Musyawarah Wilayah Mushida Sulawesi Utara Teguhkan Peran Muslimah Dalam Membangun Ketahanan Keluarga
info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.
Kotamobagu, Mushida.org – Muslimat Hidayatullah Sulawesi Utara menyelenggarakan Musyawarah Wilayah (Muswil) dengan mengusung tema “Meneguhkan Peran Muslimah dalam Membangun Ketahanan Keluarga Menuju Indonesia Emas” pada 23–24 Januari 2026. Kegiatan ini berlangsung di Efthree Homestay, Kotamobagu, Sulawesi Utara, dan diikuti oleh 35 peserta yang terdiri dari Pengurus Wilayah, Pengurus Daerah, Pengurus Cabang, serta anggota Muslimat Hidayatullah dari berbagai daerah di Sulawesi Utara.
Musyawarah Wilayah merupakan forum permusyawaratan tertinggi di tingkat wilayah yang diselenggarakan sekali dalam lima tahun. Forum ini menjadi momentum penting bagi organisasi untuk mendengarkan laporan pertanggungjawaban Pengurus Wilayah kepada Pengurus Pusat, menetapkan ketua dan kepengurusan baru Pengurus Wilayah, serta merumuskan berbagai keputusan strategis demi keberlanjutan gerakan Muslimat Hidayatullah ke depan.
Muswil Mushida Sulawesi Utara secara resmi dibuka oleh Ketua Dewan Pengurus Wilayah Hidayatullah Sulawesi Utara, Ustadz Baharudin Majid, M.Pd. Dalam kesempatan tersebut, beliau juga menyampaikan materi Seminar Keluarga dengan tema Meneguhkan Peran Muslimah untuk Mengokohkan Ketahanan Keluarga Menuju Indonesia Emas. Dalam sambutannya, Ustadz Baharudin menegaskan bahwa Musyawarah Wilayah bukan sekadar agenda rutin lima tahunan, tetapi harus dimaknai sebagai sarana pembelajaran dan konsolidasi organisasi agar semakin kuat dan tertata.
“Musyawarah Wilayah ini jangan dipandang hanya sebagai formalitas organisasi, tetapi benar-benar menjadi ruang belajar bersama untuk membangun konsolidasi yang lebih baik, sebagaimana nilai musyawarah yang diajarkan dalam Islam,” ujarnya.
Ketua Bidang Organisasi PP Mushida, Wulan Sari, A.Md., berpesan tentang pentingnya menekankan keikhlasan dan lurusnya niat dalam berkhidmat di organisasi. Ia mengingatkan bahwa setiap amanah dan kerja yang dilakukan sejatinya diniatkan hanya untuk Allah Swt.
Allah berfirman, Katakanlah, “Bekerjalah kamu! Maka Allah, Rasul-Nya, dan orang-orang mukmin akan melihat pekerjaanmu. Kamu akan dikembalikan kepada Allah yang mengetahui yang ghaib dan yang nyata. Lalu, Dia akan memberitakan kepada kamu apa yang selama ini kamu kerjakan.” (QS. At-Taubah: 105)
Ia juga menyampaikan apresiasi kepada para suami yang telah memberikan dukungan penuh kepada para istri dalam mengabdi di Muslimat Hidayatullah. Menurutnya, dukungan keluarga merupakan kekuatan besar dalam menjaga keberlangsungan dakwah dan organisasi.
Sementara itu, Ketua Pengurus Wilayah Mushida Sulawesi Utara periode 2025–2030, Sri Lestari, S.Hut., dalam sambutannya menyoroti urgensi syura atau musyawarah dalam Islam. Ia menjelaskan bahwa musyawarah memiliki kedudukan yang sangat agung karena setiap keputusan, baik kecil maupun besar, hendaknya dibahas bersama orang-orang beriman dan kemudian dimunajatkan kepada Allah Ta’ala.
“Musyawarah bukan hanya soal mencapai mufakat, tetapi juga soal menghadirkan Allah dalam setiap keputusan. Kita bermunajat kepada Zat yang menggenggam dan paling mengetahui apa yang terbaik bagi hamba-hamba-Nya,” ungkapnya.
Melalui Musyawarah Wilayah ini, Muslimat Hidayatullah Sulawesi Utara berharap mampu memperkuat peran muslimah dalam membangun ketahanan keluarga sebagai fondasi lahirnya generasi unggul menuju Indonesia Emas, sekaligus memperkokoh ukhuwah dan sinergi antar pengurus di seluruh wilayah Sulawesi Utara.
- person


Saat ini belum ada komentar