light_mode
light_mode

Muslimah Bekerja, Begini Pandangan Islam

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

MERUPAKAN pemandangan yang jamak di era modern ini, seorang wanita bekerja atau berkarier di luar rumah. Bekerja menuntut para wanita meninggalkan rumah dan anak-anak mereka hingga berjam-jam.

Pulang larut malam karena bekerja juga bukan hal aneh lagi. Bahkan, tak sedikit wanita bekerja di ‘dunia’ laki-laki. Sebut saja misalnya, menjadi pilot, sopir, atau kernet bus. Di beberapa tempat, bahkan ada wanita menjadi tukang becak.

Maka muncullah pertanyaan, bagaimana sejatinya pandangan Islam tentang hal ini?

Kitab al-Mawsu’at al-Fiqhiyyah al-Kuwaitiyah menjelaskan, tugas utama seorang perempuan adalah mengurus rumah tangga dan keluarga termasuk mendidik anak-anak. Berbakti kepada suami termasuk pula tugas utama seorang wanita. Terkait hal ini, Rasulullah SAW bersabda: “Perempuan itu mengatur dan bertanggung jawab atas urusan rumah suaminya.” (HR al-Bukhari). Dalam hal ini, perempuan tidak dituntut memenuhi kebutuhan hidupnya sendiri karena sudah merupakan kewajiban ayah atau suaminya. Karena itu, wilayah kerja perempuan hanya di rumah.

“Meski demikian, Islam tidak melarang perempuan bekerja,” kata Dr Abd al-Qadir Manshur, guru besar ilmu Alquran Universitas Sayf al-Dawlah, dalam buku Buku Pintar Fikih Wanita. Menurut Manshur, mereka boleh melakukan jual beli atau usaha dengan harta benda pribadinya. Tidak seorang pun boleh melarang mereka selama mengikuti rambu-rambu yang telah ditetapkan agama. Atas dasar ini, mereka diperbolehkan memperlihatkan wajah saat melakukan transaksi jual-beli atau kedua telapak tangan mereka ketika memilih, mengambil, dan memberikan barang dagangan.

Menurut Manshur, banyak teks-teks hadis dan pendapat ulama yang memperbolehkan wanita bekerja. Intinya, seorang Muslimah boleh bekerja jika mendapat izin dari suami. Hak memberi izin yang dimiliki suami ini gugur dengan sendirinya jika suami tidak memberi nafkah pada istrinya.

Meski boleh bekerja, tak sembarang pekerjaan boleh dilakukan seorang  Muslimah. Dalam hal ini, seperti disebutkan dalam al-Mawsu’at al-Fiqhiyyah al-Kuwaitiyyah ada beberapa kriteria pekerjaan di luar rumah yang boleh dilakukan perempuan. Pertama, tidak termasuk perbuatan maksiat dan tidak mencoreng kehormatan keluarga.

Kedua, tidak mengharuskan dirinya berduaan (khalwat) dengan laki-laki bukan muhrimnya. Dalam Bada’i al-Shana’i disebutkan, Imam Abu Hanifah mengharamkan pekerjaan asisten pribadi bagi perempuan. Hal itu mengingat fitnah yang mungkin timbul ketika dia berduaan dengan atasannya yang seorang laki-laki bukan muhrimnya. Pendapat yang sama dikemukakan Abu Yusuf dan Imam Muhammad. Berduaan dengan laki-laki bukan muhrimnya termasuk perbuatan maksiat, di samping memungkinkan terjadinya kemaksiatan. Seperti sabda Rasulullah: “Tidaklah seorang laki-laki berduaan dengan perempuan kecuali setan menjadi pihak ketiganya.” (HR al-Thabrani dan al-Hakim).

Ketiga, tidak mengharuskan dirinya berdandan berlebihan dan membuka auratnya ketika keluar rumah. Larangan ini sejalan dengan firman Allah dalam surah al-Ahzab ayat 33: “Janganlah kamu berhias dan bertingkah laku seperti orang-orang jahiliah dahulu.” Begitu pula dalam surah al-Nur ayat 31: “Dan, janganlah menampakkan perhiasannya (auratnya) kecuali yang biasa terlihat.”

Sementara itu, dalam sebuah hadis disebutkan: “Wanita yang menyeret ekor kainnya, berjalan lenggak-lenggok, dan berdandan bukan untuk suaminya adalah seperti kegelapan hari kiamat yang tak memiliki cahaya sedikit pun.” (HR  al-Tirmidzi dari Maimunah bint Sa’ad).

Sumber: Khazanah Republika

  • person
Bagikan Threads
Tulis Komentar
×

forum Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Peran Muslimah Dalam Kancah Dakwah Islam Dulu dan Kini

    Peran Muslimah Dalam Kancah Dakwah Islam Dulu dan Kini

    • calendar_month Kamis, 3 Mar 2016
    • account_circle admin
    • 0Komentar

    SEJAK awal, perempuan telah memainkan peran penting dalam kemajuan Dakwah Islam. Mulai dari pengorbanan Sumayyah, hingga peran Aishah dalam penumpulan hadist-hadist, perempuan telah berperan dalam berkembangnya dan menyebarkan dien ini. Sayangnya selama ini, kebangkitan Islam menderita kelemahan dalam personil Muslimah yang berkualitas, karena adanya ‘pembatasan’ kerja dakwah ke grup aktivis, dengan upaya terbatas terkait dakwah […]

  • Kontribusi Muslimah Dalam Menegakkan Peradaban Islam

    Kontribusi Muslimah Dalam Menegakkan Peradaban Islam

    • calendar_month Sabtu, 5 Des 2020
    • account_circle admin
    • 0Komentar

    JAKARTA – Ketua Umum Pengurus Pusat Muslimat Hidayatullah Dr. (Cand) Reny Susilawati M.Pd.I, pada webinar bertema “Meneguhkan Integritas Muslimah Demi Tegaknya Peradaban Islam” mengawali materinya dengan menyebutkan definisi tentang peradaban. “Peradaban Islam itu ibarat pohon yang akarnya tertanam kuat di bumi, sedangkan dahan-dahannya menjulang tinggi ke langit dan memberi rahmat bagi alam semesta. Akar itu […]

  • Doa, Cinta dan Orientasi

    Doa, Cinta dan Orientasi

    • calendar_month Rabu, 16 Mar 2016
    • account_circle admin
    • 0Komentar

    ILUSTRASIIstri:”Hubbii…pengen tau donk, ada doa khusus yang hubbii panjatkan untukku ga?, boleh tau, apa ya?”Suami:”ada laah…, mo tau banget apa mo tau ajah?”I:”Kasi tau, donk…”S:”Ga usah ah, nanti ge-er”I:”Jangan minta supaya aku tegar diduakan ya, hubbii…”S:”Kalo iya, mang napa?”I:”(cemberut)—— Pernahkah, bertanya pada pasangan, istri atau suami tentang doa yang ia panjatkan pada Allah, khusus untuk […]

  • Maksimalkan Dakwah: PP Mushida Jalin Kerja Sama Dengan Radio Dakta

    • calendar_month Selasa, 5 Apr 2022
    • account_circle admin
    • 0Komentar

    Ketua Umum bersama Ketua Bidang Pelayanan Umat, Ketua Departemen Dakwah, dan Ketua Departemen Ekonomi PP Mushida mengadakan pertemuan dengan Pendiri Radio Dakta, Bapak H. Andi Kosala, MM pada 30 Maret 2022/27 Sya’ban 1443 H di Kantor PP Mushida, Cipinang, Jakarta Timur. Dalam pertemuan tersebut, H. Andi Kosala memaparkan latar belakang berdirinya Radio Dakta. Radio Dakta […]

  • Wanita ISMA Ingatkan Kesehatan Gigi Anak Tak Boleh Dianggep Sepele

    Wanita ISMA Ingatkan Kesehatan Gigi Anak Tak Boleh Dianggep Sepele

    • calendar_month Sabtu, 29 Apr 2017
    • account_circle admin
    • 0Komentar

    KOTA BHARU – Dokter yang juga pakar masalah kesehatan gigi Rumah Sakit Universitas Sains Malaysia (HUSM), Dr. Nurhidayati Mokhtar, mengatakan wanita harus memiliki kepedulian terhadap masalah gigi terutama pendampingan kesehatan gigi pada anak-anak. “Sekarang hampir semua jenis makanan dapat diambil dan didapatkan dengan mudah (penyeban kerusakan gigi). Akibatnya, sakit gigi yang biasa bisa menjadi semakin […]

  • PP Mushida Gelar Training Digital Marketing Tingkat Nasional

    PP Mushida Gelar Training Digital Marketing Tingkat Nasional

    • calendar_month Sabtu, 31 Jul 2021
    • account_circle Admin Mushida
    • 0Komentar

    Departemen Ekonomi PP Muslimat Hidayatullah menyelenggarakan acara Training Digital Marketing Pemberdayaan Ekonomi Ummahat Tingkat Nasional. Soft opening acara tersebut dilaksanakan secara virtual pada 31 Juli 2021/21 Dzulhijjah 1442 H, dan disiarkan melalaui kanal YouTube Mushida Official. “Dalam rangka mewujudkan kemandirian jama’ah, anggota dan kader, diperlukan berbagai inovasi dan mengambil bagian untuk bersama-sama mencapai satu tingkatan […]

expand_less