Rakerwil Muslimat Hidayatullah Kaltara Tekankan Keseimbangan Peran Muslimah
- Artikel Berita featured Rakerwil Silaturrahim
- calendar_month Jumat, 1 Mei 2026

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.
Rapat Kerja Wilayah (Rakerwil) Muslimat Hidayatullah dilaksanakan sebagai upaya menyosialisasikan hasil Rapat Kerja Nasional (Rakernas), menyusun program kerja, serta mewujudkan Tri Konsolidasi bagi fungsionaris Pengurus Wilayah dan Pengurus Daerah Muslimat Hidayatullah.
PW Muslimat Hidayatullah Kalimantan Utara resmi membuka Rakerwil pada 1 Mei 2026/13 Dzulqa’dah 1447 H di Kampus Madya Hidayatullah Bulungan, Kabupaten Bulungan, Kalimantan Utara.
Kegiatan dengan tema “Konsolidasi Jati Diri dan Transformasi Organisasi Menuju Muslimat Hidayatullah yang Mandiri dan Berpengaruh” ini diikuti oleh 32 peserta yang terdiri dari 3 orang Pengurus Majelis Murabbiyah Wilayah, 7 orang Pengurus Wilayah, 15 orang Pengurus Daerah, serta 7 orang perwakilan Amal Usaha Yayasan Hidayatullah Bulungan.
Ketua PW Muslimat Hidayatullah Kalimantan Utara, Ustadzah Ainun Jariah, menekankan pentingnya keseimbangan peran muslimah dalam keluarga dan organisasi.
“Kita harus bisa menjalankan peran sebagai seorang ibu dan istri agar dapat membangun sinergi antara keluarga dengan organisasi,” ujarnya.
Menurutnya, keluarga yang kuat menjadi pondasi penting dalam membangun peradaban Islam. Sementara organisasi berperan sebagai penguat bagi muslimah untuk tetap istiqamah dalam perjuangan dakwah.
Sementara itu, Kabid Organisasi PP Mushida, Ustadzah Wulan Sari, menyampaikan bahwa Muslimat Hidayatullah memiliki amanah dalam keluarga, pendidikan, dan masyarakat.
“Mushida sebagai subjek utama memiliki peran sentral dalam keluarga, pendidikan, dan masyarakat. Transformasi organisasi harus memberi ruang untuk tampil mandiri namun tetap menjaga kultur Hidayatullah,” jelasnya.
Peran Penting Seorang Muslimah
Dalam sambutannya, Ketua DPW Hidayatullah Kalimantan Utara, Ustadz M. Irsan Sulaiman, menyampaikan apresiasi kepada Muslimat Hidayatullah yang dinilainya memiliki peran penting sebagai madrasah pertama dalam keluarga sekaligus jantung organisasi. Ia mengingatkan bahwa setiap keadaan yang dialami manusia merupakan ketetapan terbaik dari Allah SWT.
“Syukur ketika diberi nikmat dan sabar ketika diuji. Pada akhirnya, muaranya adalah percaya terhadap ketetapan Allah,” tuturnya.
Ia juga menyinggung pentingnya peran orang-orang di balik layar yang senantiasa mendoakan perjuangan dakwah, meskipun tidak selalu terlihat dalam kegiatan struktural organisasi.
“Apa yang kita lakukan serta kemudahan yang Allah berikan bisa jadi tidak lepas dari doa-doa orang yang mungkin tidak pernah berada di atas mimbar atau hadir di kegiatan struktural, tetapi merekalah yang selalu mendoakan setiap langkah kita,” ungkapnya.
Melalui Rakerwil ini, diharapkan lahir keputusan-keputusan strategis yang mampu memperkuat ukhuwah serta meneguhkan peran Muslimat Hidayatullah dalam menjalankan program mainstream dakwah dan tarbiyah.
- person


Saat ini belum ada komentar