Dunia Hanyalah Permainan
- Kemuslimatan Mutiara Hikmah Pendidikan Uncategorized
- calendar_month Senin, 30 Jun 2025
info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.
اِعْلَمُوْٓا اَنَّمَا الْحَيٰوةُ الدُّنْيَا لَعِبٌ وَّلَهْوٌ وَّزِيْنَةٌ وَّتَفَاخُرٌۢ بَيْنَكُمْ وَتَكَاثُرٌ فِى الْاَمْوَالِ وَالْاَوْلَادِۗ كَمَثَلِ غَيْثٍ اَعْجَبَ الْكُفَّارَ نَبَاتُهٗ ثُمَّ يَهِيْجُ فَتَرٰىهُ مُصْفَرًّا ثُمَّ يَكُوْنُ حُطَامًاۗ وَفِى الْاٰخِرَةِ عَذَابٌ شَدِيْدٌۙ وَّمَغْفِرَةٌ مِّنَ اللّٰهِ وَرِضْوَانٌۗ وَمَا الْحَيٰوةُ الدُّنْيَآ اِلَّا مَتَاعُ الْغُرُوْرِ
“Ketahuilah bahwa kehidupan dunia itu hanyalah permainan, kelengahan, perhiasan, dan saling bermegah-megahan di antara kamu serta berlomba-lomba dalam banyaknya harta dan anak keturunan. (Perumpamaannya adalah) seperti hujan yang tanamannya mengagumkan para petani, lalu mengering dan kamu lihat menguning, kemudian hancur. Di akhirat ada azab yang keras serta ampunan dari Allah dan keridaan-Nya. Kehidupan dunia (bagi orang-orang yang lengah) hanyalah kesenangan yang memperdaya.” (QS. Al-Hadiid: 20)
Dalam tafsir Fii Zhilalil Qur’an, Sayyid Quthb mengatakan bahwa dunia adalah permainan, sesuatu yang melalaikan, saranan untuk bermegah-megah dan berbangga-bangga. Inilah hakikat yang ada di balik setiap kesungguhan yang menyita perhatian dan melenakan. Allah menyeru manusia untuk berkompetisi di arena pertandingan yang hakiki untuk meraih tujuan yang berhak dimiliki oleh pemenang.
Kita menyukai permainan, bahkan mengikuti permainan tersebut. Kita senang menonton film ataupun drama, walaupun itu hanya cerita. Kita suka membaca novel, padahal itu adalah fiksi belaka.
Begitulah hakikat dunia. Dunia hanya seperti permainan yang kita ikuti. Kadang kita menjadi pencipta permainan itu, kadang menjadi pemain, terkadang menjadi supporter, seringkali sekadar menikmati jalannya permainan tersebut, dan sesekali kita memerankan semuanya. Siapapun di dunia ini, pasti akan menjalani peran sebagai pemain, pendukung, penikmat, kadang dijalani di satu waktu, terkadang juga tidak.
Apapun bentuk permainan yang kita ciptakan, atau orang lain ciptakan, semuanya butuh keseriusan, walaupun itu hanya permainan. Seperti itulah juga dunia. Walaupun semuanya hanya permainan, hanya drama, tetapi harus dijalani dengan penuh kesungguhan dan keseriusan jika ingin memenangkan permainan tersebut. Sebuah tim sepak bola jika ingin menjadi pemenang, harus mempersiapkan permainan dengan sebaik mungkin. Dimulai dari kesiapan setiap personel, kekompakan tim, latihan yang keras, dan seterusnya.
Layaknya sebuah permainan, maka kalah menang adalah hal yang biasa. Hasil yang diterima dari permainan itu tidak usah diambil hati. Tidak usah dianggap serius, sampai menyalahkan, bahkan melukai atau satu sama lain. Cukup diterima hasilnya dan mengatur kembali strategi agar dapat memenangkan permainan itu di lain waktu. Karena dunia hanya permainan, cukuplah ia diperlakukan seperti permainan. */Sarah Zakiyah, Sekjend PP Mushida
- person


Saat ini belum ada komentar