light_mode
light_mode

Menjadi Muslimat Laksana Emas, Sudahkan?

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

MENJADI Pasir atau  emas adalah pilihan. Bagaimana seseorang hanya menjadi sebutir pasir yang tiada harganya diantara lautan pasir di pantai?

Bagaimana seseorang bisa mnjadi emas yang begitu diburu siang dan mlam meski tersembunyi di belantara hutan, di tumpukan bebatuan, dalam genangan lumpur yang menjijikkan?

Mengapa sebutir pasir tidak berharga?  Mengapa sebiji emas begitu tak ternilai harganya? Karena emas adalah zat yang diciptakan Allah sebagai perhiasan yang selalu menarik minat siapapun yang melihatnya. Karena pasir memang diciptakan Allah hanya sebagai pelengkap keindahan pantai.

Karena sebutir emas harus melalui proses yang amat panjang, melelahkan, bahkan penuh derita dan duka untuk bisa mnjadi sebuah bentuk perhiasan. Emas begitu taat saat dibentuk dan ditempa.

Tidak demikian dengan pasir, pasir memiliki sifat melawan. Cobalah genggam pasir dengan kuat, niscaya ia akan mencari celah hingga sebutir demi sebutir lepas dari genggaman. Atau, letakkan pasir di telapak tangan, niscaya ia akan terbang seiring hembusan angin.

Atau, buatlah istana pasir, ketika pasir itu masih basah, istana pasir akan berdiri dengan megah. Tapi bgitu mengering, maka runtuhlah istana pasir itu. Kader Hidayatullah adalah emas diantara butiran pasir di pantai.

Back to ourselves

Jika kita merasa bahwa kita adalah emas. Sudahkah kita menjalani seluruh ujian ketaatan dengan sebenar-benar sam’an wa tha’atan?

Terimakah kita dengan segala amanah, tempaan, ujian di lembaga ini dengan penuh keikhlasan dan kesungguhan?

Jika kita merasa bahwa kita adalah emas, sudahkan kita berhasil melewati proses panjang ketaatan dengan menahan ego, keinginan, kepentingan pribadi?

Jangan menyebut diri kita emas jika nyatanya kita hanyalah sebutir pasir di pantai yang tak bernilai.
Jangan menyebut diri kita emas jika ternyata kita masih terbang tertiup angin dan badai. Karena emas tidak akan diterbangkan oleh angin. Karena emas tidak akan terhempaskan oleh badai.

Mengutip pernyataan Ustadz Abdul Mannan pada Munas IV Mushida yang diselenggarakan di Malang, 7-9 Januari 2016 lalu, “Siapkan mental untuk diatur oleh pimpinan”.

Inilah ujian di Hidayatullah yang akan membedakan apakah kita emas atauakah hanya bongkahan pasir.

Wallahu a’lam bi shawwab

_____
UMMU AL FATIH, penulis adalah pengurus PD Muslimat Hidayatullah 
NTT.

  • person
Bagikan Threads
Tulis Komentar
×

forum Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Gallery Silaturrahim KB-TK Asy Syifa Towuti Luwu Timur

    Gallery Silaturrahim KB-TK Asy Syifa Towuti Luwu Timur

    • calendar_month Jumat, 19 Agt 2016
    • account_circle admin
    • 0Komentar

    KB-TK Asy Syifa Towuti Luwu Timur yang dikelola PD Mushida Luwu Timur terus mengalami perkembangan signifikan, baik dari sisi mutu maupun kualitasnya. Berikut ini beberapa galeri kegiatannya: PERINGATAN HUT KEMERDEKAAN RI KE 71 Sambut hari kemerdekaan, Rabu (17/8/2016) Keluarga Besar TK As Syifa memeriahkan dengan cara yang berbeda.  Peserta didik diberi kesempatan berkreasi dengan orangtua […]

  • Departemen Keputrian PW Mushida Sulawesi Selatan Mengadakan Mushida go to Campus

    • calendar_month Jumat, 1 Sep 2023
    • account_circle admin
    • 0Komentar

    Program Mushida go to Campus merupakan rekrutmen dengan upaya menyaring generasi militansi yang produktif dengan tahap tertentu, yang siap untuk meneruskan dan mengemban amanah dalam organisasi.    Proses rekrutmen dalam sebuah organisasi ialah keniscayaan untuk terus melahirkan kader-kader dalam mengawal pencapaian visi dan misi organisasi. Departemen Keputrian PW Muslimat Hidayatullah Sulawesi Selatan menyelenggarakan Program Mushida […]

  • Pentingnya Sinergi Peran Kepengasuhan Ayah dan Bunda

    Pentingnya Sinergi Peran Kepengasuhan Ayah dan Bunda

    • calendar_month Senin, 7 Jan 2019
    • account_circle admin
    • 0Komentar

    ANAK harus dekat dengan ayah, juga ibunya. Jika memungkinkan porsi kedekatan dengan ayah dan ibunya harus sama. Kedekatan yang menciptakan anak-anak kita agar jauh lebih dekat dengan Rabb-Nya. Ketika suami sedang emosi tinggi kepada anaknya, seorang ibu seharusnya menjadi tempat berlabuh anaknya ketika si anak sedang labil juga emosinya. Dan ketika sang ibu sedang emosi […]

  • Mushida Papua Selatan Tekankan Pentingnya Konsolidasi dan Pemberdayaan Ekonomi Muslimat Pada Rakerwil

    Mushida Papua Selatan Tekankan Pentingnya Konsolidasi dan Pemberdayaan Ekonomi Muslimat Pada Rakerwil

    • calendar_month Sabtu, 2 Mei 2026
    • account_circle Admin Mushida
    • 0Komentar

    (Merauke, mushida.org) – Rapat Kerja Wilayah (Rakerwil) Muslimat Hidayatullah digelar sebagai upaya menyosialisasikan hasil Rapat Kerja Nasional (Rakernas), merencanakan program kerja wilayah, serta mewujudkan Tri Konsolidasi bagi fungsionaris Pengurus Wilayah dan Pengurus Daerah Muslimat Hidayatullah. Kegiatan ini menjadi momentum penting dalam memperkuat peran organisasi, menjalankan amanah, sekaligus menyatukan langkah dakwah. Hal ini sejalan dengan firman […]

  • Muslimat Hidayatullah Jakarta Peringati Hari Solidaritas Jilbab Sedunia

    Muslimat Hidayatullah Jakarta Peringati Hari Solidaritas Jilbab Sedunia

    • calendar_month Kamis, 3 Okt 2024
    • account_circle admin
    • 0Komentar

    Pengurus Wilayah Muslimat Hidayatullah Daerah Khusus Jakarta menggelar acara peringatan Hari Solidaritas Jilbab Sedunia (HSJD) pada 29/9/2024 di Rumah Qur’an Tahfidz Apung, Muara Kamal, Jakarta Utara. Acara ini merupakan momen penting untuk meneguhkan peran kaum muslimah dalam menjaga identitas keagamaannya sekaligus meningkatkan kesadaran dan kesehatan. “Acara ini adalah salah satu bentuk tanggung jawab Muslimat Hidayatullah […]

  • Al Kahfi Penyelamat Ujian Dunia, Menarik Hikmah Mukjizat Al Quran

    Al Kahfi Penyelamat Ujian Dunia, Menarik Hikmah Mukjizat Al Quran

    • calendar_month Kamis, 31 Okt 2019
    • account_circle admin
    • 0Komentar

    Oleh Sarah Zakiyah* MENEMUKAN makna tersirat dari yang tersurat bagaikan menemukan jarum dalam butiran beras. Itulah hikmah yang dikatakan oleh Baginda Rosulullah SAW, “Hikmah adalah barang yang hilang dari seorang mukmin”. Jumat merupakan hari ‘ied/ perayaan pekanan bagi setiap muslim, sunnah baginya membaca Q.S Al Kahfi sebelum matahari hari ini tergelincir. Tidaklah dijadikan sunnah jika […]

expand_less