light_mode
light_mode

Menjaga Fitrah Anak, Menjadikannya Generasi Rabbani

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

Islam merupakan agama yang sangat memperhatikan pembinaan generasi penerus. Salah satunya ditegaskan oleh Allah dalam Alquran, surat An-Nisa ayat 9.
Dan hendaklah takut kepada Allah orang-orang yang seandainya meninggalkan di belakang mereka anak-anak yang lemah, yang mereka khawatir terhadap (kesejahteraan) mereka. Oleh sebab itu hendaklah mereka bertakwa kepada Allah dan hendaklah mereka mengucapkan perkataan yang benar.
“Setiap anak yang lahir dari rahim ibunya dalam kondisi fitrah. Karena dalam kondisi fitrah, seorang anak pada mulanya semua menyukai kebaikan (ma’ruf) dan membenci keburukan (mungkar),” terang Dra. Sri Rifiana dalam kegiatan parenting Muslimat Hidayatullah Sumatera Utara yang merupakan rangkaian acara Musyawarah Wilayah Mushida Sumut pada Ahad, 31 Januari 2021/18 Jumadil Akhir 1442 H.
Sebagai contoh, lanjutnya, yaitu anak-anak fitrahnya berlaku jujur, amanah, santun, tidak suka mencaci maki, tidak suka berbohong, dan tidak menyukai sifat-sifat yang tidak terpuji lainnya.
Hal tersebut sesuai dengan firman Allah Subhanahu wa Ta’ala dalam surat Ar-Rum: 30
(Tetaplah atas) fitrah Allah yang telah menciptakan manusia menurut fitrah itu. Tidak ada perubahan pada fitrah Allah.
Dari Abu Hurairah, Rasulullah Shallallahu ‘Alaihi wa sallam bersabda: “Setiap anak dilahirkan dalam kondisi fitrah kecuali orang tuanya yang menjadikannya Yahudi, Nasrani, atau Majusi.”
Kata fitrah yang ada di dalam Alquran maupun hadis seluruhnya berkaitan dengan tauhid, serta berkaitan dengan agama yang sudah jelas yakni agama Islam. Dalam tafsrinya, Ibnu Katsir berkata, “Maka, sesungguhnya Allah Ta’ala menciptakan makhluk-Nya di atas fitrah, yaitu fitrah mengenal-Nya dan mentauhidkan-Nya, serta fitrah mengetahui bahwa tidak ada Tuhan selain-Nya.”
Maka, sesungguhnya orang tua harus senantiasa berupaya untuk membiasakan dan menjaga fitrah tersebut. Karena  fitrah itu harus tetap ada tertanam dalam diri anak. Kokoh dan kuat iman yang tak terkalahkan oleh hasutan syaitan dan duniawi yang menggiurkan.
Menurut Sri Rifiana, menjaga iman berarti menjaga fitrah generasi peradaban rabbani dan mengantarkan masanya yang gemilang di usia dini. Sehingga menjadi generasi yang imani. Imam Ali Radhiyallaahu ‘anhu berkata:
“Jagalah imanmu dari keraguan, karena keraguan merusak iman, seperti garam merusak manisnya madu. Siapa yang banyak ragunya maka rusaklah agamanya.”
Kepala MI Swasta Luqman Al-Hakim ini menyampaikan beberapa langkah yang dapat dilakukan orang tua dalam menjaga fitrah anak.
Pertama, orang tua harus bertaqwa kepada Allah, dengan bersungguh-sungguh dalam menaati perintah dan menjauhi larangan-Nya. Mendidik anak sesuai dengan rambu-rambu yang telah ditetapkan oleh Allah, yakni meliputi pendidikan ketauhidan serta akhlak mulia.
”Anak harus mengetahui apa yang boleh dilakukan dan apa yang harus ditinggalkan melalui teladan langsung dari orang tuanya,” imbuhnya.
Kedua, mengucapkan perkataan yang benar, jujur, dan tidak berdusta. Berani mengakui kesalahan di depan anak untuk berbenah dan bukan untuk berkelit. Juga berani meminta maaf apabila kita melakukan kesalahan, dan hal-hal positif lainnya.
Upaya ini juga harus didukung dengan mendidik anak di rumah dengan pendidikan yang sesuai dengan syariat Islam.
“Bila sudah waktunya masuk jenjang sekolah, maka memasukkan anak ke sekolah yang mendukung berkembangnya fitrah anak sesuai syariat Islam. Orang tua harus senantiasa mencarikan lingkungan yang baik, sehingga anak akan tumbuh dengan baik pula,” pungkas Ketua Majelis Murobbiyah Muslimat Hidayatullah Sumatera Utara.
Sudahkah kita menjaga fitrah anak-anak kita dari rusaknya zaman ini? Semoga Allah Ta’ala senantiasa membimbing kita. Amin */Evhie Emzhet
  • person
Bagikan Threads
Tulis Komentar
×

forum Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Profil TK Yaa Bunayya Kendari

    • calendar_month Senin, 23 Okt 2023
    • account_circle adminmushida
    • 0Komentar

    Nama sekolah: TK Yaa Bunayya KendariAlamat: Jl. Orinunggu Kel. Padaleu Kec. Kambu Kota Kendari Sulawesi Tenggara VisiTerwujudnya TK Hidayatullah sebagai lembaga pendidikan yang bermutu tinggi dan unggul sehingga mampu melahirkan sumber daya manusia yang siap memikul amanah Allah sebagai hambah dan khalifah-Nya MisiMenyelenggarakan pendidikan secara Integral dalam aspek ruhiyah, aqliyah dan jismiyyah sehinggah dapat melahirkan insan kamil yang […]

  • Muswil Mushida Jawa Barat: Ujian Kepemimpinan Adalah Keteladanan

    Muswil Mushida Jawa Barat: Ujian Kepemimpinan Adalah Keteladanan

    • calendar_month Minggu, 7 Feb 2021
    • account_circle Admin Mushida
    • 0Komentar

    Pengurus Wilayah Muslimat Hidayatullah Jawa Barat melaksanakan musyawarah wilayah (Muswil) pada Sabtu, 06 Februari 2021/24 Jumadil Akhir 1442 H. Acara yang berpusat di Pondok Pesantren Hidayatullah Bandung ini juga diselenggarakan secara virtual. Muswil Mushida Jabar dihadiri oleh Ketua Umum PP Muslimat Hidayatullah, anggota Majelis Murobbiyah Pusat, PW Mushida Jawa Barat, dan PD Mushida se-Jawa Barat. […]

  • Departemen Ekonomi PP Mushida Selenggarakan Seminar Halal, Thoyyib, dan Berkah

    Departemen Ekonomi PP Mushida Selenggarakan Seminar Halal, Thoyyib, dan Berkah

    • calendar_month Senin, 8 Agt 2022
    • account_circle admin
    • 0Komentar

    Departemen Ekonomi PP Muslimat Hidayatullah mempersembahkan “Seminar Halal, Thoyyib, dan Berkah” pada 06/08/2022 di Gedung Dakwah, Cipinang, Jakarta. Seminar ini disiarkan melalui kanal YouTube Mushida Official, dihadiri oleh peserta offline dan online yaitu peserta Daurah Murobbiyah Wustha Nasional II, Pengurus PP, PW, PD, dan Umum. Gaya hidup merupakan cara seseorang menjalani hidupnya sehari-hari yang dipengaruhi […]

  • Webinar Pendidikan PP Mushida: Kurikulum Integral Berbasis Tauhid Mampu Mewujudkan Tujuan Pendidikan

    • calendar_month Sabtu, 11 Mei 2024
    • account_circle adminmushida
    • 0Komentar

    Departemen Pendidikan PP Muslimat Hidayatullah menyelenggarakan Webinar bertajuk “Kurikulum Integral Berbasis Tauhid dalam Pembelajaran” pada 11 Mei 2024/3 Dzulqa’dah 1445 H. “Kurikulum Integral Berbasis Tauhid adalah kurikulum yang bertujuan mengembangkan seluruh aspek ruhiyah, aqliyah, dan jismiyah dalam rangka membangun manusia menjadi hamba dan khalifah-Nya,” papar Ketua Umum PP Mushida, Hani Akbar, sebagai pemateri pada acara […]

  • Majelis Penasihat Muslimat Hidayatullah Gandeng KH Dr. Bahtiar Nasir untuk Penguatan Konsep Keluarga Qur’ani Aplikatif

    Majelis Penasihat Muslimat Hidayatullah Gandeng KH Dr. Bahtiar Nasir untuk Penguatan Konsep Keluarga Qur’ani Aplikatif

    • calendar_month Kamis, 25 Jun 2026
    • account_circle Emy Pitoyanti
    • 0Komentar

    Jakarta, mushida.org – Majelis Penasihat Muslimat Hidayatullah (MP Mushida) mengadakan audiensi dan silaturahim dengan K.H. Dr. Bahtiar Nasir, MA., di AQL Center, Tebet, Jakarta Selatan, pada 23 Juni 2026/8 Muharram 1448 H. Audiensi ini bertujuan bersilaturahim dan meminta arahan langsung dalam penyusunan konsep “Keluarga Qur’ani Aplikatif” yang menjadi program prioritas Majelis Penasehat. Konsep ini digagas […]

  • Demi Melanjutkan Misi Kenabian, Hidayatullah Siap Maksimalkan Perjuangan

    Demi Melanjutkan Misi Kenabian, Hidayatullah Siap Maksimalkan Perjuangan

    • calendar_month Selasa, 2 Mar 2021
    • account_circle Admin Mushida
    • 0Komentar

    Hidayatullah telah berumur 47 tahun. Umur yang sudah cukup dewasa dan matang. Tetapi dibandingkan ormas lain, Hidayatullah masih terhitung seumur jagung. Hal tersebut diungkapkan oleh Dewan Pimpinan Umum (DPP) Hidayatullah, Dr. Nashirul Haq, Lc. MA dalam kegiatan Pencerahan Kader ba’da Penutupan Muswil Muslimat Hidayatullah Lampung di Pondok Pesantren Hidayatullah Lampung pada 21 Februari 2021. “Alhamdulillah, […]

expand_less