja dimatikan, hingga belum sempat lagi melihat pesan whatsapp. Bertambah kaget lagi ketika tau siapa yang menelepon, ternyata Ustadzah Neny (Kabid Pelayanan […]

expand_less