light_mode
light_mode

Mushida Peserta Seminar Wanita Muslim Internasional

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

Anggota Mushida berfoto bersama tokoh IMWU asal Palestina, Effat Al Sabari

Sejumlah Pengurus Annisa Hidayatullah, Pengurus Wilayah (PW) Jabodetabek Muslimat Hidayatullah, dan perwakilan Pengurus Daerah (PD) Muslimat Hidayatullah Depok, Jawa Barat, menjadi peserta seminar internasional wanita muslim yang diselenggarakan oleh International Muslim Women Union (IMWU), Sabtu lalu (14/02/2015) lalu.

Seminar internasional yang membahas isu-isu aktual kemuslimatan ini digelar di Kampus Universitas Islam Asy-Syafi’iyah, Pondok Gede, Bekasi. Acara ini berlangsung sekaligus rapat kerja para pemuka International Muslim Women Union (IMWU).

Suasana acara yang digelar di Universitas Asy Syafiiyah Pondok Gede Bekasi

Turut hadir, sejumlah perwakilan dari 20 negara anggota IMWU, para duta besar negara-negara sahabat, seperti Palestina, Sudan, serta Maroko.

Ada satu hal menarik simpati dari sejumlah sambutan acara ini. Yakni, ketika perwakilan dari Palestina maju berpidato di hadapan sekira 500 orang peserta. Effat Al Sabari, demikian nama tokoh muslimah Palestina itu, menyerukan persatuan untuk melawan penjajahan kaum Yahudi.

“Puluhan ribu perempuan, termasuk ibu-ibu, Palestina dipenjara oleh rezim terkutuk Zionis Yahudi. Saya serukan, umat muslim sedunia harus bersatu, membela kesucian Al Quds dari ekspansi Yahudi!,” kata Effat Al Sabari lantang.

Tampak Suad Al Fatih (memegang tas), salah satu pendiri IMWU, berfoto bersama peserta seminar

Selanjutnya, Al Sabari juga menyampaikan, bangsa Palestina mati-matian membebaskan diri dari kuasa Yahudi Israel. Itu dilakukan, ujar Al Sabari, ketika sesama bangsa Arab, dalam hal ini para pemimpinnya, cenderung diam dan mengabaikan. 

“Palestina mati-matian melindungi kesucian Al Quds di saat negara-negara Arab hanya diam,” seru Al Sabari.

Sementara itu, dalam sambutan setelahnya, salah satu pendiri IMWU, Suad al Fatih menyampaikan, seluruh umat Islam sedunia memberi dukungan penuh terhadap kemerdekaan Palestina.

Tokoh Muslimah asal Sudan ini juga mengajak untuk mencintai Palestina. “Kita semua cinta Palestina. Orang-orang Arab cinta Palestina,” ujar Suad al Fatih yang bersuara lantang dan tetap enerjik ini meski telah berusia 83 tahun ini.

Selain itu, Suad juga mengkritik cara Barat mainstream memandang Islam. Misalnya, antara lain, labelisasi terorisme pada upaya jihad umat Islam. Demikian pula, cara Barat memandang perempuan dalam kategori gender.

“Barat hanya diam bila umat Islam dibunuh terang-terangan. Jihad kita lantas dianggap sebagai upaya terorisme. Kategori gender membuat laki-laki dan perempuan hanya kategori tanpa nilai keadilan,” ujar Suad.

Sejumlah pemuka pengurus IMWU dari berbagai wilayah juga ikut berbicara seperti dari Amerika, Indonesia, dan juga hadiri oleh Menteri Agama RI, Lukman Hakim Saefuddin.

Menteri Agama dalam sambutannya sekaligus menutup acara ini mendukung kontribusi perempuan-perempuan dunia untuk membangun sebuah peradaban di masa akan datang.

Dengan Islam, Lukman yakin akan terciptanya sebuah negara yang baik. Tidak rusak sebagaimana yang diucapkan Nabi Muhammad Shallallahu ‘alaihi Wassallam.

“Keberadaan organisasi ini saya pandang sebagai kontribusi para wanita muslim untuk membangun peradaban masa depan. Sebagaimana yang diucapkan nabi bahwa wanita adalah tiang negara. Jika wanitanya baik, maka baiklah sebuah negara. Pun sebaliknya,” ucapnya.

Ia juga menyatakan, bahwa untuk kemajuan seorang wanita Muslim yang ikut turut membangun sebuah negara, mesti menjaga keseimbangan antara peran kodrati dalam rumah tangga, yaitu sebagai isteri dan ibu. Juga memperhatikan lingkungan sosial dengan turut membantu mencetak masyarakat-masyarakat yang berkualitas dengan nafas Islam.

“Wanita muslim tetaplah harus menjaga keseimbangan antara peran kodrati dalam keluarga. Dan juga peran sosial di masyarakat,” tambahnya. Sehingga dengan demikian menurutnya akan terwujud masyarakat yang berkeadaban sebagaimana yang diingini Islam.

Terakhir, menyikapi isu global terhadap kesetaraan gender, Lukman mengingati untuk organisasi yang dihadiri kurang lebih 20 negara ini agar jawaban dari isu ini untuk tetap mengedepankan ajaran-ajaran Islam. Bukan justeru mengikuti pemikiran Barat seperti saat ini.

“Memperjuangkan kesetaraan jender di setiap negara-negara tidak harus mencabut akar keislamannya. Dan untuk mengembangkannya, tidak perlu mencontoh Barat,” tutupnya.

Untuk itu, Lukman pun berharap dari pertemuan organisasi IMWU akan memunculkan gagasan dan keputusan yang tepat. Untuk bangsa dan dunia.

Ketua pelaksana Internasional Muslim Women Union, Prof.DR. Hj.Tutty Alawiya mengatakan rapat kerja organisasi wanita Islam internasional ini dilaksanakan di Kampus Universitas Islam Asy-Syafi’iyah, Pondok Gede, Bekasi selama tiga hari (14-16 Februari 2015) dengan dihadiri peserta dari 22 negara.* (sya/cha)

  • person
Bagikan Threads
Tulis Komentar
×

forum Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Seminar Negeri Serumpun: Ketahanan Keluarga Menuju Indonesia Beradab

    Seminar Negeri Serumpun: Ketahanan Keluarga Menuju Indonesia Beradab

    • calendar_month Kamis, 12 Jul 2018
    • account_circle admin
    • 0Komentar

    KELUARGA adalah unit terkecil suatu negara. Jika ingin membangun negara, maka kita harus membangun keluarga terlebih dahulu. Setiap anggota keluarga masing-masing mempunyai tugas dan peran yang harus dilakukan dengan cara ma’ruf dan sesuai dengan syariat sehingga keharmonisan keluarga bisa tercipta, bahkan menjadi sebuah kekuatan. Ayah, Ibu dan Anak yang terikat dalam institusi keluarga menjadi pelaku […]

  • Focus Group Discussion Pengurus Tingkat Pusat Muslimat Hidayatullah

    Focus Group Discussion Pengurus Tingkat Pusat Muslimat Hidayatullah

    • calendar_month Selasa, 21 Mei 2024
    • account_circle adminmushida
    • 0Komentar

    وَلْتَكُنْ مِّنْكُمْ اُمَّةٌ يَّدْعُوْنَ اِلَى الْخَيْرِ وَيَأْمُرُوْنَ بِالْمَعْرُوْفِ وَيَنْهَوْنَ عَنِ الْمُنْكَرِۗ وَاُولٰۤىِٕكَ هُمُ الْمُفْلِحُوْنَ “Hendaklah ada di antara kamu segolongan orang yang menyeru kepada kebajikan, menyuruh (berbuat) yang makruf, dan mencegah dari yang mungkar. Mereka itulah orang-orang yang beruntung.” (QS. Ali Imran: 104) Mengingat bahwa salah satu Arah Kebijakan dan GBHO bahwa Muslimat Hidayatullah melakukan […]

  • Dengan Penetapan Kepengurusan Baru, Mushida Jawa Tengah Diharapkan Mampu Tingkatkan Kualitas Dakwah dan Tarbiyah

    Dengan Penetapan Kepengurusan Baru, Mushida Jawa Tengah Diharapkan Mampu Tingkatkan Kualitas Dakwah dan Tarbiyah

    • calendar_month Senin, 26 Jan 2026
    • account_circle Admin Mushida
    • 0Komentar

    Semarang (mushida.org) – Musyawarah Wilayah Muslimat Hidayatullah Jawa Tengah mengangkat tema “Meneguhkan Peran Muslimah dalam Membangun Ketahanan Keluarga Menuju Indonesia Emas.” Selaras dengan tema tersebut, Ustadz Akhmad Ali Subur selaku ketua Dewan Pengurus Wilayah (DPW) Hidayatullah Jawa Tengah dalam sambutannya menekankan beberapa hal yang harus menjadi perhatian khusus oleh Pengurus Wilayah Mushida terpilih. “Di samping […]

  • Muslimat Hidayatullah Siap Gelar Rapat Kerja Nasional

    • calendar_month Selasa, 31 Mar 2026
    • account_circle Admin Mushida
    • 0Komentar

    Rapat Kerja Nasional Muslimat Hidayatullah merupakan forum strategis yang memiliki fungsi penting dalam perjalanan organisasi. Melalui Rakernas, terjadi proses sinkronisasi program antara Pengurus Pusat, Pengurus Wilayah, serta unit-unit pendidikan seperti PAUD Kampus Induk dan Kampus Utama, sehingga tercipta kesinambungan dan keselarasan gerak organisasi secara nasional. Rakernas kali ini mengusung tema: “Konsolidasi Jati Diri dan Transformasi […]

  • PW Mushida Jabodebek Minta RUU P-KS Harus Selaras dengan Pancasila

    PW Mushida Jabodebek Minta RUU P-KS Harus Selaras dengan Pancasila

    • calendar_month Sabtu, 2 Mar 2019
    • account_circle admin
    • 0Komentar

    DEPOK – Pengurus Wilayah Muslimat Hidayatullah (Mushida) Jabodebek sejalan dengan semangat Rancangan Undang-Undang Penghapusan Kekerasan Seksual (RUU PKS) apabila untuk mencegah terjadinya kejahatan seksual seperti perkosaan dan pencabulan. Namun, Mushida Jabodebek menegaskan, pengesahan RUU P-PKS harus selaras dengan Pancasila sebagai falsafah bangsa dan dan tak menjadi tunggangan untuk melegalisasi penyimpangan yang berlawanan dengan Pancasila seperti […]

  • Rakerwil Muslimat Hidayatullah DIY–Jawa Tengah Bagian Selatan Perkuat Arah Gerak Organisasi

    Rakerwil Muslimat Hidayatullah DIY–Jawa Tengah Bagian Selatan Perkuat Arah Gerak Organisasi

    • calendar_month Minggu, 3 Mei 2026
    • account_circle Admin Mushida
    • 0Komentar

    (Yogyakarta, mushida.org) — Muslimat Hidayatullah (Mushida) DIY–Jawa Tengah Bagian Selatan sukses menyelenggarakan Rapat Kerja Wilayah (Rakerwil) pada Jumat–Sabtu, 1–2 Mei 2026/13–14 Dzulqaidah 1447 H, bertempat di Pondok Pesantren Hidayatullah Yogyakarta. Mengusung tema “Konsolidasi Jati Diri dan Transformasi Organisasi Menuju Muslimat Hidayatullah yang Mandiri dan Berpengaruh,” kegiatan ini menjadi momentum strategis dalam memperkuat arah gerak organisasi, […]

expand_less