Mushida DIY–Jawa Tengah Bagian Selatan Dorong Penguatan SDM dan Waspada Ancaman Moral Digital

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.
(Yogyakarta, mushida.org) Sesi konsolidasi organisasi sebagai rangakaian Rakerwil DIY- Jawa Tengah Bagian Selatan, disampaikan oleh Sekretaris DPW Hidayatullah, Ustadz Dr. Muhammad Nur Islam, M.Pd.I. Beliau menyoroti aspek mendasar dalam membangun organisasi, yakni manusia sebagai inti penggerak.
Ia menegaskan bahwa organisasi pada hakikatnya adalah kumpulan manusia, sehingga keberhasilan organisasi sangat ditentukan oleh kualitas manusia di dalamnya. Infrastruktur dan sistem hanyalah pelengkap, sementara manusia tetap menjadi faktor utama yang menggerakkan sekaligus digerakkan oleh organisasi.
“Semakin kuat pemahaman pimpinan terhadap manusia, maka semakin besar peluang terciptanya dinamika organisasi yang sehat dan berkembang,” ungkapnya.
Dalam pesannya yang menggugah, beliau juga mengingatkan bahwa kelelahan dalam perjuangan adalah hal biasa, namun keberkahan dari perjuangan itulah yang luar biasa.
Kewaspadaan Terhadap Ancaman Moral di Era Digital
Adapun sesi bertema Kabar Dunia Islam Hari Ini, Ibu Santi Soekanto menyampaikan refleksi mendalam tentang tantangan besar umat Islam saat ini, khususnya ancaman moral dan ideologi yang masuk melalui dunia digital.
Peneliti di Institut Al-Aqsa untuk Riset Perdamaian (ISA) ini menyoroti bahwa serangan terhadap umat Islam tidak hanya datang dalam bentuk fisik atau geopolitik, tetapi juga melalui sistem kehidupan, gaya hidup Barat, pornografi, riba, pinjaman online, judi online, dan berbagai konten merusak yang dapat diakses dengan mudah melalui gadget.
“Keluarga muslim harus menjadi benteng utama dalam menjaga generasi dari ancaman tersebut. Ia mengingatkan bahwa banyak keretakan rumah tangga, penyimpangan moral, hingga krisis identitas generasi muda bermula dari lemahnya pengawasan terhadap dunia digital,” paparnya.
Indonesia, menurutnya, sedang berada dalam kondisi darurat pornografi dan dikepung oleh sistem riba yang melemahkan umat dari dalam. Karena itu, peran ibu sebagai penjaga keluarga menjadi sangat strategis dalam menjaga aqidah, moralitas, dan masa depan generasi.
Selain merencanakan program kerja, Rakerwil Mushida DIY–Jateng Bagian Selatan yang dilaksanakan pada 1–2 Mei 2026/13–14 Dzulqaidah 1447 H, diharapkan dapat meningkatkan kekuatan mental dan spiritual bagi kader dalam menghadapi tantangan zaman.*/Roidatun Nahdhah
- person


Saat ini belum ada komentar