light_mode
light_mode

Ormas Muslimah Dukung Polwan Berjilbab

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

MUSHIDA.ORG — Presidium Badan Musyawarah Organisasi Islam Wanita Indonesia (BMOIWI) Dra H Sabriati Aziz mendukung gerakan Koin Untuk Jilbab Polwan. Dia pun mendesak Polri tidak mengada-ada soal jilbab ini. BMOIWI adalah lembaga yang menghimpun puluhan organisasi wanita Muslimah di Indonesia.

“Pembolehan menggunakan jilbab bagi  polwan ditunda karena terkait dengan anggaran itu juga alasan mengada-ada. Dan pengumpulan koin untuk jilbab itu tepat sebagai bentuk keberpihakan rakyat atau ormas  kepada polwan untuk menggunakan jilbab,” ujarnya kepada hidayatullah.com di Jakarta, Selasa, 7 Shafar 1435 H (10/12/2013).

Sabriati mengatakan, alasan pengkajian ulang terhadap penggunaan jilbab juga tidak logis. Termasuk pernyataan Wakapolri Komjen Oegroseno yang meminta penundaan itu.

“Mengapa harus ditunda dan diralat oleh Wakapolri? Toh Kapolri (Sutarman) sendiri sudah mengeluarkan pernyataan sebelumnya yang membolehkan (polwan) untuk berjilbab,” ujar ibu yang juga mantan Ketum PP Mushida ini.

Terkait alasan perlunya regulasi untuk jilbab polwan, menurut Sabriati, juga tak perlu lagi. Sebab, katanya, dalam UUD 45 disebutkan, negara menjamin kebebasan setiap penduduk serta umat beragama untuk menjalankan kewajiban agamanya.

“Dan jilbab itu adalah kewajiban agama. Sudah otomatis aja siapapun yang mau berjilbab ya silahkan,  negara menjamin. Jadi Polri mengada-ada saja,” imbuhnya.

Rawan Korupsi?

Saat ditanya adanya kekhawatiran pengadaan jilbab polwan dijadikan proyek yang berpeluang dikorupsi, Sabriati menyerahkan sepenuhnya kepada Polri maupun pihak terkait seperti KPK.

“Saya kira kalau jilbab sudah dibolehkan, secara pribadi polwan akan mengeluarkan dana pribadi untuk membeli jilbab dan tidak masalah. Seperti orang pekerja dan pribadi pada umumnya,” jelasnya.

“Adapun kalau ada inisiatif kelembagaan baik internal Polri atau DPR untuk dianggarkan ya tidak masalah. Nah kalau  juga  anggaran itu akan dikorup, masalahnya lain lagi,” lanjutnya.

Yang penting baginya, Polri segera menyadari alasan mengada-ada tersebut, dan segera mengizinkan polwan Muslimah untuk berjilbab.

Hak polisi wanita (Polwan) untuk  berjilbab tak perlu menunggu regulasi dari Kepolisian Republik Indonesia (Polri). Pasalnya, Undang-undang Dasar (UUD) 1945 telah menjamin hal itu. Menunda Polwan berjilbab berarti melanggar Hak Asasi Manusi (HAM).

Demikian ditegaskan Presidium Badan Musyawarah Organisasi Islam Wanita Indonesia (BMOIWI) Dra H Sabriati Aziz kepada Hidayatullah.com di Jakarta, Selasa, 7 Shafar 1435 H (10/12/2013).

Sabriati mengatakan, BMOIWI mendesak Polri segera membolehkan Polwan mengenakan jilbab. Setidaknya ada tiga alasannya.

“Pertama, kebebasan melaksanakan ajaran agama kepada pemeluknya dijamin oleh UUD 1945. Dan jilbab itu adalah kewajiban agama. Jadi ya secara makro tidak perlu dipermasalahkan atau dibuatkan lagi Undang-Undang, itu mengecilkan makna UUD 45,” ujarnya.

Kedua, kata Sabriati, berbusana muslimah adalah hak setiap muslimah untuk menjalankan. Olehnya, melarang, menunda atau menghalang-halangi Polwan untuk menggunakan jilbab adalah pelanggaran HAM.

“Ketiga, secara moral dan etika atau keindahan (jilbab) sangat menunjang profesi kepolisian sebagai panutan dan pendidik masyarakat. Olehnya itu tidak ada alasan untuk pelarangan tersebut,” tambahnya.

Sabriati menilai, fenomena yang terjadi pada kasus ini merupakan penzaliman terhadap hak menjalankan agama, dan menzalimi umat Islam secara keseluruhan.* (Hidcom)

  • person
Bagikan Threads
Tulis Komentar
×

forum Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • From A to Z Pre-Wedding and Becoming Mother Preparation

    • calendar_month Minggu, 2 Jan 2022
    • account_circle adminmushida
    • 0Komentar

    “Dan di antara tanda-tanda kekuasaan-Nya ialah Dia menciptakan untukmu istri-istri dari jenismu sendiri, supaya kamu cenderung dan merasa tenteram kepadanya, dan dijadikan-Nya di antara kalian rasa kasih dan sayang.” (QS: Ar-Ruum: 21) Halaqoh Tarbiyah Mancanegara (HATIMA) bekerja sama dengan Departemen Keputrian PP Muslimat Hidayatullah menghadirkan webinar pada Jum’at, 31 Desember 2021. Kegiatan virtual ini diikuti […]

  • Muslimat Hidayatullah Sulawesi Barat Selenggarakan Training Parenting I

    Muslimat Hidayatullah Sulawesi Barat Selenggarakan Training Parenting I

    • calendar_month Senin, 12 Sep 2022
    • account_circle admin
    • 0Komentar

    (Sulawesi Barat, mushida.org) Visi Muslimat Hidayatullah yaitu Membangun Keluarga Qur’ani Menuju Peradaban Islam. Keluarga adalah institusi terkecil dalam membangun sebuah peradaban. Untuk itu peran seorang istri tidak dapat dianggap remeh. Istri atau ummahat profesional berdampingan dengan suami sebagai manager keluarga diharapkan mampu membangun keluarga berakhlak Qur’ani. Dalam mewujudkan visi tersebut, Mushida perlu memberikan tarbiyah untuk […]

  • Muslimat Hidayatullah Vitalisasi Pendidikan Inklusi

    Muslimat Hidayatullah Vitalisasi Pendidikan Inklusi

    • calendar_month Rabu, 18 Mar 2015
    • account_circle admin
    • 0Komentar

    Muslimat Hidayatullah (Mushida) yang memegang amanah pengelolaan institsui pendidikan tingkat usia dini dan dasar di lingkungan ormas dan Pesantren Hidayatullah, berkomitmen untuk terus meningkatkan peran pendidikan yang inklusif sebagaimana telah diamanatkan dalam peraturan pemerintah. Sebagai sebuah lembaga pendidikan Islam yang integral, Muslimat Hidayatullah memandang penerapan dan pengembangan pendidikan inklusi adalah tuntutan yang harus terus ditingkatkan. […]

  • Daurah Marhalah Uulaa Muslimat Hidayatullah Sumatera Utara

    Daurah Marhalah Uulaa Muslimat Hidayatullah Sumatera Utara

    • calendar_month Jumat, 2 Jul 2021
    • account_circle admin
    • 0Komentar

    Sebagaimana perkataan yang masyhur, bahwa wanita (ummahat) menjadi pondasi dasar terhadap nasib dan masa depan dari umat atau bangsa tersebut. Jika ingin melihat kekuatan dan ketahanan suatu umat dan bangsa, maka lihatlah kualitas ummahat yang ada. Jika kualitas ummahat mereka baik, insya Allah maka  kekuatan negara mereka juga baik dan sulit untuk dipengaruhi oleh ideologi […]

  • Perubahan yang Tepat Ialah yang Mengantar Pada Pencapaian Visi Organisasi

    Perubahan yang Tepat Ialah yang Mengantar Pada Pencapaian Visi Organisasi

    • calendar_month Sabtu, 27 Mar 2021
    • account_circle Admin Mushida
    • 0Komentar

    Seorang pemimpin harus bersikap visioner dan melihat jauh ke depan. Ia harus melihat dan mendengar dari berbagai sisi, tidak boleh mendengar dari satu sisi saja.  Hal ini dikatakan oleh Direktur Hidayatullah Institute, Ust. Muzakkir Usman, M.Ed., dalam Training Leadership pada rangkaian acara Rakernas Muslimat Hidayatullah pada Sabtu, 27/03/2021 yang digelar secara virtual dengan pusat kegiatan […]

  • Muslimat Hidayatullah Ikuti Konselor Keluarga

    Muslimat Hidayatullah Ikuti Konselor Keluarga

    • calendar_month Rabu, 15 Jul 2026
    • account_circle Admin Mushida
    • 0Komentar

    Pendidikan keluarga dinilai memiliki posisi strategis dalam menyiapkan generasi dan membangun peradaban Islam. Karena itu, penguatan kapasitas para pendamping dan konselor keluarga menjadi bagian penting dari agenda pembinaan umat yang terus dikembangkan Hidayatullah. Hal tersebut mengemuka dalam penutupan Training Konselor Keluarga 2026 bertema “Mewujudkan Konselor yang Unggul, Profetik, dan Profesional” yang diiikuti oleh Muslimat Hidayatullah, digelar di […]

expand_less