Perkuat Konsolidasi dan Transformasi Organisasi, PW Mushida Papua Barat Daya Gelar Rakerwil 2026

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.
(Sorong, mushida.org) Transformasi organisasi merupakan langkah penting dalam menjawab tantangan zaman yang terus berkembang. Muslimat Hidayatullah harus tetap berpegang teguh pada strategi Nabi dalam tarbiyah dan dakwah, namun tetap adaptif terhadap perubahan sosial dan perkembangan zaman.
Hal tersebut disampaikan oleh Ketua Umum PP Mushida, Ustadzah Hani Akbar, dalam sambutan pembukaan Rapat Kerjaa Wilayah Papua Barat.
“Manajemen yang paling baik adalah manajemen nubuwah. Kita harus meneledani strategi tersebut. Jadi, seluruh program yang ada harus berdasarkan arah kebijakan strategis organisasi,” ujarnya.
Selain itu, ia juga menekankan pentingnya penguatan kualitas kader agar mampu menjalankan peran organisasi secara profesional, berdaya guna, dan tetap menjaga nilai-nilai dasar Hidayatullah.
“Adanya perubahan zaman menuntut kita untuk adaptif terhadap kondisi saat ini. Karena Mushida sebagai subjek utama memiliki peran sentral dalam keluarga,” tambahnya.
Rapat Kerja Wilayah bukan sekadar agenda rutin organisasi, melainkan momentum penting untuk memperkuat sinergi, menyatukan visi, serta merumuskan langkah-langkah strategis demi kemajuan organisasi ke depan. Melalui forum ini, setiap ide, masukan, dan diskusi menjadi bagian dari ikhtiar bersama dalam menghadirkan kontribusi terbaik bagi dakwah dan pengembangan Muslimat Hidayatullah.
Kegiatan yang dilaksanakan pada 1 Mei 2026/13 Dzulqa’dah 1447 H di Aula Kampus Hidayatullah Sorong, menjadi ajang konsolidasi organisasi sekaligus penguatan arah gerak dakwah Muslimat Hidayatullah di wilayah Papua Barat Daya dengan tema “Konsolidasi Jati Diri dan Transformasi Organisasi Menuju Muslimat Hidayatullah yang Mandiri dan Berpengaruh.”
Sementara itu, Ketua DPW Hidayatullah Papua Barat Daya, Ustadz Muhammad Sanusi, mengingatkan pentingnya Muslimat Hidayatullah dalam menghadirkan manfaat yang luas bagi masyarakat.
“Keberadaan kita harus memberi manfaat kepada orang lain, bukan hanya sebatas pada internal Hidayatullah saja, karena kita adalah jama’atun minal muslimin,” tuturnya.
Ia juga menekankan pentingnya peningkatan kualitas diri agar jati diri yang telah dipahami benar-benar menjadi identitas yang tercermin dalam kehidupan sehari-hari.
“Harus terus meng-upgrade diri agar jati diri yang sudah dipahami dapat diimplementasikan dalam kehidupan,” katanya.
Menurutnya, Rakerwil diharapkan mampu melahirkan rumusan dan hasil musyawarah yang bermanfaat, aplikatif, serta mampu menjawab kebutuhan dakwah dan pembinaan umat di tengah masyarakat.
Ketua PW Muslimat Hidayatullah Papua Barat Daya, Ustadzah Fajriah, menyampaikan bahwa pengurus dan semua anggota berkomitmen menjaga semangat kebersamaan dan terus bergerak maju dalam menjalankan roda organisasi.
“Semoga apa yang telah direncanakan dapat dijalankan dengan penuh amanah, dilandasi keikhlasan, dan bernilai ibadah di sisi Allah SWT,” ungkapnya.
Melalui Rakerwil ini, diharapkan lahir program-program kerja yang mampu memperkuat peran Muslimat Hidayatullah sebagai organisasi perempuan Islam yang aktif dalam bidang dakwah, pendidikan, keluarga, dan pemberdayaan masyarakat.
- person


Saat ini belum ada komentar