light_mode
light_mode

Ketika “Cieee” Tak Semata Candaan

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

KATA “cieee” adalah frasa yang sudah terbilang mainstream dan sangat populer di masyarakat saat ini. Kata ini telah familiar dituturkan tidak saja anak muda, mahasiswa, pelajar, aktivis, tetapi juga sering terdengar di sudut-sudut dusun.

Entah siapa memulainya, yang jelas kata “cieee” telah menjadi semacam selorohan untuk menggoda, bercanda, usil menjahili, atau sekedar ingin memuji.

Namun, terkadang, yang dianggap kecil atau sederhana bisa berubah makna jika diucapkan secara berlebihan. Ia bahkan membahayakan dan sanggup merusak hubungan persaudaraan sesama manusia.

“Cieee” hanya satu kata. Tapi ia boleh jadi akan menghanguskan amal shaleh seseorang. Pastinya frasa ini hanya mewakili sekian banyak padanan kata atau kalimat serupa lainnya.

Ketika seseorang hendak membiasakan ibadah sunnah, shalat sunnah misalnya. Lalu sontak kawannya menyorakinya dengan kata “cieee, ada yang lagi shalat sunnah” atau bentuk kalimat godaan lainnya.

Meski awalnya semata guyon atau hanya mengggoda, namun candaan terus menerus bisa menggores memicu timbulnya sesuatu di dalam hati kawan tersebut. Perasaan ingin dipuji diam-diam merayap tumbuh tanpa disadari.

Niat melakukan amal shaleh yang mulanya murni karena Allah mulai tercemari dengan kata cieee yang dilontarkan saudaranya.

“Cieee” hanya satu kata. Tapi ia sanggup merontokkan ukhuwah. Dalam berukhuwah, candaan terkadang dibutuhkan untuk mencairkan suasana dan merekatkan ukhuwah.

Namun canda yang berlebihan atau tidak pada tempatnya juga bisa merontokkan ukhuwah yang terjalin. Dalihnya mungkin baik ingin seru-seruan atau sekedar bercanda.

Namun, karena mendapat sorakan “cieee” terus menerus, ada kalanya seseorang menjadi jengah dan berubah jadi jengkel. Alih-alih suasana “seru” justru canda yang berlebihan atau tidak pada tempatnya hanya membuat orang lain merasa terganggu.

Hati-hati, hal ini penting diperhatikan. Sebab tak sedikit seseorang menarik diri dari amal kebaikan atau kegiatan sosial justru akibat ulah orang-orang di sekitarnya yang selalu menyorakinya, meski dengan niat bercanda atau seru-seruan.

Yang ironis, jika seorang muslimah urung berhijab gara-gara sorakan “cieee” yang saban hari didengarnya. Sebagaimana seorang Muslim yang jadi malas ikut shalat berjamaah dan kegiatan pengajian di masjid akibat ulah tetangganya yang bersorak “cieee” setiap waktu kepadanya.

“Cieee” hanya satu kata. Tapi ia sanggup menghembuskan fitnah. Fitnah bisa menghancurkan izzah (kemuliaan) Muslim dan iffah (kesucian) Muslimah.

Jangan bermain api dengan kata “cieee” untuk menggoda saudara seiman dalam urusan prinsip. Menjodohkan ikhwan “A” dan akhwat “B” misalnya yang lalu disoraki setiap saat dengan kata-kata “cieee”.

Perkara demikian adalah disukai oleh setan. Setan merasa punya dukungan untuk menggelincirkan seorang muslim dalam perzinahan dan perbuatan keji lainnya.

Tanpa dasar, ada rasa yang merekah di hati mereka berdua. Parahnya, virus itu makin menyebar berubah menjadi desas desus di lingkungan mereka. Ibarat api yang menjilat dedaunan kering. Api fitnah itu begitu cepat dan mematikan.

Padahal, hanya berawal dari kata “cieee” yang maksudnya bercanda. Namun, ketika ia berlebihan, sekali lagi, yang terjadi justru memberaikan ukhuwah serta merontokkan kemuliaan seorang muslim dan muslimah.

Allah Subhanahu wa Ta’ala berfirman:

“Sungguh beruntung orang-orang yang beriman. (Yaitu) orang yang khusyuk dalam shalatnya. Dan orang yang menjauhkan diri dari (perbuatan dan perkataan) yang tidak berguna. (Surah al-Mukminun [23]: 1-3).

Nabi Muhammad Shallallahu alaihi wasallam bersabda:

“Termasuk dari kebaikan Islam seseorang adalah meninggalkan apa-apa yang tidak berguna baginya.” (HR. At-Tirmidzi).

Sudah selayaknya setiap muslim menengok bilik-bilik hati masing-masing. Sebab ternyata ada ucapan dan perilaku yang terkadang dianggap remeh, justru bernilai besar di sisi Allah dan manusia.

Saatnya bermawas diri dari tipu rayu dan bisikan halus setan (talbis iblis). Rayuannya tak pandang bulu terhadap manusia apakah dia ulama atau awam, kiai atau santri, qari’ (pembaca) atau mustami’ (pendengar) al-Qur’an, ahli ibadah atau bukan.

Hendaknya sesama muslim saling menasihati dan menguatkan dalam kebaikan dan kesabaran. Jikapun ingin bercanda, maka semuanya memiliki batas kewajaran dan tuntunan dari agama.

Dalam berinteraksi apalagi dengan sesama muslim, tentu ada adab yang harus diperhatikan. Ada manfaat yang mesti ditimbang sebagaimana ada mudharat yang wajib selalu dijauhi untuk diri dan orang lain.

____________
MUSTABSYIRAH,
penulis adalah pengurus Annisa Hidayatullah, Samarinda, Kalimantan Timur.

  • person
Bagikan Threads
Tulis Komentar
×

forum Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Webinar Parenting PP Mushida Tunjukkan Kiat Sukses Mendidik Generasi Z

    • calendar_month Jumat, 29 Mar 2024
    • account_circle adminmushida
    • 0Komentar

    Orang tua memiliki peran sebagai pendidik untuk menggali potensi, menanamkan akhlak, dan membangun linkungan belajar di rumah. Untuk itu diperlukan kiat bagi orang tua dalam mendidik anak agar mereka bisa menghadapi masa depan dengan menjadi versi terbaiknya sesuai fitrah yang diberikan Allah. Generasi Z atau sering disingkat menjadi Gen Z adalah mereka yang lahir pada tahun […]

  • PP Mushida Ikuti Haflah Silaturahmi Dewan Dakwah Islamiyah Indonesia

    PP Mushida Ikuti Haflah Silaturahmi Dewan Dakwah Islamiyah Indonesia

    • calendar_month Senin, 20 Apr 2026
    • account_circle Admin Mushida
    • 0Komentar

    Dewan Da’wah Islamiyah Indonesia menggelar acara Haflah Silaturahmi Idul Fitri, pada hari Sabtu, 18 April 2026, di Aula Masjid Al Furqan lantai 2, Gedung Dewan Dakwah Islamiyah Indonesia, Jalan Kramat Raya 45, Senen Jakarta Pusat. Acara ini berfokus pada penguatan Ukhuwah Islamiyah, evaluasi kinerja dakwah, serta merumuskan arah perjuangan organisasi di tengah masyarakat dan merumuskan […]

  • Rajut Ukhuwah, PP Muslimat Hidayatullah Menghadiri Undangan Wanita Isma di Malaysia

    Rajut Ukhuwah, PP Muslimat Hidayatullah Menghadiri Undangan Wanita Isma di Malaysia

    • calendar_month Senin, 3 Okt 2022
    • account_circle admin
    • 0Komentar

    Ukhuwah yang telah terjalin lama antara Muslimat Hidayatullah dan Wanita ISMA (Ikatan Muslimin Malaysia) menjadi alasan utama hadirnya utusan PP Mushida pada acara Konvensyen Wanita Islam Nasional atau Konwanis yang rutin diadakan oleh Wanita ISMA setiap dua tahun sekali. Ustadzah Sabriati Aziz (Ketua Majelis Penasihat Mushida) dan Ustadzah Sarah Zakiyah (Sekjend PP Mushida) sebagai utusan […]

  • Sosialisasi Platform Sistahid Tegaskan Manfaat Transformasi Digital

    Sosialisasi Platform Sistahid Tegaskan Manfaat Transformasi Digital

    • calendar_month Sabtu, 11 Apr 2026
    • account_circle Arsyis Musyahadah
    • 0Komentar

    JAKARTA (Mushida.org) – Sekretaris Jenderal Dewan Pengurus Pusat Hidayatullah, Dr. Nanang Noerpatria, M.Pd., menekankan pentingnya transformasi digital dalam tata kelola organisasi saat menyampaikan sosialisasi platform digital terintegrasi bernama SISTAHID pada Rapat Kerja Nasional Muslimat Hidayatullah 2026. Acara tersebut berlangsung di Gedung Pusat Dakwah Hidayatullah, Jakarta, pada hari Rabu, 19 Syawal 1447 (8/4/2026). Nanang menjelaskan bahwa langkah […]

  • Rakerwil Muslimat Hidayatullah Sulteng Didorong Perkuat Pelayanan Umat dan Kaderisasi

    Rakerwil Muslimat Hidayatullah Sulteng Didorong Perkuat Pelayanan Umat dan Kaderisasi

    • calendar_month Senin, 11 Mei 2026
    • account_circle Arsyis Musyahadah
    • 0Komentar

    PALU — Ketua Dewan Pengurus Wilayah Hidayatullah Sulawesi Tengah, Sarmadani Karani, mendorong transformasi gerakan Muslimat Hidayatullah dengan terus memperkuat pelayanan umat dan kaderisasi. Tujuan transformasi organisasi adalah meningkatkan efektivitas dakwah, memperkuat pelayanan umat, dan memperluas pengaruh positif di tengah masyarakat. Pernyataan tersebut disampaikan dia saat membuka Rapat Kerja Wilayah (Rakerwil) Muslimat Hidayatullah Sulawesi Tengah yang […]

  • Meniti Jalan Surga

    • calendar_month Jumat, 16 Feb 2024
    • account_circle adminmushida
    • 0Komentar

    “Aku turuti tamakku hingga ia memperbudakku” “Aku cumbui duniaku hingga ia menghimpitku” “Aku rindui fatamorgana hingga tak sadar berujung lena” “Aku menantang takdirku hingga lelah melanda kalbu” Siapa sesungguhnya Tuhanmu ? Siapa Nabimu ? Apa agamamu ? Di ujung mana nanti diri berada ? Renungkanlah, seberapa jauh langkah–langkah kehidupan selama ini menuai pahala. Mencipta bait-bait […]

expand_less