light_mode
light_mode

Halaqah Sebagai Wadah Pembinaan Keputrian

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

Keputrian adalah salah satu departemen dalam Organisasi Muslimat Hidayatullah, yang berada di bawah koordinasi Ketua Bidang Organisasi. Keputrian Muslimat Hidayatullah menjadi wadah pembinaan anak putri dari usia 7 tahun sampai remaja yang belum menikah. Anggota keputrian Muslimat Hidayatullah terhitung saat usia 17 tahun ke atas dan menjadi titik fokus pembinaan di Keputrian. Wadah pembinaan yang dimaksud ialah halaqah.

Mengingat halaqah Pandu Hidayatullah merupakan salah satu program di bawah Kurikulum Departemen Kepesantrenan DPP Hidayatullah, maka diperlukan pemateri dalam menyampaikan secara langsung dari pengurus Sako Pandu Pusat. Untuk itu, Departemen Keputrian Muslimat Hidayatullah mengadakan kegiatan Sosialisasi Manajemen Halaqah Pandu dan Keputrian yang dilaksanakan pada Sabtu, 18 Juni 2022 secara virtual.

“Wadah pembinaan melalui berhalaqah dengan tujuan menjadikan santri yang memiliki pemahaman yang baik tentang Sistematika Wahyu, melahirkan kader-kader yang militan dan berpengaruh, merajut ukhwah serta berada dalam satu barisan untuk beramal dan berorganisasi secara berjamaah,” ucap Ustadzah Mutiah Najwati, Ketua Departemen Keputrian PP Mushida dalam menyampaikan sambutan pada kegiatan yang diikuti oleh Murabbiyah Pandu dan Keputrian, Pengasuh, Pengurus PW dan PD Keputrian Muslimat Hidayatullah.

Ustadz Daryono Syarif sebagai pemateri menyebutkan bahwa konsep kaderisasi untuk santri di Hidayatullah melalui Gerakan Pandu Hidayatullah. Dalam melaksanakan amanah tersebut dibutuhkan doa, kerja sama, dan silaturahmi untuk mempersembahkan kader terbaik Hidayatullah.

“Sako Hidayatullah merupakan bagian dari Pandu Hidayatullah yang memiliki legasi atau izin operasional dalam pelaksanaan kegiatan kepanduan khususnya yang bersifat jasadiyah atau kepramukaan dan kemasyarakatan,” ungkapnya.

Gerakan Pandu Hidayatullah ialah suatu aktivitas pengkaderan santri Hidayatullah yang bertujuan mendidik anggotanya supaya menjadi generasi yang siap menjadi pelanjut dakwah dan perjuangan Islam melalui Hidayatullah. Gerakan ini bukan hanya sekadar ekstrakurikuler melainkan sebagai konsep kaderisasi santri.

“Maksud dan tujuan Gerakan Pandu Hidayatullah yaitu memberikan bekal keilmuan maupun spiritual, mendidik para santri agar memiliki jiwa kepemimpinan, memberikan wadah berorganisasi bagi santri, melahirkan kader pejuang Islam melalui Hidayatullah,” terang Panglima Gerakan Pandu Hidayatullah ini.

Program pembinaan Gerakan Pandu Hidayatullah terdiri dari tarbiyah tsaqafiyah (wawasan dan pengetahuan), tarbiyah jasadiyah, tarbiyah ruhiyah (penanaman adab), tarbiyah ijtima’iyah (sosial kemasyarakatan),dan tarbiyah qiyadiyah (kepemimpinan).

Lebih lanjut beliau mengatakan bahwa pengelolaan kegiatan Pandu Hidayatullah Putri disinergikan dengan Muslimat Hidayatullah. Materi kemuslimahan dengan memahami peran Muslimah dalam rumah tangga dan masyarakat perlu disampaikan yaitu menjadi Muslimah yang berpribadi sholihah, sebagai istri bagi seorang mujahid, sebagai ibu bagi generasi Rabbani, sebagai da’iyah tangguh, sebagai mujahidah fi sabilillah.

Halaqah adalah sistem pengkaderan terstruktur dan berkelanjutan yang terdiri dari beberapa anggota dan dibimbing oleh seorang murabbiyah.

“Mengapa harus halaqah? Halaqah merupakan sistem pendidikan Islam tertua, yang telah dipraktekkan oleh Rasulullah sejak awal turunnya Islam di rumah sahabat bernama Arqam. Sistem halaqah ini juga telah diwariskan dari generasi ke genarasi dan telah terbukti efektifitasnya dalam membentuk kepribadian seorang muslim,” imbuhnya.

Demikian yang dilakukan oleh Abdullah Said dalam mendirikan Hidayatullah yaitu dengan membentuk halaqah sebagaimana yang dilakukan Rasulullah.

Halaqah Pandu Hidayatullah merupakan wadah pembinaan santri Hidayatullah yang dibentuk dan dikoordinasikan oleh pesantren, sekolah, madrasah, dan amal usaha pendidikan Hidayatullah lainnya.

Halaqah Pandu Hidayatullah berfungsi sebagai sarana mempersaudarakan, sebagai sarana tarbiyah dalam memahami ayat-ayat Allah, dan sarana pengorganisasian dengan hidup berjama’ah. Allah berfirman

“Dialah yang mengutus seorang Rasul kepada kaum yang buta huruf dari kalangan mereka sendiri, yang membacakan kepada mereka ayat-ayat-Nya, menyucikan (jiwa) mereka dan mengajarkan kepada mereka Kitab dan Hikmah (Sunnah), meskipun sebelumnya, mereka benar-benar dalam kesesatan yang nyata.” (QS. Al-Jumu’ah: 2)

Kegiatan halaqah Pandu Hidayatullah sebagaimana halaqah lainnya yang terdiri dari pembukaan, tilawah Al-Qur’an, tarjamah, kajian inti Sistematika Wahyu, muhasabah, infaq, dan penutup.

Kegiatan tersebut diakhiri dengan sebuah pantun.

Pergi ke Manggarai membeli peti

Bentuknya persegi bahannya besi

Jangan mencurigai apalagi rebutan roti

Mari bersinergi wujudkan visi organisasi

Dari program yang dicanangkan tersebut harapannya akan menghasilkan lima profil kader Hidayatullah yaitu shohihun fil aqidah, mutakhalliqun bil qur’an, mujiddun fil ibadah, daa’in ilallah, multazimun bil jama’ah.

  • person
Bagikan Threads
Tulis Komentar
×

forum Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • PW Mushida Jabar Selenggarakan Daurah Marhalah

    PW Mushida Jabar Selenggarakan Daurah Marhalah

    • calendar_month Minggu, 4 Des 2022
    • account_circle admin
    • 0Komentar

    Hidayatullah sebagai harakah jihadiyah harus survive dalam membawa misi utamanya sebagai pelanjut risalah Rasulullah SAW, membangun peradaban Islam. Untuk mencapai tujuan tersebut, kata kuncinyanya adalah adanya program kaderisasi yang berkelanjutan. Program yang mampu memberi bekal kepada para kader untuk mampu menyampaikan visi dan misi lembaga, memberi pencerahan kepada umat yang akhirnya terekrut menjadi kader Hidayatullah, […]

  • Departemen Perkaderan PP Mushida Selenggarakan Pengayaan Manhaj Seri 2

    • calendar_month Minggu, 28 Apr 2024
    • account_circle adminmushida
    • 0Komentar

    Departemen Perkaderan PP Mushida menyelenggarakan Webinar Pengayaan Manhaj Seri 2 dengan tema “Menyempurnakan Tauhid dengan Menjauhi Syirik dan Menguatkan Al-Wala’ dan Bara” pada 28 April 2024. “Menyempurnakan tauhid direaliasikan dengan cara menetapkan tiga macam tauhid, meyakininya, dan mengamalkan konsekuensinya. Tiga macam tauhid yaitu tauhid rubuhiyah, tauhid uluhiyah, dan tauhid asma wa sifat.” Hal tersebut disampaikan […]

  • Muslimat Hidayatullah Aceh Canangkan Program dan Aksi Nyata untuk Masyarakat

    Muslimat Hidayatullah Aceh Canangkan Program dan Aksi Nyata untuk Masyarakat

    • calendar_month Sabtu, 16 Mei 2026
    • account_circle Arsyis Musyahadah
    • 0Komentar

    ACEH UTARA – Semangat konsolidasi dan penguatan peran organisasi terus digaungkan oleh Muslimat Hidayatullah Aceh melalui pelaksanaan Rapat Kerja Wilayah (Rakerwil) yang digelar pada 14–15 Mei 2026/27–28 Dzulqaidah 1447 H. Kegiatan ini diikuti oleh 28 peserta dari Pengurus Daerah, di antaranya PD Aceh Besar, PD Aceh Utara, dan PD Aceh Tenggara. Rakerwil tersebut menjadi forum […]

  • Muslimah Tangguh Dengan Sistematika Wahyu

    Muslimah Tangguh Dengan Sistematika Wahyu

    • calendar_month Minggu, 14 Nov 2021
    • account_circle adminmushida
    • 0Komentar

    Naik turunnya iman menjadi sebuah keniscayaan. Iman dapat turun dengan maksiat, dan bertambah dengan adanya ketaatan. Menghadiri majelis ilmu merupakan sebuah ketaatan yang menambah keimanan. Muslimah memiliki peran yang tak sedikit. Dalam menjalankan perannya, muslimah harus berada dalam koridor yang benar. Diharapkan, seorang muslimah menjadi tangguh dalam menjalankan berbagai peran dengan mengikuti manhaj sistematika wahyu […]

  • Semangat Berkonsolidasi dan Bertransformasi Menggelora di Ranah Minang

    Semangat Berkonsolidasi dan Bertransformasi Menggelora di Ranah Minang

    • calendar_month Sabtu, 16 Mei 2026
    • account_circle Arsyis Musyahadah
    • 0Komentar

    PADANG — Semangat berkonsolidasi dan bertransformasi bergelora di Ranah Minang. Pengurus Wilayah Muslimat Hidayatullah (Mushida) Sumatera Barat menggelar Rapat Kerja Wilayah (Rakerwil) pada 16 Mei 2026/28 Dzulqaidah 1447 H. Kegiatan yang diikuti oleh 15 orang dari PD Mentawai ini menjadi momen penting untuk merencanakan program kerja yang bermanfaat bagi keluarga, pendidikan, dan dakwah umat.Keluarga Rakerwil […]

  • Muswil Mushida DIY-Jatengbagsel Ajak Muslimah Teguhkan Peran Untuk Membangun Ketahanan Keluarga

    • calendar_month Minggu, 8 Feb 2026
    • account_circle Admin Mushida
    • 0Komentar

    Sleman, mushida.org — Muslimat Hidayatullah (Mushida) Wilayah DIY–Jateng Bagian Selatan menggelar Musyawarah Wilayah (Muswil) VI sebagai agenda lima tahunan. Kegiatan ini berlangsung pada Jumat–Sabtu, 18–19 Sya’ban 1447 H / 6–7 Februari 2026, bertempat di Gedung BBPPMPV Seni dan Budaya, Sleman yang diikuti oleh 91 peserta yang berasal dari berbagai daerah. Acara dibuka secara resmi oleh […]

expand_less