light_mode
light_mode

Kuatkan Iman Dengan Tiga Pola Transformasi

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

(Balikpapan, mushida.org) Sesungguhnya yang membahagiakan pada helatan Silatnas bukan hanya fisik-fisik yang bertemu, tapi juga ruh-ruh yang senada bertemu. Semuanya terikat dengan ikatan iman, makin kuat ikatan iman, maka pertemuan semakin nikmat.

Hal tersebut dituturkan oleh Ketua Dewan Murabbi Pusat Hidayatullah Dr. Tasyrif Amin, M.Pd.I pada tausyiah subuh yang merupakan rangkaian Silatnas di Masjid Nurul Mukhlisin pada 25/11/2023.

“Ikatan iman ini harus dibumikan dengan mengikuti tiga pola yaitu pola tranformasi, pola komunikasi, dan pola interaksi,” ungkapnya kepada jamaah subuh.

1. Pola Transformasi

Pola transformasi ini senada dengan buku pertama Hidayatullah yang berjudul Pola Transformasi Islam yang mencakup Sistematik Wahyu sebagaimana disebutkan dalam surah Al-‘Alaq. Hidayatullah berbicara manhaj, bukan fiqih, karena dasarnya yang diperbaiki, sejak diturunkannya wahyu di Mekkah.

2. Pola Komunikasi

 Islam mencerahkan karena memiliki pola komunikasi yang baik

{ یَـٰۤأَیُّهَا ٱلنَّبِیُّ إِنَّاۤ أَرۡسَلۡنَـٰكَ شَـٰهِدࣰا وَمُبَشِّرࣰا وَنَذِیرࣰا (45) وَدَاعِیًا إِلَى ٱللَّهِ بِإِذۡنِهِۦ وَسِرَاجࣰا مُّنِیرࣰا (46) }

“Wahai Nabi, sesungguhnya Kami mengutusmu sebagai saksi atas umatmu bahwa kamu telah menyampaikan risalah, pemberi berita gembira kepada orang-orang Mukmin di antara mereka dengan rahmat dan surga, pemberi peringatan kepada para pendurhaka dan pendusta dengan api neraka.” (QS. Al-Ahzab: 45-46)

Ayat ini menggambarkan pola komunikasi yang dituntun oleh Allah untuk mendakwahkan Islam dengan menjadikan tiga indera sebagai alat komunikasi sesuai dengan firman Allah .

{ وَلَقَدۡ مَكَّنَّـٰهُمۡ فِیمَاۤ إِن مَّكَّنَّـٰكُمۡ فِیهِ وَجَعَلۡنَا لَهُمۡ سَمۡعࣰا وَأَبۡصَـٰرࣰا وَأَفۡـِٔدَةࣰ فَمَاۤ أَغۡنَىٰ عَنۡهُمۡ سَمۡعُهُمۡ وَلَاۤ أَبۡصَـٰرُهُمۡ وَلَاۤ أَفۡـِٔدَتُهُم مِّن شَیۡءٍ إِذۡ كَانُوا۟ یَجۡحَدُونَ بِـَٔایَـٰتِ ٱللَّهِ وَحَاقَ بِهِم مَّا كَانُوا۟ بِهِۦ یَسۡتَهۡزِءُونَ }

“Dan sungguh, Kami telah meneguhkan kedudukan mereka (dengan kemakmuran dan kekuatan) yang belum pernah Kami berikan kepada kamu dan Kami telah memberikan kepada mereka pendengaran, penglihatan, dan hati; tetapi pendengaran, penglihatan, dan hati mereka itu tidak berguna sedikit pun bagi mereka, karena mereka (selalu) mengingkari ayat-ayat Allah dan (ancaman) azab yang dahulu mereka perolok-olokkan telah mengepung mereka. ((Surat Al-Ahqaf: 26

“Akhlak yang baik adalah alat komunikasi seorang dai yang terlahir dari hati, sebagaimana istilah yang dilahirkan oleh Ibnu Maskawaih. Sama’ dan bashar harus diasah, namun hati yang menjadi sumber akhlak akan memengaruhi sama’ dan bashar seseorang,” urainya.

3. Pola Interaksi

Pola interaksi yang baik dimulai dari diri dan keluarga sebagaimana firman Allah.

قوا أنفسكم وأهليكم نارا

“Wahai orang-orang yang beriman! Peliharalah dirimu dan keluargamu dari api neraka.” (QS. At-Tahrim: 6)

“Salah satunya dengan membangun rumah dekat masjid, membangun kedekatan dengan Allah, membangun rumah sesuai dengan arsitektur Islami,” imbuhnya.

Menurutnya, tujuan berkeluarga adalah ibadah kepada Allah. Rumah yang kokoh secara lahir dan batin akan menjadi daya tarik manusia. Inilah pola interaksi Al-Quran untuk mendakwahkan Islam. Rumah tangga yang kokoh, maka ekonominya juga kokoh.

“Pola interaksi dimulai dari hal yang paling kecil dengan membangun diri, keluarga, jamaah, kota, negara dan khilafah,” pungkasnya.

Semoga kita bisa menjadi muslimah yang dapat menerapkan pola komunikasi dengan memulai dari diri sendiri dengan istiqomah, sehingga bisa melanjutkannya ke lingkup yang lebih besar yaitu khilafah.

  • person
Bagikan Threads
Tulis Komentar
×

forum Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Nasihat Sepenuh Hati

    • calendar_month Sabtu, 12 Agt 2023
    • account_circle admin
    • 0Komentar

    Seorang shalih terdahulu, Ruwaim Al-Baghdadi mengatakan, “Wahai anakku, jadikanlah amalmu laksana garam dan etikamu laksana tepung.” Kita merindukan untaikan nasihat, tetapi jangan terlalu banyak, agar tidak memuakkan. Seperti garam yang berlebihan. Maka nikmati lezatnya kehidupan dengan kecerdasan iman sehingga sedikit “garam nasihat” itu begitu mengesankan, menyentuh dinding jiwa, dan mengetuk sinyal untuk beramal. Nasihat akan […]

  • Ketua Umum PP Muslimat Hidayatullah Resmi Buka Rakernas Mushida: Jati Diri Hidayatullah Sebagai Bekal Semangat di Medan Juang

    Ketua Umum PP Muslimat Hidayatullah Resmi Buka Rakernas Mushida: Jati Diri Hidayatullah Sebagai Bekal Semangat di Medan Juang

    • calendar_month Jumat, 26 Mar 2021
    • account_circle Arsyis Musyahadah
    • 0Komentar

    Rapat Kerja Nasional Muslimat Hidayatullah resmi dibuka pada Jum’at (26/03/2021), dengan tema “Konsolidasi Idiil, Wawasan dan Organisasi Demi Terwujudnya Standardisasi, Sentralisasi, dan Integrasi Sistemik,” yang digelar secara virtual dengan pusat kegiatan di Pondok Pesantren Hidayatullah, Kota Depok, Jawa Barat. Acara ini diikuti oleh Pengurus Pusat Muslimat Hidayatullah, perwakilan PW Muslimat Hidayatullah dari 34 Provinsi se- […]

  • Ketua Bidang Tarbiyah PP Mushida Kuatkan Konsolidasi Pada Rapat Kerja Wilayah Banten

    • calendar_month Selasa, 6 Feb 2024
    • account_circle adminmushida
    • 0Komentar

    (serang, mushida.org) Rapat Kerja Wilayah Muslimat Hidayatullah Banten dilaksanakan pada 27 Januari 2024/15 Rajab 1445 H di Pondok Pesantren Tahfidzul Qur’an Yayasan Al-Wahyu, Serang-Banten. Rapat Kerja Wilayah Muslimat Hidayatullah dengan tema “Konsolidasi Jatidiri, Organisasi, dan Wawasan Demi Terwujudnya Standardisasi, Sentralisasi, dan Integrasi Sistemik” diikuti oleh 15 peserta yang merupakan Pengurus PD Kab Tangerang Selatan, PD […]

  • Kabid PPO DPP Hidayatullah Tekankan Regenerasi Merupakan Sebuah Keniscayaan

    Kabid PPO DPP Hidayatullah Tekankan Regenerasi Merupakan Sebuah Keniscayaan

    • calendar_month Minggu, 17 Nov 2024
    • account_circle admin
    • 0Komentar

    (Jakarta, mushida.org) Dakwah harus berlanjut, karena umur dakwah lebih panjang dari umum manusia. Saat ini, dakwah Hidayatullah mendapatkan tantangan baik dari internal maupun eksternal. Faktor eksternal karena adanya keterbatasan yang membatasi peran muslimah di publik. Feminisme yang sekarang dengan mudah masuk ke ruang-ruang publik muslimah, juga menjadi tantangan tak terhindarkan. Hal tersebut disampaikan oleh Ustadz […]

  • Andai Bisa Terulang, Takkan Kulepaskan…

    Andai Bisa Terulang, Takkan Kulepaskan…

    • calendar_month Senin, 8 Agt 2016
    • account_circle admin
    • 0Komentar

    IZINKAN aku membagi sebuah kisah, tentang seorang gadis kecil yang tegar, yang ketegarannya membuatku malu dan banyak mengambil teladan darinya. Sejak kecil hingga sampai pada usia dewasa saat ini; aku telah banyak melakukan kesalahan dan kebodohan yang membawaku pada penyesalan demi penyesalan. Sebagai manusia, yang tak luput dari salah. Tapi sungguh, “melepaskan” tangannya adalah hal […]

  • Muswil Mushida Kalimantan Timur Tekankan Pentingnya Fungsi Syura

    Muswil Mushida Kalimantan Timur Tekankan Pentingnya Fungsi Syura

    • calendar_month Kamis, 22 Jan 2026
    • account_circle Arsyis Musyahadah
    • 0Komentar

    Pengurus Wilayah Mushida Kalimantan Timur menyelenggarakan Musyawarah Wilayah pada Jumat, 27-29 Rajab 1447 H/16-18 Januari 2026 di Hotel Horison Ultima Balikpapan. Ketua Dewan Pengurus Wilayah (DPW) Hidayatullah Kalimantan Timur, Ustadz Hizbullah, menyampaikan sambutan dan arahan strategis dalam acara tersebut.‎‎Dalam sambutannya, Ustadz Hizbullah mengawali dengan mengajak seluruh peserta untuk menyadari tingginya dinamika dan mobilitas organisasi pasca […]

expand_less